Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Kadinkes Banjarmasin : Ini untuk Melindungi

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus positif Covid-19 di Banjarmasin kembali meroket, bahkan menjadi temuan kasus terbanyak se Indonesia untuk hari ini, Kamis (4/6/2020).
Total jumlah kasus terkonfirmasi positif yang disumbangkan Banjarmasin hari ini sebanyak 103 kasus atau total keseluruhan untuk Provinsi Kalsel yakni sebanyak 580 orang yang positif.
Dari peningkatan ini juga, seluruh kelurahan yaitu 52 kelurahan yang ada di Banjarmasin menjadi zona merah.
Baca juga : Lagi, Kalsel Tertinggi Penambahan Kasus Baru se Indonesia Sebanyak 109, Total Orang Terinfeksi Covid-19 Tembus 1.142
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, mengatakan tingginya peningkatan kasus Covid-19 di Banjarmasin justru berucap, itu kata dia, artinya upaya yang dilakukan GTPP Covid-19 di Banjarmasin bisa dibilang berhasil.
“Karena prinsip dinas kesehatan adalah mencari dan menemukan kasus sebanyak banyaknya agar sedini mungkin kita dapat melindungi orang-orang yang terinfeksi itu dan menjaga orang-orang yang masih sehat,” ujar Machli.
Baca juga : 50 Persen Lebih Kasus Covid-19 di Kalsel, dari Zona Banjarmasin
Temuan kasus positif Covid-19 sebanyak 103 hari ini, disampaikan Machli adalah hasil swab massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin beberapa waktu lalu di halaman Dinas Kesehatan Banjarmasin.
“Iya itu hasil swab massal yang kita lakukan kemarin di Dinas Kesehatan, hasil dari tracking seluruh Puskesmas yang ada,” ucapnya.
Sebagai upaya melindungi seperti yang disampaikan Machli Riyadi tadi, maka upaya tracking, rapid test dan swab massal akan terus dilakukan secara selektif.
“Nanti Sabtu kami akan melakukan swab massal lagi,” tuturnya.
Kemudian dengan tingginya kasus ini, bisa dipastikan sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah karantina di Banjarmasin akan penuh, dan apabila penuh, menyikapinya seperti apa yang disampaikan Machli Riyadi orang yang memiliki indikasi Covid-19 atau hasil rapid test reaktif, direkomendasikan untuk karantina secara mandiri.
“Kalau rumah karantina tidak cukup, kita rekomendasikan mereka yang OTG positif untuk karantina di rumah dengan protokol kesehatan, dan meminta warga sekitar serta Babinsa dan Babinkamtibmas untuk ikut mengawasinya,” tandas Dr Machli Riyadi.(fachrul)
Editor : Amran