Tag: Covid-19

  • Selama Dua Pekan, Kodim 1001/Amt- Blg Akan Pantau Mesjid dan Objek Wisata

    Selama Dua Pekan, Kodim 1001/Amt- Blg Akan Pantau Mesjid dan Objek Wisata

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Kodim 1001 Amuntai/Balangan selama dua pekan ini akan memantau pelaksanaan Sholat Jum’at di Mesjid Raya At Taqwa Amuntai dan mesjid besar lainnya di semua kecamatan, termasuk aktivitas di lokasi wisata Candi Agung dalam rangka penegakan disiplin protokol cegah Covid-19.

    “Kodim 1001 Amuntai membentuk Sub Satuan Tugas yang terdiri dari anggota Kodim dan Koramil, bersama dengan Tim Gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, Dinkes, Dishub dan lainnya akan melaksanakan operasi ini,” ujar Pasi Ops Dim 1001 Amuntai Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto.

    Baca juga : Personil Polres HSU Dan Polsek Jajaran Serentak Bagikan Bansos Tahap II

    Dikatakannya, operasi penegakan disiplin protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19 dilaksanakan selama 14 hari.

    Dan sesuai komando dan arahan dari Panglima TNI, pihaknya akan memantau lokasi-lokasi publik dan keramaian dalam rangka kesiapan penerapan pola kehidupan baru (new normal) di masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

    “Khusus Jum’at kita pantau penegakan disiplin protokol kesehatan cegah Covid-19 pada pelaksaan Sholat Jum’at dan libur Sabtu dan Minggu di kawasan objek wisata seperti Candi Agung dan tempat rekreasi,” terangnya.

    Sebelumnya Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi ketika menjadi inspektur gelar pasukan dalam rangka pembentukan substagas Kodim 1001 di halaman Makodim, mengapresiasi terbentuknya Subsatgas penegakan disiplin protokol cegah penyebaran Covid-19.

    “Semoga hadirnya subsatgas TNI ini dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dan lebih siap menjalani kehidupan baru atau New Normal,” kata dia.

    Ia juga berharap personil yang tergabung di Sub Satgas dan Tim Gabungan lainnya juga berkerja dengan mematuhi protokol kesehatan serta sesuai SOP yang berlaku. (doni)

    Editor : Akhmad

  • Satu PDP Covid-19 Balangan Meninggal Dunia

    Satu PDP Covid-19 Balangan Meninggal Dunia

    PARINGIN, klikkalsel.com – Kabar duka kembali terjadi di Balangan, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Balangan meninggal dunia di RSUD Balangan, Rabu (3/6/2020).
    PDP yang meninggal itu berasal dari Kecamatan Paringin. Dan sebelum dinyatakan reaktif Rapid test, terakhir dirawat di RSUD Balangan dengan keluhan batuk dan sesak nafas.
    Direktur RSUD Balangan, dr Ferry menyatakan, PDP yang meninggal tersebut masuk RSUD Balangan di ruangan IGD sejak 26 Mei 2020 dan setelah dilakukan observasi dipindahkan ke ruangan isolasi pada 27 Mei 2020.

    Baca juga : Hj Nursidah Anhsaruddin Monitoring Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni

    “Pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.15 WIB dan dimakamkan segera sesuai standar penanganan Covid-19 ,” jelas dr Ferry kepada awak media.
    “Memastikan terkontaminasi Covid-19, sampel swab yang bersangkutan sudah dikirim ke laboraturium Banjarbaru,” katanya.
    Juru Bicara Gugus Tugas  Covid 19 Kabupaten Balangan, Erwan Mega, menyatakan Riwayat PDP yang dinyatakan meninggal tersebut , bestatus karyawan perusahaan tambang, sebelumnya yang bersangkutan ada melakukan perjalanan ke kabupaten HSU dengan alasan kegiatan keagamaan.
    “Sementara kita nunggu hasil Swab yang sempat kita kirim, dan langkah lain kita akan melakukan pengecekan keluarga dan teman  yang kontak denga yang bersangkutan,” sebutnya.
    PDP yang meninggal dunia tersebut dimakamkan di pemakaman di Kecamatan Juai dengan prosedur Covid-19.
    Tracking Kontak PDP Meninggal, 5 Rekan Kerja Reaktif Rapid Test
    Menindaklanjuti satu PDP yang meninggal itu, tim gugus tugas Covid 19 Kabupaten Balangan langsung melakukan penelusuran orang dekat yang bersangkutan .
    Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Balangan, Erwan Mega menyatakan, pihaknya telah melakukan rapid test kepada rekan kerja yang bersangkutan dan hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif.
    “Rekan kerja pasien PDP yang meninggal tersebut, yang sering kontak saat berangkat kerja satu Bus milik perusahaan tambang mendapatkan 5 orang reaktif dari hasil Rapid test,” beber Erwan.
    Dari hasil tersebut, pihaknya, lanjut Erwan, langsung melakukan isolasi mandiri kepada rekan kerja yang hasilnya reaktif dan kemudian akan dilakukan uji swab untuk memastikan positif atau negatif Covid-19. (fitri)
    Editor : Akhmad
  • Rapid Test Reaktif, 8 Karyawan RSUD Balangan Jalani Isolasi Mandiri

    Rapid Test Reaktif, 8 Karyawan RSUD Balangan Jalani Isolasi Mandiri

    PARINGIN, klikkalsel.com – Sebanyak 485 pegawai medis dan karyawan RSUD Balangan dilakukan Rapid Test, hasilnya ada 8 karyawan RSUD Balangan dinyatakan reaktif dan menjalani isolasi atau karantina.
    Sembari menjalani isolasi mandiri, 8 karyawan itu akan dilakukan tes swab untuk memastikan terinfeksi Covid-19 atau tidak.
    Baca juga : Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh
    Direktur RSUD Balangan, dr Ferry saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/20202) membenarkan, rapid test yang dilakukan pada 2 Juni 2020, ada 8 pegawai medis yang hasilnya reaktif.
    “Mereka yang reaktif ini kita minta karantina mandiri, sambil menunggu proses tes swab dan hasilnya,” katanya.
    dr Ferry menjelaskan, meski hasil rapid tes dinyatakan reaktif tidak berarti 8 karyawan itu positif covid-19. Apalagi,8 karyawan itu sebagian besar tenaga medis dan status mereka masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).
    “Saat ini kondisi mereka baik. Tidak merasakan keluhan dan dalam kondisi sehat,” ujarnya.
    Dikatakannya, Rapid Test tenaga medis ini merupakan upaya untuk memastikan kondisi tenaga medis yang berhadapan langsung menangani pasien Covid-19, juga memastikan kondisi kesehatan tenaga medis agar tetap terjaga, biar tetap maksimal membantu penanganan Covid-19 di Kabupaten Balangan.
    Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Balangan, Erwan Mega menyatakan, gugus tugas terus melakukan pemeriksaan melalui uji Rapid test dan sampai saat ini terus berjalan.
    Dari laporan terakhir hasil Rapid test Kamis (4/6/2020), ada 93 orang hasilnya reaktif ditambah 2 orang tenaga kesehatan puskesmas, 2 orang dari Dinkes dan 8 tenaga kesehatan RSUD Balangan.
    “Dari data sementara totalnya ada 105 orang hasilnya reaktif Rapid Test, dan masih menunggu laporan dari beberapa Puskesmas hasil rapid test mereka yang belum masuk,” bebernya
    Dari hasil rapid, kata Erwan, sementara ini akan dilakukan pemilah status yang mana akan dimasukkan dengan status PDP dan ODP dilihat dari kondisi kesehatan mereka. (ifit)
    Editor : Akhmad
  • Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh

    Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh

    BANJARMASIN, klikkalsel.com– Tingginya kasus Covid-19 di Banjarmasin, membuat sejumlah rumah sakit rujukan tidak lagi mampu menampungnya, hal tersebut juga terjadi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
    Sebab, RS milik Pemko Banjarmasin itu hanya memiliki 11 bed untuk ruang isolasi. Sedangkan kelebihan pasien ditempatkan di Ruangan khusus yang berada di IGD.

    Baca juga : Hj Nursidah Anhsaruddin Monitoring Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni

    Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr Sukotjo Hartono, menyampaikan, ruang isolasi RSUD Sultan Suriansyah penuh itu diisi pasien RSUD Sultan Suriansyah, dari Puskesmas, dan ada rujukan dari rumah sakit lain.
    “Ada dua pasien sementara ditempatkan di ruangan tertutup yang berada di IGD RSUD Sultan Suriansyah,” ujarnya, Kamis (4/6/2020).
    Sementara Kabid Pelayanan Medis RSUD Sultan Suriansyah, dr Hj Asma’ul Husna memastikan, pasien yang berada di ruangan khusus di IGD tersebut akan dijaga dengan baik serta dipastikan tak keluar dari ruangan itu.
    “Karena petugas yang berjaga terus memantau kondisi dari pasien itu, dan di depan juga ada petugas keamanan yang berjaga,” jelasnya.
    Dikatakannya, dua pasien tersebut status Rapid Diagnostic Test (RDT) reaktif.
    “2 pasien ini tidak bisa lagi kita tempatkan di ruang isolasi, karena mau dirujuk ke RSUD Ulin juga kepenuhan,” tuturnya.
    Ia menjamin, pasien dilayani dengan sangat baik maupun asupan vitaminnya.
    “Setiap hari kita lakukan pengecekan kesehatan dan juga asupan obat serta vitamin selalu kita berikan,” tandasnya. (fachrul)
    Editor : Akhmad
  • Dua Bersaudara Positif Covid-19, Tak Miliki Riwayat Perjalanan ke Luar Daerah

    Dua Bersaudara Positif Covid-19, Tak Miliki Riwayat Perjalanan ke Luar Daerah

    TANJUNG, klikkalsel.com – Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengungkapkan, dua bersaudara yang dinyatakan positif virus corona pada, Rabu (3/6/2020) kemarin, tidak ada memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.
    Namun belakangan diketahui, sang kakak merupakan warga Kabupaten Kotabaru dan berprofesi sebagai seorang guru.
    Sang kakak datang ke Tabalong sejak tiga bulan yang lalu untuk menemui adiknya dan sejak saat itu tidak pernah ke mana-mana lagi.
    Baca juga : Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh
    “Pasien ini tiga bulan sudah tidak ke mana-mana di Tabalong saja, dia seorang guru di Kotabaru, yang adik KTP Tabalong, dia mahasiswa dia juga gak ke mana-mana di Tabalong aja,” kata Taufiq saat ditemui awak media di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, Kamis (4/6/2020).
    Taufiq menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui dimana kedua bersaudara tersebut terpapar virus corona. Sebab menurutnya, perlu waktu yang cukup panjang untuk mengetahui hal tersebut.
    “Pasien masih kami suruh mengingat-ingat, jangan-jangan dia mungkin lupa, karena yang tau semua yang bersangkutan. Jadi kalau masalah dia terjangkit darimana masih kita cari tau,” tutur Taufiq.
    Sementara itu, dari hasil tracking terhadap orang-orang disekitar kedua bersaudara tersebut, Taufiq menyebutkan, ada empat orang yang pernah kontak langsung.
    Empat orang tersebut yakni, tiga anak dan suami dari sang kakak. Ketiga anaknya sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. Sementara suaminya dinyatakan reaktif dan sudah menjalani swab test.
    “Yang suami reaktif, sudah kita swab. Tinggal kita menunggu hasil swabnya, dia diisolasi mandiri dirumahnya,” jelas Taufiq.
    Dikabarkan sebelumnya, terjadi dua penambahan kasus positif virus corona pada, Rabu (3/6/2020) kemarin. Yang mana pasien merupakan dua bersaudara, laki-laki berusia 23 tahun dan perempuan berusia 40 tahun.
    Keduanya bertempat tinggal di Komplek Sukamaju, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak dan saat ini tengah dirawat di Pusat Isolasi RS Tanjung lama.(arif)
    Editor : Amran
  • Tidak Ada Alokasi Anggaran untuk Bantuan PSBK

    Tidak Ada Alokasi Anggaran untuk Bantuan PSBK

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pos Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBK) di lingkungan RT maupun komplek mulai bermunculan di Banjarmasin.
    Walau PSBK itu untuk mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, namun dipastikan tidak anggaran dana dari Pemko Banjarmasin untuk PSBK.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Banjarmasin HM Hilmi menyatakan, tidak ada alokasi anggaran bantuan keuangan untuk PSBK.
    “Semestinya memang ada bantuan, tapi kita tidak ada alokasi anggarannya,” kata dia, usai rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Banjarmasin, Rabu (3/6/2020).
    Sebab, kata dia, PSBK sangat bagus untuk mendukung pemerintah dalam upaya menumbuhkan kesadaran warga untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
    “Seperti PHBS, penggunaan masker saat ke luar rumah dan PSBK itu tujuan agar masyarakat sadar pentingnya mencegah Covid-19,” ujarnya.
    Oleh karena itu, Hilmi berupaya, mengusulkan ada bantuan dana untuk PSBK di bagian keuangan. “Kita lihat dulu aturannya, kalau memungkinkan bisa saja ada alokasi anggaran untuk bantuan PSBK warga tersebut,” sebutnya. (farid)
    Editor : Amran
  • PT Pamapersada Nusantara Distrik Adaro Sumbang APD untuk Penanganan Covid-19 di Tabalong

    PT Pamapersada Nusantara Distrik Adaro Sumbang APD untuk Penanganan Covid-19 di Tabalong

    TANJUNG, klikkalsel.com – PT Pamapersada Nusantara Distrik Adaro menyalurkan bantuan sejumlah alat pelindung diri (APD) kepada Tim Gugus Penanganan Percepatan (P2) Covid-19 Kabupaten Tabalong.
    Bantuan yang diserahkan berupa, drum tangki cuci tangan lima buah, ember cuci tangan 10 buah, kursi tempat ember cuci tangan 10 buah, masker kain 500 lembar, masker N95 200 lembar, hand sanitizer dan hand sop 30 botol, dan vitamin.
    Bantuan diserahkan CSR Manager PT Pamapersada Nusantara, Ono Karno yang diterima langsung Wakil Bupati Tabalong, Mawardi, selaku Wakil Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Tabalong di Halaman Kantor Sekretariat Daerah setempat, Rabu (3/6/2020).
    CSR Manager PT Pamapersada Nusantara, Ono Karno mengatakan, bantuan tersebut bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Sarabakawa.
    “Corona di Tabalong belum berakhir walaupun data menunjukkan penurunan, namun intinya kita semua harus tetap waspada,” ujarnya.
    Penyaluran bantuan APD oleh PT Pamapersada Nusantara Distrik Adaro. (foto : arif/klikkalsel)
    Dia berharap, agar semua pihak bersama-sama bahu membahu untuk menanggulangi Covid-19 ini sehingga di Tabalong agar tidak ada penambahan kasus lagi.
    “Tetap laksanakan protokol kesehatan dan juga kesadaran tiap individu untuk mencegah covid-19 ini sangat diperlukan supaya wabah ini cepat berakhir,” katanya.
    Selain menyalurkan sejumlah APD, PT Pama juga turut memberikan bantuan kepada 35 UMKM binaanya yg terdampak Covid-19. Masing-masing UMKM mendapat bantuan sebesar Rp1juta.
    Sementara, Wakil Bupati Tabalong, Mawardi, mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh PT Pamapersada Nusantara Distrik Adaro.
    Ia berharap, bantuan seperti ini bukan yang terakhir dan terus berkelanjutan.
    “Karena perlu disadari bersama bahwa virus ini belum berakhir oleh karena itu bantuan yang diberikan sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan tenaga medis di Tabalong,” ucap dia.
    Dalam kesempatan itu, Mawardi juga berpesan kepada seluruh stekholder dan masyarakat di Bumi Sarabakawa untuk tetap berusaha mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona.
    “Kita selalu berusaha dan berdo’a semoga penyebaran virus ini di banua Tabalong maupun Indonesia cepat berakhir. Dan mudah-mudahan pemberian bantuan ini juga dapat di ikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Tabalong untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” tandasnya. (arif)
    Editor : Akhmad
  • Hati-hati Gunakan Anggaran Covid-19, Ketua Komisi IV : Sanksinya Lebih Kejam dari Korupsi Biasa

    Hati-hati Gunakan Anggaran Covid-19, Ketua Komisi IV : Sanksinya Lebih Kejam dari Korupsi Biasa

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Anggaran penanganan Covid-19 salah satunya dialirkan untuk bantuan sosial kepada warga.
    Nah untuk mengetahui penyerapan dan realisasinya, Komisi IV DPRD Banjarmasin melakukan rapat evaluasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Bamjarmasin, di ruang Komisi IV Dewan Banjarmasin, Rabu (3/6/2020).
    Usai rapat, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali menilai, serapan anggaran Covid-19 yang ada di Dinsos dan BPPD cukup bagus.
    “Untuk BPPD Banjarmasin anggaran Covid-19 yang tersisa diantaranya Rp7 miliar, tapi itu untuk pembayaran insentif petugas Covid-19 di kelurahan dan kecamatan yang belum terbayarkan, karena terkendala SPJ” ujar dia.
    Sementara untuk Dinsos penggunaan anggaran hampir rampung semua. Dari dana Rp18,2 miliar dianggarkan untuk 49.257 warga terdampak Covid-19.
    “Saat ini di Dinsos, anggaran tersisa Rp960 juta dan bantuan belum tersalurkan sebanyak 2.700 paket,” katanya.
    Sekretaris DPD Partai Golkar Banjarmasin ini, mengingat pengguna anggaran Covid-19 agar hati-hati. “Kalau ada penyimpangan sanksi lebih kejam dari korupsi biasa. Jadi hati-hati pembuatan laporannya,” ingatnya.
    Kepala Dinsos Banjarmasin Iwan Ristianto mengatakan, dari 52 ribu yang disiapkan sudah tersalurkan 49 ribu sekian. Jadi, ada sisa anggaran untuk bantuan sebanyak 2.700 KK.
    “Anggarannya ada di kas daerah Banjarmasin,” katanya.
    Sementara, kata dia, untuk bantuan sosial yang disalurkan instansinya ada tiga sumber dana, yakni APBN, bantuan Pemprov dan APBD Banjarmasin.
    Kepala BPPD Banjarmasin HM Hilmi mengatakan, ada sisa Rp18 miliar anggaranya instansinya, namun alokasi penggunaan sudah tapi belum dibayarkan.
    “Salah satunya untuk insentif petugas Covid-19 kelurahan dan kecamatan yang seharinya Rp100 ribu. Insentif tersebut akan dicairkan setelah SPJ,” katanya. (farid)
    Editor : Amran
  • Apresiasi Pos Kampung Sehat Banua, Wakil Rakyat Minta Pemko Berikan Bantuan Anggaran

    Apresiasi Pos Kampung Sehat Banua, Wakil Rakyat Minta Pemko Berikan Bantuan Anggaran

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Selain dari Kapolresta Banjarmasin, apresiasi terhadap berdirinya Kampung Sehat Banua turut diberikan Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah.
    Menurutnya, kegiatan yang dimotori Camat dan Kapolsek Banjarmasin Timur serta Lurah Banua Anyar dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dari bawah tersebut, dapat menjadi ikhtiar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
    “Kita patut gembira dan bangga atas kesediaan masyarakat untuk menjadi relawan yang mengelola pos ini secara swadaya,” ujarnya.
    Baca juga : Resmikan Pos Kampung Sehat Banua, Kapolresta Banjarmasin Apresiasi Partisipasi Masyarakat Tekan Covid
    Untuk itu, ke depan ia, selaku anggota dewan akan meminta Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menganggarkan bantuan di titik pos-pos seperti ini yang ada di Banjarmasin.
    “Paling tidak untuk membantu operasional mereka,” ujar pria yang kebetulan berdomisili di Kelurahan Banua Anyar tersebut. (david)
    Editor : Akhmad
  • PSBB Berakhir, PSBK jadi Ujung Tombak Memutus Mata Rantai Covid-19

    PSBB Berakhir, PSBK jadi Ujung Tombak Memutus Mata Rantai Covid-19

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) tetap menimbulkan penambahan kasus positif Covid-19 di Banjarmasin. Sekarang sejumlah lingkungan lingkup RT bermunculan Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBK).
    Ketua Fraksi PKB DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia menilai, penerapan PSBK sangat bagus.
    “Karena kalau PSBB bertambah banyak, maka
    PSBK bisa jadi ujung tombak memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa (3/6/2020).
    Ia yakin, PSBK tersebut tak akan menimbulkan konflik dan bakal memunculkan kesadaran warga untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.
    Mengingat, PSBK hanya mewajibkan warga luar menggunakan masker untuk masuk. “Kalau tanpa masker akan ditahan. Kalau bisa di pos PSBK itu juga disiapkan tempat cuci tangan dan Thermo gun,” ujarnya.
    PSBK yang dilaksanakan relawan itu tidak ada bantuan dana dari pemerintah yang digelontorkan, jadi perlu dapat dukungan dari pemerintah.
    “Saya yakin kalau perangkat RT, Lurah, dan Pemko ada kekompakan dan sama-sama mensukseskan PSBK untuk memutus Covid-19. Maka bentrokan antar warga tak akan terjadi,” sebutnya.
    Hal senada dikatakan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Banjarmasin Hari Kartono, menurutnya, ada PSBK bakal cepat memutus mata rantai Covid-19, sebab pembatasan sosial dipersempit ruang lingkupnya.
    Dukungan pemerintah agar PSBK berjalan efektif diharapkan dapat membantu peralatan deteksi dini Corona, seperti alat cek suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan dan masker. “Mudahan dengan adanya PSBK memperkecil pertumbuhan Corona dan selesai Coronanya,” pungkasnya. (farid)
    Editor : Amran