Banjarmasin

Beternak Cupang, Bisnis Menggiurkan Ditengah Pandemi Corona

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ikan hias Cupang atau yang bernama latin Betta memiliki banyak penggemar, baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Warna yang indah dan gerakan ekor yang menarik membuat ikan ini terus diburu oleh kolektor. Apalagi kini jenis ikan cupang pun sangat bervariasi, dari Cupang Koi, Halfmoon, Plakat, Double Tail, Big Ear, Fancy dan beberapa jenis lain.
Baca juga : Tanggal 18 Gaji ke-13 Cair, Sekda Terima Paling Besar
Peluang ini ditangkap oleh Khairil Anwar warga Jalan Pengambangan Kelurahan Banjarmasim Timur untuk dijadikan lahan pemasukan.
Sejak dua tahun lalu, dengan memanfaatkan garasi kecil di samping rumahnya, ia memulai bisnis beternak ikan cupang. Uang jutaan rupiah berhasil diraupnya dari bisnis yang membutuhkan ketekunan ini.
“Awalnya dulu saya hanya punya tiga pasang ikan, saya ternak hingga menghasilkan ratusan ikan cupang yang siap jual,” ujarnya, Rabu (12/8/2020).
Menurutnya, beternak cupang itu gampang-gampang susah. Ketelitian dan ketekunan tinggi hanya dibutuhkan saat proses pemijahan hingga proses pembesaran burayak (anak ikang cupang). Namun saat mulai dewasa ikan cupang tidak membutuhkan perawatan ekstra. Peternak ujarnya hanyaharus memperhatikan pemberian pakan dan pergantian air yang rutin.
Rata-rata ujarnya ikan cupang jantan kategori biasa berkisar diharga Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Namun jika ikan berkualitas tinggi harga bisa sampai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu perekornya.
Meski tidak mau menyebutkan angka pasti, ia mengaku paling tidak dua ikan berhasil dijual tiap harinya dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
“Harga tergantung warna, ukuran dan performa ikan. Semakin unik warnanya maka biasanya harganya akan semakin mahal,” terangnya.
Untuk masalah pemasaran ujarnya, ia memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Saat kolektor tertarik dengan ikan yang di postingnya, maka para kolektor itu dengan sendirinya akan menghubungi dirinya. Saat harga telah disepakati maka biasanya para kolektor akan mendatangi rumahnya untuk mengambil ikan, namun jika kolektor berada diluar daerah maka ikan akan dikirim melalui jasa ekspedisi.
Disaat semua bisnis melemah dimasa Pandemi Corona, Khairil menyebutkan bisnis ikan cupang tidak terpengaruh dan berjalan seperti biasa. Bahkan dikatakannya bila dicari bisnis yang cocok untuk kondisi ini, maka bisnis beternak cupang lah yang paling tepat.
“Kerjaannya dirumah saja, tidak perlu keluar rumah. Sangat pas saat Corona gini,” ujarnya berseloroh.
Ketika ditanya kendala, ia mengaku tidak banyak kendala dihadapi dalam beternak cupang.
“Paling-paling kita butuh wadah yang banyak untuk menampung anakan cupang yang sudah mulai besar. Karena kalo digabung mereka akan berkelahi dan menyebabkan tubuh serta ekornya rusak. Kalo masalah pakan, biasanya saya mencari sendiri jentik nyamuk atau kutu air diselipkan,” jelasnya.
Meski tidak menggantungkan pemasukan dari ikan cupang untuk membiayai keluarganya. Namun Khairil menegaskan bahwa bisnis beternak cupang mampu memberikan tambahan pemasukan yang lumayan.(david)
Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top