Kalsel  

Mapala Justitia FH ULM Bangun Pos Registrasi Pendakian di Kampung Kiyu HST

Foto bersama anggota Mapala Justitia FH ULM dengan aparat desa

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Belum lama ini, Mapala Justitia Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (FH ULM) membangun pos registrasi pendakian di Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang merupakan program Nasional dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sebagai tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa tingkat nasional, Mapala Justitia FH ULM memilih Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri sebagai tempat pelaksanaan.

Dengan mengusung tema, pengembangan desa wisata Kampung Adat Kiyu pada kawasan konservasi gunung besar puncak Halau – halau melalui pemberdayaan masyarakat Adat Dayak Meratus.

Ketua tim pelaksana sekaligus ketua umum Mapala Justitia FH ULM, Muhammad Rizky Maulana menjelaskan, rangkaian kegiatan ini terdiri dari pembangunan pos registrasi pendakian (basecamp), sosialisasi serta pembagian modul tentang sop pendakian, porter dan guide.

“Serta kewirausahaan di kampung tersebut,” jelasnya kepada klikkalsel.com Jumat (24/11/2023).

“Kegiatan ini dimulai dengan opening ceremony pada tanggal 12 agustus 2023, di Kantor Desa Hinas Kiri yang dihadiri oleh Camat Batang Alai Timur, perwakilan dari aparatur desa, kepala Adat Kiyu, Ketua Pokdarwis dan warga setempat,” tambahnya.

Baca Juga Mapala Redox Gelar Kejuaraan panjat Dinding Redox Climbing Competition Prestigious

Baca Juga Hasnuryadi Sulaiman Apresiasi Kegiatan Pendakian Nasional Merah Putih Mapala Uniska

Adapun alasan mendirikan bangunan berupa pos registrasi pendakian (basecamp) itu, bertujuan sebagai tempat pendataan dan tempat singgah atau peristirahatan pendaki.

“Pos registrasi pendakian mulai dibangun sejak tanggal 21 September 2023, dan dalam proses pembangunan, tim pelaksana juga mengadakan selamatan adat istiadat setempat pada saat pembuatan bangunan bagian atap dengan gotong royong bersama warga,” ceritanya.

Kemudian, selama kegiatan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pembagian modul pada tanggal 23 september 2023, yang diadakan di Balai Adat Kiyu, Desa Hinas Kiri.

“Sosialisasi tersebut dilaksanakan menjadi 3 sesi dengan materi, yaitu sop pendakian, porter dan guide, serta kewirausahaan yang mengundang masyarakat setempat sebagai sasaran dari kegiatan,” tuturnya.

Hingga akhirnya, pembangunan Pos registrasi pendakian selesai pada 16 Oktober 2023, dan secara resmi disahkan pada Sabtu, 18 Oktober 2023 kemarin, dengan dilakukan serah terima kepada para tokoh dan pejabat Desa Hinas Kiri.

“Acara peresmian dan serah terima dihadiri oleh sekretaris desa, ketua RT, ketua Pokdarwis, perwakilan dari Dekanat Fakultas Hukum ULM, dan perwakilan dari Bagian Kemahasiswaan Rektorat ULM Banjarmasin,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Muhammad Rizky Maulana, program ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pihaknya yang tergabung di keluarga besar Mapala Justitia FH ULM.

“Karena dapat membawa nama FH ULM di ranah Nasional. Juga merupakan kesempatan kami untuk belajar dan mengembangkan kreatifitas dan kapasitas kami sebagai organisasi mahasiswa,” jelasnya.

Kemudian, dengan adanya pos registrasi pendakian tersebut, pihaknya berharap nantinya bisa menjadi pedoman para wisatawan, khususnya pendaki agar tertib dalam melakukan pendakian dengan registrasi dan sebagai tempat singgah.

“Serta dapat menjadikan magnet Kampung Kiyu sebagai desa wisata yang ingin dikunjungi wisatawan baik lokal maupun. Mancanegara,” harapnya.

Ketua umum Mapala Justitia FH ULM yang akrab disapa Maul juga mengungkapkan, bahwa jika program ini akan diadakan lagi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, pihaknya akan mencoba kembali dalam pengusulan proposal sehingga dapat turut serta dalam pembangunan daerah untuk kemajuan bersama.

“Program seperti ini sebagai media pengabdian mahasiswa untuk turun secara langsung ke lingkungan masyarakat agar mengetahui permasalahan yang ada,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi