HST  

Barabai Masih Terendam, Warga Terpaksa Bertahan di Tempat Pengungsian

Kota Barabai yang masih terendam dengan ketinggian air yang sangat bervariasi. (Foto : Dayat/klikkalsel.com)

BARABAI, klikkalsel.com – Sudah dua hari Kota Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terendam banjir. Mengakibatkan ribuan rumah warga tergenang air dan berbagai aktivitas warga turut terganggu.

Meskipun saat ini sudah mengalami penurunan debit air, warga pun masih memilih tetap bertahan di tempat pengungsian. Dalam pantauan media ini, ketinggian air sangat bervariasi, dari lutut hingga pinggang orang dewasa.

Salah satu warga yang mengungsi Salman Warga Desa Padawangan, Kecamatan Barabai Timur mengaku rumahnya masih terendam dengan ketinggian air sepaha orang dewasa.

Akibatnya, ia bersama warga terpaksa mengungsi di Gedung Instalasi PDAM setempat karena di sana yang lebih tinggi.

“Saat ini kebutuhan yang mendesak adalah air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mengingat Air Bersih dari PDAM yang telah tidak mengalir,” tuturnya, Senin (29/11/2021).

Kemudian, Salman pun turut melakukan peninjauan debit air dan rumahnya yang sedang digenang banjir. Menurutnya, hingga kini rumahnya tersebut masih tidak bisa didiami.

Selain itu, debit air pun terpantau cukup tenang. Sehingga, menurut pemantauannya air yang menggenangi sekitar rumahnya tersebut sangat lambat turun.

Baca Juga : Keluhkan Gatal-gatal, Para Pengungsi Banjir Tak Bisa Tidur

Baca Juga : Air Kiriman Muara Uya, Desa Nawin dan Halong Diserbu Banjir

Salah satu relawan, Hery Punging dari Pahuluan Rescue menuturkan, debit air memang sangat bervariasi. Menurutnya, daerah yang paling parah di Kota Barabai saat ini yakni Pedawangan, Munti Raya, Kampung Kadi, Hevea serta daerah bantaran sungai lainnya.

“Ketinggiannya ada yang sepinggang, selutut, ada yang semata kaki. Kalau daerah bantaran sungai masih dalam hingga sedada orang dewasa,” tuturnya.

Kemudian, untuk warga masih mengungsi di Stadion Murakata atau Gedung Juang ini. Serta, adapula beberapa titik pengungsian lain di Mushola, Mesjid, Sekolah, dan berbagai fasilitas umum yang lebih tinggi seputaran Kota Barabai.

“Untuk aksi kami masih berupaya mengevakuasi warga, suplai atau distribusi logistik di beberapa lokasi terdampak banjir sesuai dengan permintaan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, belum diketahui pasti berapa jumlah warga terdampak banjir, serta jumlah pengungsi pada peristiwa bencana ini.

Meminjam data Polres HST pada Senin (29/11/2021) siang, tercatat ada 3.938 pengungsi yang terdapat pada 20 titik pengungsian se Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Selain itu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini sudah dinyatakan dalam keadaan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama satu pekan. (dayat)

Editor : Akhmad