PPKM Level IV Kota Banjarmasin di Perpanjang, Pelaku Usaha Makin Menjerit

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Banjarmasin terus dilakukan oleh pemerintah, hal itu kembali dikeluhkan oleh masyarakat, terutama pelaku usaha.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sudah menetapkan Kota Banjarmasin masuk dalam salah satu wilayah berada pada Level IV mulai dari 24 Agustus sampai dengan 6 September 2021 mendatang.

Akibat keterbatasan aktivitas di masa PPKM ini, membuat roda ekonomi berjalan melambat. Hal tersebut dirasakan oleh Suriansyah (64) seorang pemilik kios di Jalan Cemara Raya Banjarmasin yang mengeluhkan pemberlakuan PPKM membuat usaha yang dilakoninya sepi pembeli.

“Ini sudah dirasakan sejak awal pandemi, dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah sepi pembeli, ditambah PPKM diperpanjang kios saya semakin sepi,” ungkapnya, Selasa (24/8/2021).

Akibatnya, saat ini dari berjualan untuk mencari untung, ia mengaku justru malah menjadi buntung. Lantaran untuk makan sehari hari-hari harus menumpang di jualan karena pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran.

“Dulu saya berbelanja setiap hari, ke pasar untuk mengisi barang jualan atau dagangan di kios hampir Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, karena menambah stok. Sekaran jangankan sehari hari, saya 1 minggu sekali hanya bisa membawa uang 3 juta membeli kebutuhan kios. Kebayangkan pendapatan saat ini harus gali lobang tutup lobang di kios sendiri,” tuturnya.

Kendati demikian, ia juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dikarenakan peraturan tersebut merupakan keputusan dari pemerintah. Namun, ia berharap ada perhatian dari pemerintah kepada masyarakat sepertinya, yang berketergantungan hidup hanya dengan kios sendiri.

“Mau tidak mau ngikutin pemerintah, tapi ada perhatian lah setidaknya, walaupun ada bantuan bisa benar benar disalurkan, karena saat ini sangat sulit memenuhi kebutuhan,” imbuhnya.

Sebelumnya, hal serupa juga dilontarkan oleh Dikun (28) pemilik kedai Kopi di Jalan Hasan Basri yang mengaku selama PPKM diberlakukan omzet yang didapat terus menurun.

“Ini sangat dirasa semakin tercekik untuk mencari rejeki, saat PPKM diberlakukan semakin turun pendapatan saya. Karena saya bukanya malam dan PPKM lebih ketat di malam hari. Jadi saya sangat merasakan dampaknya,” ujarnya.

Menurutnya, perpanjangan PPKM ini memang bertujuan bagus, guna mengurangi dan memutus penyebaran Covid-19. Selain itu dengan perkembangan zaman, berjualan dapat memanfaatkan teknologi untuk usaha. Ia rasa belum tentu efektif.

“Tujuannya bagus untuk mengurangi penyebaran Covid19, tapi kan masyarakat tidak semuanya paham teknologi untuk usaha. Jadi kasihan kalau mereka gak bisa jualan atau jualannya tidak laku karena PPKM,” ujarnya.

Meski begitu, ia berharap ini merupakan PPKM yang terakhir. Dan masyarakat dapat kembali melakukan mobilitas dengan bebas.

“Semogalah ini yang terakhir, supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal kembali,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran