Tag: Covid-19

  • Dampak Covid-19, Jumlah TPS Diperbanyak

    Dampak Covid-19, Jumlah TPS Diperbanyak

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Banjarmasin bertambah, rencananya akan ditambah sebanyak 49 titik.
    Sebelumnya di Banjarmasin direncanyakan sebanyak 1,150 TPS namun kini ditambah sebanyak 49 TPS menjadi 1.199 TPS.
    Ketua KPU Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah saat rapat Koordinasi Restrukturisasi Anggaran Hibah Pilkada tahun 2020 di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (9/6/2020) menyampaikan, penambahan TPS tersebut dikarekan jumlah pemilih di setiap TPS terbatasnya, akibat pandemi Covid-19 saat ini.
    “Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 3 Juni 2020 lalu, telah disepakati di masa pandemi Covid-19 ini jumlah pemilih di setiap TPS dibatasi hanya 500 orang pemilih, artinya kita harus memetakan ulang TPS kita,” ucapnya.
    Untuk merealisasikan penambahan jumlah TPS tersebut, ia mengatakan KPU Banjarmasin melakukan pengefisienan atau restrukturisasi anggaran hibah.
    “Keseluruhan penambahan untuk 49 TPS adalah sekitar Rp650.982.150, sehingga ada yang kami pangkas ataupun kami efektifkan dan kami revisi anggaran tersebut,” jelasnya.
    Pemangkasan anggaran kegiatan yang dilakukan KPU itu untuk kegiatan sosialisasi yang memerlukan pertemuan banyak orang, kemudian advokasi hukum dan perjalanan dinas.
    Selain membicarakan masalah anggaran Rahmiyati juga mengatakan, dalam rapat tersebut juga membahas tentang pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas di TPS dan KPU Banjarmasin.
    “Sesuai arahan KPU RI, maka KPU Banjarmasin segera melaporkan kebutuhan anggaran untuk pembelian APD yang akan diakomodir melalui APBN,” tandasnya. (fachrul)
    Editor : Akhmad
  • Disporapar Tabalong Belum Rekomendasikan Masyarakat untuk Berolahraga di Luar Ruangan

    Disporapar Tabalong Belum Rekomendasikan Masyarakat untuk Berolahraga di Luar Ruangan

    TANJUNG, klikkalsel.com – Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, namun sebagian masyarakat Kabupaten Tabalong tetap melakukan aktifitas olahraga di luar ruangan.
    Pantauan media ini, sejumlah masyarakat terlihat mendatangi sarana olahraga yang ada di seputaran stadion pembataan, Kecamatan Murung Pudak. Sebab, kawasan tersebut memang sejak dulu menjadi pusat masyarakat untuk melakukan aktifitas olahraga.
    Baca juga : Tabalong Mulai Terapkan New Normal, ASN Tidak Lagi Berkerja dari Rumah
    Menanggapi hal itu, Kepala Disporapar Kabupaten Tabalong, Tumbur P Manalu mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum merekomendasikan masyarakat maupun pengurus cabang olahraga untuk melakukan aktifitas olahraga di luar ruangan.
    “Sehubungan dengan cabang-cabang olahraga yang sudah beraktifitas sampai saat ini kami belum merekomendasikan. Kami masih menunggu keputusan pemerintah daerah,” kata Tumbur, ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2020)
    Menurut Tumbur, saat ini pihaknya masih merumuskan tentang protokol kesehatan berolahraga dan masih menunggu persetujuan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Tabalong.
    Salah satu dari isi protokol itu adalah, pihak pengelola sarana olahraga harus melakukan screening test kepada masyarakat yang ingin melakukan aktifitas olahraga.
    “Ada sembilan poin yang kami konsep, kalau ini sudah ditetapkan kita siap membuka sarana olahraga dengan protokol kesehatan,” jelasnya.
    Namun, meski protokol berolahraga belum secara resmi dikeluarkan, Tumbur mengaku, pihaknya juga tidak serta merta dapat melarang masyarakat untuk melakukan aktifitas olahraga di luar ruangan.
    Sebab, Ia juga menilai dengan berolahraga dapat meningkatkan sisitem imun dan kekebalan tubuh dari berbagai serangan penyakit, termasuk ancaman virus Corona.
    “Kami sifatnya cuma menghimbau, kami tidak bisa melarang langsung, kami hanya memberi pengertian kesadaran seperti, jaga jarak, tidak berkerumun, cuci tangan dan sebagainya,” pungkasnya.(arif)
    Editor : Amran
  • Wakapolresta Banjarmasin : Kampung Tangguh Banua Upaya Mengajak Masyarakat Lawan Covid-19

    Wakapolresta Banjarmasin : Kampung Tangguh Banua Upaya Mengajak Masyarakat Lawan Covid-19

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Berbagai formula terus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), salah satunya seperti yang dilakukan Polresta Banjarmasin.
    Menggandeng peran serta masyarakat, Polresta Banjarmasin menggalakan pendirian Kampung Tangguh Banua (Bersih, Aman, Nyaman, Unggul dan Sejahtera) Kota Banjarmasin.
    Guna kesuksesan program tersebut, Polresta Banjarmasin menggelar Sosialisasi Kampung Tangguh Banua Sebagai Percontohan Dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 di Aula Rupatama Mapolresta, Senin (8/6/2020).
    Baca Juga : APPSI Kalsel Laporkan Ibnu Sina Terkait Pencabutan Reklame
    Kegiatan yang dipimpin oleh Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo tersebut diikuti oleh para Kapolsekta jajaran, Kanit Binmas Polsekta jajaran, anggota Bhabinkamtimas Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin.
    Menurut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan melalui Wakapolresta AKBP Sabana Atmojo, kegiatan tersebut bertujuan menjadikan Posko Kampung Tangguh Banua sebagai tempat beraktivitas dan pusat kegiatan penanganan Covid-19 di lingkungan dengan melibatkan komponen serta unsur lainnya seperti Puskesmas, kelurahan, tokoh agama, tokok masyarakat yang di komandoi oleh Tiga Pilar bersama Muspika.
    “Kita ingin membangkitkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat solidaritas antar sesama warga di masa pandemi. Selain itu kita ingin meminimalisir dampak sosial ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan cara meningkatkan kemampuan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
    Manfaatnya ujar Wakapolresta, yaitu dengan adanya Kampung Tangguh di Banjarmasin dapat membantu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memanfaatkan kearifan lokal dalam pemberdayaan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan mandiri wilayah.
    Ditambahkannya bahwa program tersebut telah dikoordinasikan dengan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan sambutan baik karena ajan mendukung karena sangat membantu dari pada kebijakan pemerintah yaitu PSBK.
    “Alhamdulillah dapat sambutan baik dari Pak Walikota. Berikutnya kita akan berkoordinasi dengan Kodim Banjarmasin agar kegiatan ini dapat berjalan masif dan melibatkan seluruh stakeholder,” pungkasnya.(david)
    Editor : Amran
  • Kalsel Dapat Bantuan 2 Unit Alat PCR dari Pusat

    Kalsel Dapat Bantuan 2 Unit Alat PCR dari Pusat

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Angka kasus positif virus Corona (Covid-19) di Kalsel yang terus meningkat menjadi perhatian nasional. Guna menindaklanjuti perkembangan wabah ini, pemeritah pusat akhirnya memberikan bantuan alat PCR untuk mempercepat hasil swab.
    Selain mendapat bantuan, Monitoring ke Kalsel terkait penanganan Covid-19 di Kalsel juga dilakukan oleh Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menko PMK Muhadjir Effendie didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjend TNI Doni Monardo melakukan Minggu (7/6/2020).
    Baca Juga : Pemuda Desa Tengkawan Diduga Tenggelam Setelah Memperbaiki Keramba Ikan
    Kedatangan para pejabat negara itu disambut Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie saat mendarat di Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Rombongan langsung menuju BTKLPP Banjarbaru sebagai laboratorium penguji spesimen Covid 19.
    Slamet Mulsiswanto dalam paparannya mengatakan, BTKLPP saat ini tak hanya menguji sampel Covid-19 dari Kalsel tapi juga Kalteng.
    Sehingga jumlah sampel yang harus diperiksa tiap hari cukup banyak berdatangan dari berbagai daerah. Sementara tak sebanding dengan kemampuan unit PCR dan sumber daya manusia yang ada BTKLPP.
    “Untuk SDM sementara kita dibantu instansi vertikal dan Unlam Banjarbaru,” kata Slamet.
    Sementara Ketua Gugus Tugas Nasional, Letjend TNI Doni Monardo meminta gugus tugas Kalsel melibatkan komunitas -komunitas serta unsur tokoh adat dan masyarakat dalam pengananan Covid-19.
    “Perlu mengedepankan kearifan lokal dengan melibatkan unsur tokoh masyarakat sehingga kegiatan tracing di lapangan berjalan baik,” ujar Doni.
    Diungkapkan Doni, kehadiran tim gugus tugas nasional juga sekaligus menyerahkan bantuan 2 unit alat PCR untuk mempercepat hasil tes swab.
    “Selain itu kita juga menyerahkan ventilator 4 unit, vitamin, oxygen serta alat pelindung diri,” ungkap Doni.
    Menko PMK Muhajir Effendie mengatakan kedatangan gugus tugas nasional dalam rangka Monitoring dan evaluasi. “Kedatangan kami sekaligus menindaklanjuti perintah presiden untuk melakukan koordinasi dengan daerah yang menjadi atensi terkait peningkatan kasus Covid,” ujar Muhadjir
    Menkes dr Terawan mengatakan kehadiran mereka untuk melakukan inventarisir apa yang menjadi kekurangan dalam penanganan Covid. “Namun saya melihat semangat kegotongroyongan masyarakat di Kalsel sudah baik dalam rangka menghadapi wabah Covid ini, kita hanya mendorong dan melengkapi apa yang diperlukan,” ungkap Terawan.(ganang/adv)
    Editor : Amran
  • Gugus Tugas HSU Sambangi Masjid Al Furqon Jarang Kuantan

    Gugus Tugas HSU Sambangi Masjid Al Furqon Jarang Kuantan

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tidak hentinya memberikan imbauan dan sosialisasi protokol kesehatan dalam rangka menuju ‘New Normal’.
    Bahkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mensosialisasika di tempat ibadah, seperti halnya di Masjid Al Furqan Desa Jarang Kuantan Kecamatan Amuntai Selatan, Sabtu, (6/6/2020).
    Kedatangan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten HSU disambut hangat Ketua Ta’mir Masjid Al Furqan H. Yuspianie dan Ibu – ibu warga Aisyiyah Jarang Kuantan.
    Pada kesempatan itu, Ketua KUA Kecamatan Amuntai Selatan Rahmani Abdi menjelaskan, saat ini fungsi rumah ibadah dibuka kembali sesuai imbauan pemerintah setempat.
    Namun, Rahmani tetap meminta kepada pengelola dan jamaah masjid Al Furqan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.
    “Protokol kesehatan covid-19 yaitu jamaah wajib memakai masker pada saat sholat jumat dan sholat fardhu lima waktu, menjaga jarak/shaf minimal 1 meter, melipat karpet dan pengelola masjid harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun,” jelasnya.
    Sementara itu Ketua Ta’mir Masjid H. Yuspianie akan menyampaikan, imbauan dari Tim Gugus Tugas Covid-19, ke jamaah Masjid Al Furqan Jarang Kuantan. (doni)
    Editor : Akhmad
  • Bupati HSU Wajibkan Pemakaian Masker kepada Warga

    Bupati HSU Wajibkan Pemakaian Masker kepada Warga

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengingatkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di Kabupaten HSU.
    Hal tersebut disampaikan Bupati Wahid dalam keterangan persnya yang didampingi Direktur RSUD Pambalah Batung Amuntai dr. M Yandi Priyandi dan jajaran Humas dan Protokol Setda HSU, di Mess Negara Dhipa Amuntai, Jumat, (5/6/2020).
    “Saya ingatkan bahwa memakai masker saat ini menjadi kewajiban bagi setiap warga, san juhlga harus menjadi perhatian,” ujarnya.
    Selain memakai masker, tambahnya, menjaga jarak aman, sering-sering mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, apalagi kerumanan itu banyak yang tidak pakai masker.
    Baca Juga : Dikejar Warga Hingga Tabrak Tiang Listrik, Kaki Terduga Pencuri Ini Patah
    Pada kesempatan itu, Bupati Wahid juga minta kepada pengelola Masjid dan Langgar agar menghimbau dan mengingatkan kepada para jamaah mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah di tengah wabah Covid-19.
    “Hal ini seiring dengan telah dibukanya kembali fungsi rumah ibadah sekaligus dalam penerapan New Normal atau tatanan kehidupan yang baru,” jelasnya.
    Begitu juga bagi para pedagang, Mantan Ketua DPRD Kabupaten HSU dan Bupati 2 periode ini juga minta agar memakai masker untuk keselamatan bersama baik bagi pedagang ataupun bagi pembeli.
    “Saya tekankan kepada kantor-kantor yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar tidak memberikan pelayanan kepada warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, yang dalam hal ini tidak memakai masker,” tegasnya.(doni)
    Editor : Amran
  • Penambahan Alat RT PCR, Kasus Covid-19 di Kalsel Diharapkan Semakin Cepat Terdeteksi

    Penambahan Alat RT PCR, Kasus Covid-19 di Kalsel Diharapkan Semakin Cepat Terdeteksi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus terkonfirmasi positif di Banjarmasin, masih belum ada penurunan, beberapa hari terakhir Ibukota Kalimantan Selatan ini menjadi penyumbang orang yang terkonfirmasi positif di rumah sakit rujukan Covid-19.
    Tingginya kasus tersebut menyusul tibanya alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) untuk pemeriksaan hasil swab di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD dr H Moch Ansari Saleh.
    Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, mengatakan bahwa alat RT PCR tersebut memang telah tersedia di dua RSUD, dan kabar itu didapatkannya dari Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie dan Wakil Ketua Harian, Hanif Faisal Nurofiq.
    Baca Juga : Pelaksanaan Ibadah Jumat, Masjid Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
    “Ada tambahan dua alat RT PCR, dan minggu ini akan diseting di RSUD Moch Ansari Saleh karena masih menunggu teknisinya dari Jakarta,” ujar Machli.
    Selain itu ujar Machli, adanya bantuan dari Pemrov Kalsel, RT PCR itu nanti menurutnya pemeriksaan swab bagi warga yang hasil Rapid Testnya reaktif, bisa langsung ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh, dan tidak perlu lagi mengirim ke Laboratorium di Banjarbaru.
    Hal senada juga disampaikan Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr Sukotjo Hartono, bahwa memang benar alat RT PCR akan segera tersedia di Banjarmasin.
    Bantuan RT PCR untuk Banjarmasin tersebut menurutnya sangatlah membantu, karena untuk kondisi saat ini laboratorium yang berada di Banjarbaru sedang overload untuk melakukan pemeriksaan sample swab tersebut.
    “Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 itukan dengan PCR, dan untuk menyatakan kesembuhan juga dengan PCR itu juga, nah maka dengan adanya alat PCR di Banjarmasin itu sangat membantu, karena kita tau kondisi pemeriksaan di Laboratorium Banjarbaru sedang overload. Jadi yang seharusnya menunggu hasil laboratorium 5 hari, menjadi molor hingga 1 minggu lebih, bahkan ada yang sampai 2 minggu” jelasnya.
    Kondisi keterlambatan karena kelebihan pemeriksaan PCR tersebut juga yang menurutnya memperlambat proses pemulangan pasien yang dinilai kondisi klinisnya sudah membaik.
    “Hal itu sangat berpengaruh dengan kepulangan pasien, karena ada pasien yang sudah membaik, kondisi klinisnya bagus, tetapi karena hasil PCR belum keluar terpaksa masih harus menerima perawatan,” tandasnya.(fachrul)
    Editor : Amran
  • Satgas Covid-19 Pasar Sungai Andai Tegur dan Perintahkan Balik Kanan Bagi Warga Yang Kedapatan Tak Pakai Masker

    Satgas Covid-19 Pasar Sungai Andai Tegur dan Perintahkan Balik Kanan Bagi Warga Yang Kedapatan Tak Pakai Masker

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Peningkatan kesadaran masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
    Salah satunya yang dilakukan petugas Satgas Pengawas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pasar Sungai Andai, Jumat (5/6/2020).
    Baca juga : Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Kadinkes Banjarmasin : Ini untuk Melindungi
    Dengan dibantu alat pengeras suara petugas gabungan dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP Banjarmasin tersebut berkeliling area pasar untuk mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk mengikuti protokol kesehatan seperti mengenakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan usai bertransaksi.
    “Alhamdulillah para pedagang din pasar sudah mulai tertib. Terlihat hampir semua pedagang sudah mengenakan masker dan juga telah disediakan tempat cuci tangan di beberapa titik lokasi di pasar,” ujar Koordinator Lapangan Pos Covid-19 Pasar Sungai Andai Peltu Yanuar HW.
    Namun ia menyayangkan masih ada warga pengguna jalan yang melintas di depan pasar tidak mengenakan masker.

    “Kita berhentikan dan kita berikan teguran untuk kembali kerumah guna mengambil maskernya. Namun tetap dengan mengedepankan pendekatan yang humanis,” imbuhnya.
    Ia berharap masyarakat dapat mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah guna melindungi diri dan keluarga dari paparan virus Corona.
    Rencananya kegiatan tersebut akan terus digelar pihaknya setiap hari hingga batas waktu yang belum ditentukan.
    Baca juga : Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh
    Dari pantauan klikkalsel.com dilapangan keberadaan petugas di kawasan pasar mendapatkan apresiasi, baik dari pedagang maupun pengunjung.
    Hal tersebut terlihat dari adanya warga yang memberikan kopi dan Snack secara sukarela ke Pos pengawasan.
    Bahkan sangking antusiasnya, pengeloa pasar dan salah satu pemilik toko mempersilahkan petugas untuk mempergunakan toko yang belum ada pengontraknya guna di jadikan pos.
    Menurut mereka, selain terbantu untuk menertibkan pengunjung yang bandel tidak pakai masker, juga keberadaan petugas membuat mereka merasa lebih aman.(david)
    Editor : Akhmad
  • Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Kadinkes Banjarmasin : Ini untuk Melindungi

    Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Kadinkes Banjarmasin : Ini untuk Melindungi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus positif Covid-19 di Banjarmasin kembali meroket, bahkan menjadi temuan kasus terbanyak se Indonesia untuk hari ini, Kamis (4/6/2020).
    Total jumlah kasus terkonfirmasi positif yang disumbangkan Banjarmasin hari ini sebanyak 103 kasus atau total keseluruhan untuk Provinsi Kalsel yakni sebanyak 580 orang yang positif.
    Dari peningkatan ini juga, seluruh kelurahan yaitu 52 kelurahan yang ada di Banjarmasin menjadi zona merah.
    Baca juga : Lagi, Kalsel Tertinggi Penambahan Kasus Baru se Indonesia Sebanyak 109, Total Orang Terinfeksi Covid-19 Tembus 1.142
    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, mengatakan tingginya peningkatan kasus Covid-19 di Banjarmasin justru berucap, itu kata dia, artinya upaya yang dilakukan GTPP Covid-19 di Banjarmasin bisa dibilang berhasil.
    “Karena prinsip dinas kesehatan adalah mencari dan menemukan kasus sebanyak banyaknya agar sedini mungkin kita dapat melindungi orang-orang yang terinfeksi itu dan menjaga orang-orang yang masih sehat,” ujar Machli.
    Baca juga : 50 Persen Lebih Kasus Covid-19 di Kalsel, dari Zona Banjarmasin
    Temuan kasus positif Covid-19 sebanyak 103 hari ini, disampaikan Machli adalah hasil swab massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin beberapa waktu lalu di halaman Dinas Kesehatan Banjarmasin.
    “Iya itu hasil swab massal yang kita lakukan kemarin di Dinas Kesehatan, hasil dari tracking seluruh Puskesmas yang ada,” ucapnya.
    Sebagai upaya melindungi seperti yang disampaikan Machli Riyadi tadi, maka upaya tracking, rapid test dan swab massal akan terus dilakukan secara selektif.
    “Nanti Sabtu kami akan melakukan swab massal lagi,” tuturnya.
    Kemudian dengan tingginya kasus ini, bisa dipastikan sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah karantina di Banjarmasin akan penuh, dan apabila penuh, menyikapinya seperti apa yang disampaikan Machli Riyadi orang yang memiliki indikasi Covid-19 atau hasil rapid test reaktif, direkomendasikan untuk karantina secara mandiri.
    “Kalau rumah karantina tidak cukup, kita rekomendasikan mereka yang OTG positif untuk karantina di rumah dengan protokol kesehatan, dan meminta warga sekitar serta Babinsa dan Babinkamtibmas untuk ikut mengawasinya,” tandas Dr Machli Riyadi.(fachrul)
    Editor : Amran
  • 50 Persen Lebih Kasus Covid-19 di Kalsel, dari Zona Banjarmasin

    50 Persen Lebih Kasus Covid-19 di Kalsel, dari Zona Banjarmasin

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Istilah zona merah Covid-19 disematkan kepada Kota Banjarmasin dengan catatan kasus terbanyak di Provinsi Kalimatan Selatan (Kalsel). Per 4 Juni 2020, jumlah kasus Covid-19 di ibukota provinsi tersebut sebanyak 580.
    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim menerangkan, separuh 1.142 jumlah kasus Covid-19 di provinsi ini terjadi di Banjarmasin.
    “Banjarmasin saat ini memiliki kasus lebih dari 50 persen atau sekitar 51 persen,” ujar Muslim di Command Center Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (4/6/2020) sore.
    Baca juga : Lagi, Kalsel Tertinggi Penambahan Kasus Baru se Indonesia Sebanyak 109, Total Orang Terinfeksi Covid-19 Tembus 1.142
    Selain total kasus terbanyak se Kalsel, Banjarmasin dengan jumlah penduduk 447.085 jiwa tersebut hari ini juga terbanyak penambahan kasus baru sebanyak 103. Demikian pula angka kematian Covid-19 terbanyak juga terjadi di Banjarmasin dengan jumlah 78, jauh di atas angka pasien sembuh 25.
    Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 terbanyak kedua terjadi Kabupaten Tanah Bumbu di angka 134. Ketiga Kabupaten Banjar dengan total kasus 116.
    “Kemudian yang kedua adalah dari Kabupaten Tanah Bumbu ada penambahan 1 dari 133 menjadi 134 atau saat ini presentasi kasus sebanyak 11,73 persen,” sebut Muslim.
    Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
    Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
    Editor : Amran