Sejarah Kolam Belanda Mandiangin dan Misteri Penampakan Noni Bergaun Putih

Sumber foto koleksi keluarga B.J. Haga yang disimpan Mansyur

Setelah penelusuran hingga ke Perpustakaan Leiden Belanda dan kroscek koneksi sejarawan di beberapa wilayah di belahan Bumi Eropa, akhirnya perlahan misteri ini mulai terkuak dan menemukan titik terang.

“Pertama ditemukan dari sumber foto, yang didapatkan pada oorlogsgravens tichting.nl dalam artikel utama yakni “het proces zonder recht” (Hukum Tanpa Proses). Dalam sumber foto tersebut, terdapat gambar Gubernur BJ Haga yang sedang berada di kolam renang. Pada caption foto yang cukup singkat, hanya dituliskan Haga zwembad (Haga di kolam renang) tanpa menjelaskan detailnya,” jelasnya.

“Walaupun demikian dapat diprediksi berdasarkan tata letak, bentuk serta kondisi geografis berupa jalan dan vegetasi di sekitar kolam, kolam tersebut adalah kolam Belanda di Mandiangin,” sambunya.

Dari informasi itu, ada sesuatu yang unik, di dalam gambar itu terdapat Noni Belanda yang berdiri di pinggir kolam ini. Terlihat disekitar kolam banyak orang, termasuk Gubernur BJ Haga yang membangun dan meresmikan kolam itu.

Kemudian, bukti lain yang disampaikan Mansyur mengenai sejarah pembangunan Kolam Renang Mandiangin juga terdapat dalam Majalah (Magazine) Tropisch Nederland, Tijdschrift ter Verbreiding van Kennis omtrent Oost en West Indie, volume 12 tahun 1939, terbitan tahun 1939.

“Dalam majalah ini dituliskan bahwa pada bulan Februari 1939 dibuka pasanggrahan dengan kolam renang dan lapangan tenis di ketinggian 150 meter yang dinamakan Mandi-Angin (Windbad). Pasanggrahan ini lokasinya terletak sekitar 50 kilometer dari Banjarmasin. Pasanggrahan Maadiangin dan fasilitasnya seperti kolam renang dan lapangan tenis diresmikan pada tanggal 26 Februari 1939 oleh Gouverneur van Borneo, Dr. Bauke Jan (B.J.) Haga,” ungkapnya.

Kondisi Kolam Belanda Mandiangin sekarang ini (foto Mansyur)

Dari observasi lapangan dalam kegiatan penelitian terdapat kolam renang yang menjadi bagian fasilitas dari Pasanggrahan Mandiangin. Dalam Bahasa Belanda disebut zwembad.

Baca Juga : Sering Menjumpai Polisi Tidur di Jalan, Tahukah Sejarah dan Aturan Pembuatannya?

Baca Juga : Ternyata Awalnya Bukan Untuk Mobil, Simak Sejarah Ditemukannya Lampu Lalu Lintas

Didukung adanya artefak yang terdapat di kolam renang Mandiangin adalah susunan dinding kolam.

“Campurannya dari batu andesit dan semen portland serta kerikil. Kemudian gorong gorong ukuran besar dan kecil, struktur kayu ulin serta bangunan rumah ganti dan kolam kecil, kamar mandi dan toilet,” tuturnya.