Pesona Hutan Mini Anggrek Meratus di Tengah Kota Demi Kelestarian

Kasus alih fungsi lahan yang begitu masif di pulau terbesar kedua di Indonesia ini, telah mengacam keberadaan anggrek alam Meratus. Sebab itu membuat saya berusha sebisanya untuk menyelamatkan kelestarian anggrek Meratus.

“Upaya saya dengan cara membuat taman konservasi ex-situ di Puri Anggrek ini,” jelas Ferry sapaan akrab pendiri Yayasan Anggrek Meratus Indonesia.

Ia menuturkan, beberapa jenis anggrek yang mulai langka dilestarikan di hutan mini miliknya. Diantaranya rumpun Anggrek Raksasa dengan nama latin Grammatophyllum Speciosum yang menempel dibatang pohon pinang menambah keasrian hutan mini.

“Ukuran sangat besar dengan jumlah rumpun mencapai 30 batang. Anggrek Raksasa ini menjadi ikon dari Taman Puri Anggrek” tuturnya.

Di samping itu, ada juga jenis lainnya di hutan mini ini yaitu Anggrek Hitam dengan nama latin Coelogyne Pandurata, Anggrek Vanda atau Vanda dearei, Anggrek Bulan atau Phalaenopsis Amabilis dan banyak lagi anggrek jenis Bulbophyllum khas Meratus lainnya.

“Sengaja anggrek- anggrek ini semuanya ditanam dibatang pohon tegakan yang tumbuh dikawasan Puri Anggrek, agar terlihat alami dan asri,” imbuhnya.

Upaya pelestari anggrek Meratus ini, tidak sampai disitu saja. Ia juga sedang membangun taman anggrek dihabitat aslinya yaitu di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis, Lembah Bukit Manjai yang letaknya berdekatan dengan Taman Hutan Raya Sultan Adam di Mandiangin, Kabupaten Banjar.(rizqon)

Editor : Amran