Penambahan Alat RT PCR, Kasus Covid-19 di Kalsel Diharapkan Semakin Cepat Terdeteksi

Pengambilan sampel untuk pemeriksaan swab yang dilakukan di Halaman Dinas Kesehatan Banjarmasin.
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus terkonfirmasi positif di Banjarmasin, masih belum ada penurunan, beberapa hari terakhir Ibukota Kalimantan Selatan ini menjadi penyumbang orang yang terkonfirmasi positif di rumah sakit rujukan Covid-19.
Tingginya kasus tersebut menyusul tibanya alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) untuk pemeriksaan hasil swab di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD dr H Moch Ansari Saleh.
Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, mengatakan bahwa alat RT PCR tersebut memang telah tersedia di dua RSUD, dan kabar itu didapatkannya dari Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie dan Wakil Ketua Harian, Hanif Faisal Nurofiq.
Baca Juga : Pelaksanaan Ibadah Jumat, Masjid Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
“Ada tambahan dua alat RT PCR, dan minggu ini akan diseting di RSUD Moch Ansari Saleh karena masih menunggu teknisinya dari Jakarta,” ujar Machli.
Selain itu ujar Machli, adanya bantuan dari Pemrov Kalsel, RT PCR itu nanti menurutnya pemeriksaan swab bagi warga yang hasil Rapid Testnya reaktif, bisa langsung ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh, dan tidak perlu lagi mengirim ke Laboratorium di Banjarbaru.
Hal senada juga disampaikan Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr Sukotjo Hartono, bahwa memang benar alat RT PCR akan segera tersedia di Banjarmasin.
Bantuan RT PCR untuk Banjarmasin tersebut menurutnya sangatlah membantu, karena untuk kondisi saat ini laboratorium yang berada di Banjarbaru sedang overload untuk melakukan pemeriksaan sample swab tersebut.
“Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 itukan dengan PCR, dan untuk menyatakan kesembuhan juga dengan PCR itu juga, nah maka dengan adanya alat PCR di Banjarmasin itu sangat membantu, karena kita tau kondisi pemeriksaan di Laboratorium Banjarbaru sedang overload. Jadi yang seharusnya menunggu hasil laboratorium 5 hari, menjadi molor hingga 1 minggu lebih, bahkan ada yang sampai 2 minggu” jelasnya.
Kondisi keterlambatan karena kelebihan pemeriksaan PCR tersebut juga yang menurutnya memperlambat proses pemulangan pasien yang dinilai kondisi klinisnya sudah membaik.
“Hal itu sangat berpengaruh dengan kepulangan pasien, karena ada pasien yang sudah membaik, kondisi klinisnya bagus, tetapi karena hasil PCR belum keluar terpaksa masih harus menerima perawatan,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran