BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 23 sampel takjil yang dijual di Pasar Wadai Siring Nol Kilometer Banjarmasin menjalani uji cepat oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banjarbaru, Rabu (4/3/2026) sore. Pengujian dilakukan melalui laboratorium keliling dalam rangka intensifikasi pengawasan pangan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Plt Kepala BBPOM Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, mengatakan sampling dilakukan untuk memastikan jajanan yang beredar tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kami menguji kemungkinan adanya rhodamin B dan methanyl yellow sebagai pewarna tekstil yang dilarang, serta formalin dan boraks yang sering disalahgunakan dalam pangan,” jelasnya.
Dari 23 sampel yang diperiksa, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya tersebut. Kendati demikian, BBPOM tetap mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang
“Semua memenuhi syarat. Artinya makanan yang dijual pedagang di Pasar Wadai ini aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Usai Berburu Takjil, Pengunjung Pasar Wadai Manfaatkan Susur Sungai sebagai Alternatif Wisata Ramadan
Hasil pengawasan di tempat lain, Ary mengungkapkan bahwa kandungan formalin masih ditemukan pada produk tertentu seperti cumi asin dan teri, serta boraks pada kerupuk.
Selain pengujian takjil, pengawasan juga dilakukan terhadap sarana distribusi dan ritel pangan di Kalimantan Selatan, terutama terkait produk kedaluwarsa, rusak kemasan, dan tanpa izin edar.
“Pengawasan pangan Ramadan ini akan terus dilakukan hingga menjelang Lebaran, untuk memastikan masyarakat dapat berbuka puasa dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (rizqan)
Editor: Abadi





