Banjarmasin

FKIP ULM Sendratasik Angkat Ritual Batumbang Melalui Gelar Seni Tari dan Musik

FKIP ULM Sendratasik Angkat Ritual Batumbang Melalui Gelar Seni Tari dan Musik

BANJARMASIN,klikkalsel.com – Demi melestarikan kearifan lokal di Bumi Lambung Mangkurat agar tak lekang oleh waktu, mahasiswa program studi Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), angkatan 2017 dan 2018 akan menggelar pementasan Sendratasik Berkarya 10 di Aula SMKN 3 Banjarmasin.

Mengangkat tema daerah yakni Batumbang, merupakan tradisi turun temurun masyarakat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang membawa anaknya yang baru berumur sekitar satu tahun dan belum bisa berjalan untuk menginjakkan masjid sebelum menginjakkan kakinya ke bumi.

Muhammad Ridhoni selaku ketua pelaksana Sendratasik Berkarya 10, mengatakan dalam pementasanya Sendratasik 10 mengangkat tema Batumbang dengan karya yang berjudul ‘Pesan 2.100 Detik’. “Rncananya ini akan dilaksanakan pada 13 Maret mendatang di Aula Aula SMKN 3 Banjarmasin yang ditayangan melalui online melalui canel you tube,” katanya pada jumpa pers di Gedung Aula Hasan Bondan FKIP ULM Banjarmasin, Selasa (16/2/2021).

Sementara Sutradara dalam pelaksanaan sendratasik 10, Febridha Pebrina, mengatakan kenapa memberikan judul tersebut karena terispirasi dari budaya Batumbang serta keadaan situasi yang saat ini.

“Dari judul ‘Pesan 2.100 Detik’ bukan hanya gambaran waktu pelaksanaan setiap peserta pentas namun gambaran sang waktu terhadap apa yang terjadi saat ini yang digambar kan dalam pertunjukan seni baik itu teater, tari dan musik Mahasiswa Sendratasik 10,” jelasnya.

Selain itu, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa kalsel memiliki segudang kebudayaan.

“Dengan pergelaran ini setidaknnya bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan kebudayaan lokal di kalimantan Selatan,” tuturnya.

Dalam pertunjukan tersebut akan diikuti oleh peserta diantarannya pemain musiknnya sebanyak 17 orang dan penari dalem pertuntukan sebanyak 24 orang.

“Semester 2018 kebanyak menjadi pelaksanannya, semoga pelaksanaannya nanti berjalan lancar hingga kedepannya mahasiswa-mahasiswa Sendratasik yang mempunyai talenta menjadi seniman yang profesional,”tutupnya.(azka)

Editor : Amran

To Top