Jumat, Januari 21, 2022

Debit Air Meluap, HST Kembali Alami Banjir Yang Ketiga Dalam Satu Bulan

BARABAI, klikkalsel.com – Sejumlah ruas jalan dan pemukiman yang berada di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali digenangi luapan air. Akibatnya, sebagian akses jalan tidak bisa dilewati, serta masyarakat yang berada di bantaran sungai sudah mulai mengamankan barang-barang untuk bersiap mengungsi.

Peristiwa banjir tersebut merupakan yang ketiga kalinya dialami Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada November 2021 atau banjir yang ke empat kalinya dalam periode satu tahun terakhir.

Meluapnya air tersebut, diperkirakan akibat dari hujan yang mengguyur Bumi Murakata sekitar sepuluh jam sejak tadi malam hingga pagi hari. Selain itu, pendangkalan sungai, tumpukan sampah yang mengalangi aliran air, serta normalisasi sungai yang tak berjalan maksimal juga turut berperan dalam banjir tersebut.

Menurut, Rusdi, warga Jalan Munti Raya RT 4, Kelurahan Barabai Darat Jum’at (26/11/2021) sore, debit air saat ini sudah mencapai lutut dan masih terus meninggat secara perlahan. Ia bersama keluarga pun sudah mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Barang-barang sudah kita naikan ke atas meja. Jika masih meningkat, sesegeranya tikar akan kami lipat dan kembali mengungsi ke Aula SMAN 1 Barabai,” tuturnya.

Lebih lanjut, dengan adanya banjir tersebut segala aktivitas masyarakat pun turut terhambat dan tidak bisa bekerja, karena harus berjaga dan mengamankan barang-barang.

“Sebenarnya, kalau rumah berloteng lebih aman. Namun, karena tidak ada biaya untuk itu, siap-siap saja mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga : Kedapatan Miliki Sabu, Tiga Warga HST Diringkus Jhon Lee Cs

Baca juga: Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

Sementara itu, Rahmawati, warga Jalan Hevea RT 7, Kelurahan Barabai Darat juga turut merasakan hal yang sama dengan rumah tergenang.

Lebih lanjut, ia pun mengaku sudah lelah dengan masuknya sisa banjir di dalam rumah dan melakukan bersih-bersih rumah secara berulang-ulang.

“Balum karing lancat, belancat pulang,” ucapnya.

Selain itu, ia pun turut merugi dengan sepeda motor terendam, ternak mati, serta tidak dapat bekerja, tersita habis waktunya untuk menjaga rumah dan melakukan bersih-bersih.

“Semoga Pemerintah bisa segera menangani banjir ini,” tuturnya.

Hingaa saat ini, sejumlah ruas jalan di Kota Barabai serta pemukiman yang berada di Munti Raya, Pedawangan, Hevea, Kampung Kadi, dan berbagai wilayah lainnya masih tergenang air dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan hingga selutut orang dewasa.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Kamis (18/11/2021) menggelar Press Confrence di Kantor Sekretaris Daerah HST, terkait penanggulangan banjir yang diakui masih belum maksimal ditangani di daerahnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah melaporkan upaya-upaya yang sudah dilakukan dan rencana kedepannya terkait menanggulangi bencana banjir yang pada tahun 2021.

Pj Sekda HST Muhammad Yani menyampaikan, secara umum Kabupaten HST tutupan lahannya drastis berkurang. Menurutnya, dari data satelit menyatakan pada tahun 2017 tutupan lahan HST sekitar 61 persen, kemudian di update pada awal 2020 menyisakan 38 persen.

“Jadi ada sekitar 21 persen tutupan lahan HST yang hilang dalam kurun waktu 3 tahun. Ini sangat penting untuk kita semua perlu menjadi titik perhatian,” bebernya.

Menurutnya, berkurangnya tutupan lahan tersebut salah satunya disebabkan adanya ilegal loging yang terus terjadi. Sehingga, hal tersebut menjadi penyakit pada kawasan daerah hulu sungai Pegunungan Meratus HST.

“Ini jadi tantangan bagi kita semua, terkait hal itu kewenangannya ada di Pemprov dan Pusat. Penyadaran bagi kita semua untuk bersama-sama promosikan dengan menjaga hutan dan tanaman kita bisa aman,” ucapnya.

Setelahnya, Pemerintah akan mengupayakan penuntasan banjir. Hingga saat ini, PT Adikarya sedang bekerja untuk penanganan sungai dan kanal banjir sepanjang 15 km yang tertangani tahun ini, dan masih menyisakan 5 km lagi di daerah hilir sungai Barabai.

“Hilir sungai Barabai ini agak rawan, karena terjadi tumpukan sampah yang harus segera dibersihkan. Sehingga kecepatan turun air ini sangat berkurang,” tambahnya.

Yani menuturkan, penuntasan banjir ini tidak bisa kita tangani secara sendiri oleh Pemkab HST saja, tentunya ada Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat pula dalam penanganannya. Terlebih untuk sungai kewenangannya ada di Balai Sungai Pusat, maka dari itu kita sudah menuguslkan ke Balai Sungai terkait pembersihan itu dan semoga bisa masuk di 2022.

Selain itu, untuk program jangka pendek menurutnya sudah berjalan, dengan melakukan simulasi titik-titik bencana, titik aman, sistem peringatan dini tentang volume air tinggi yang disebar di Desa Alat, Titian Musang dan Batang Alai dengan berdasarkan pengalaman Januari silam.

Kemudian, untuk program jangka menengah yakni penetapan lokasi untuk kolam regulasi di Mandingin yang semoga di 2022 ketika tanahnya sudah siap bisa dikerjakan. (dayat)

 

Editor : Akhmad

Related Articles

Trending

Terbaru

TOPIK POPULER

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
28,880PengikutMengikuti
630PelangganBerlangganan