Banjarmasin Jadi Tuan Rumah CSS XIX

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina di dampingi Sekretaris Daerah, Hamli Kursani dan Direktur Eksekutif AKKOPSI, Capt H Josrizal Zain, saat jumpa pers CSS XIX di Rumah Anno. (foto : fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Pada Hari Jadi (Harjad) ke-493, Banjarmasin akan menjadi tuan rumah untuk City Sanitation Summit (CSS) ke XIX. Dalam gelaran tersebut Banjarmasin akan menjadikan Perusahan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) sebagai objek studi lapangan.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengatakan, CSS merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakam oleh Aliansi Kabupatan Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Dimana pada tahun lalu saat CSS XVIII di Kota Jambi, Kota Banjarmasin diberikan mandat untuk menjadi tuan rumah CSS XIX, yang nanti akan dilaksanakan pada 23 September 2019.

Ia juga mengungkapkan, adanya CSS, karena menurutnya isu Sanitasi tersebut sangat penting bagi kota/kabupaten, pasalnya permasalahan sanitasi tidak berdiri sendiri.

Oleh sebab itu harus adanya infrastruktur yang harus disiapkan baik saluran limbah, air limbah itu sendiri dan juga terkait dengan pengelolaan sampah.

“Isu yang berkaitan dengan air minum, air limbah maupun persampahan itulah nanti yang akan kita angkat di kegiatan CSS XIX itu nanti, dan di bahas bersama oleh seluruh kabupaten/kota yang tergabung dalam AKKOPSI,” ucap Ibnu Sina.

Ia menyampaikan dalam CSS XIX itu nanti Pemko Banjarmasin akan menjadikan PDPAL sebagai lokasi tujuan studi lapangan. Mengingat, di Banjarmasin hingga sampai saat ini masih mempertahankan PD PAL sebagai perusahaan daerah.

“Untuk Best Practice (Karya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan) Banjarmasin, 1 yang akan kita jadikan objek studi lapangan adalah instalasi air limbah kita, yang berbentuk perusahaan daerah. Nah ini nanti mudah-mudahan bisa untuk menginspirasi daerah lain agar bisa lebih serius dalam menangani air limbah dan sanitasinya dalam bentuk perusahaan daerah, ya walaupun ini memang proyek rugi, tapi disini kita mengedepankan pelayanan dasar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AKKOPSI, Capt H Josrizal Zain, mengungkapkan bahwa CSS ini merupakan ajang berkumpulnya para Kepala Daerah, Walikota maupun Bupati di seluruh Indonesia untuk saling bertukar informasi terkait permasalahan Sanitasi.

“Jadi kabupaten/kota yang sudah banyak Best Practice nya, akan membagi kepada Kabupaten/Kota yang lain. Yang menjadi ke istimewaan Banjarmasin ialah kewirausahaan pemerintah daerah, di mana sampah dan limbah tidak terbuang, tetapi menjadi sebuah bahan baku lain yang bisa kembali menjadi uang,” pungkasnya. (fachrul)

Editor : Farid