BANJARMASIN, klikkalsel.com – Fisioterapi masih terkesan suatu yang asing bagi masyarakat kebanyakan dan mengira sama dengan massage atau pijat. Sebagian lagi mengira metode rehabilitasi kesehatan ini hanya ditujukan menangani para atlet, padahal manfaat fisioterapi tak hanya bagi kalangan yang aktif di dunia olahraga saja.
Salah satu pelaku pelayanan fisioterapi atau biasa disebut terapis di Banjarmasin, Muhammad Mukhlis Anshari, S.Ftr., Ftr tak menampik banyak yang mengira bahwa fisioterapi sama seperti massage atau pijat. Namun keduanya itu merupakan satu kesatuan dalam bagian penanganan rehabilitasi fisik.
“Pijat merupakan salah satu bagian dari fisioterapi,” ujar Mukhlis saat ditemui di tempat prakteknya Fisioterapi Prima di Jalan Pandu, Kecamatan Banjarmasin Timur, Jumat (24/12/2021).
Baca Juga :Â 400 Pekerja Rentan Dilindungi Program BPJS Ketenagakerjaan
Baca Juga :Â Pentingnya Peran Fisioterapi Olahraga dan Keseharian untuk Mencegah Cacat Fisik
Dia menjelaskan, fisioterapi atau terapi fisik merupakan metode teknik penanganan masalah tubuh yang lebih kompleks. Fisioterapi juga disertai rehabilitasi proses penyembuhan secara bertahap yang dilakukan oleh fisioterapis atau ahli terapi fisik.
“Fisioterapis harus menguasai beberapa ilmu terapi, diantaranya adalah terapi fisik syaraf, terapi fisik olahraga, terapi fisik anak, terapi manual dan beberapa hal yang lainnya,” paparnya.
Lantas apa saja yang ditangani fisioterapi dan manfaatnya?
Dia menjelaskan dengan contoh salah satu pasien yang ditanganinya. Pasien itu diberikan cahaya infrared dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) atau terapi yang menggunakan arus listrik.
“Tujuannya buat penanganan sakit di bahu dan belikat, melancarkan peredaran darah dan mengatasi nyeri karena berbagai kondisi dari gangguan saraf. Setelah itu baru diberikan tindakan manual terapi agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Dia menambahkan, berbagai tindakan dan manfaat Fisioterapi dalam rehabilitasi fisik. Diantaranya gangguan muskuloskeletal yang meliputi nyeri otot, nyeri sendi, bahu kaku dan gangguan postur.
“Kemudian pemulihan fisik sebelum/sesudah operasi. Dalam hal ini diantaranya patah tulang cedera olahraga, badan sakit-sakit dan gangguan keseimbangan,” imbuhnya.
Kemudian fisioterapi juga menangani gangguan saraf diantaranya rehabilitasi stroke
saraf terjepit, nyeri bokong, nyeri leher, dan wajah tidak simetris. Tindakan bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik itu penanganan secara manual maupun menggunakan alat. (rizqon)
Editor: Abadi





