BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (15/6/2026), masih terus berlangsung meski sempat diguyur hujan gerimis dan telah dilakukan dialog dengan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa dari Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) turut menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terhadap kondisi sosial serta ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.
Saat berorasi di hadapan anggota DPRD yang menemui massa, perwakilan mahasiswa meminta para wakil rakyat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Menurutnya, kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini jauh berbeda dengan gambaran yang disampaikan pemerintah. Ia menilai masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan, mulai dari tidak memiliki pekerjaan tetap, tempat tinggal yang layak, hingga akses pendidikan yang memadai.
“Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki pekerjaan, bahkan tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya,” tegasnya saat menyampaikan orasi.
Mahasiswa juga menyoroti berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Baca Juga : BEM se-Kalsel Gelar Aksi di DPRD Kalsel, Soroti Kenaikan BBM dan Kondisi Ekonomi Rakyat
Baca Juga : Didemo Mahasiswa dengan Berbagai Isu, Gubernur H. Muhidin Tegaskan Pemprov Kalsel Tidak Anti Kritik
Dalam orasinya, ia menyebut pemerintah terlalu fokus pada kepentingan tertentu tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.
Selain persoalan ekonomi, massa aksi turut mengkritik kinerja DPRD Kalsel dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Mereka menyinggung sejumlah persoalan fasilitas umum yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius, seperti kondisi jalan rusak di berbagai daerah serta fasilitas publik yang rusak akibat banjir besar tahun 2021 dan hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.
“Dengarkan kami, Pak. Untuk apa bapak semua duduk menjadi dewan perwakilan rakyat kalau tidak bisa mewakili rakyat,” serunya di hadapan Wakil Rakyat tersebut.
Dialog yang berlangsung antara mahasiswa dan perwakilan DPRD berjalan cukup alot. Namun, diskusi tersebut belum menghasilkan kesepakatan ataupun jawaban yang dianggap memuaskan oleh massa aksi.
Kekecewaan mahasiswa kemudian memicu aksi lanjutan. Sejumlah massa sempat membakar spanduk di badan jalan sebagai bentuk protes. Situasi juga sempat memanas ketika beberapa peserta aksi mencoba masuk ke area gedung DPRD Kalsel.
Hingga berita ini ditulis, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan di sekitar lokasi. (airlangga)
Editor: Abadi





