BANJARMASIN, klikkalsel.com – Bagikan air ledeng untuk warga yang kesulitan air, pelanggan PAM Bandarmasih di kawasan Kuripan justru dikenakan tagihan tarif normal.
Keluhan itu disampaikan saat reses anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PDI Perjuangan, Tugiatno, Minggu (25/10/2026).
Ketua RT 13 Jalan Kuripan, Robianor yang hadir ketika reses, menceritakan kejadian yang menimpa beberapa warganya tersebut.
Mulanya, warga sudah beberapa bulan mengalami kesulitan mendapatkan aliran air leding. Bantuan air dari PTAM Bandarmasih sempat diberikan menggunakan dua tangki, tetapi persediaannya hanya mencukupi kebutuhan sekitar tiga hari.
Ditengah kondisi krisis air bersih di wilayahnya itu, ternyata ada lima warga yang masing-masing rumah masih mendapatkan aliran air leding.
Oleh karena itu, warga lain yang tidak kebagian aliran air ledeng, terpaksa mendapatkan air dari rumah warga yang masih mengeluarkan air tersebut.
Namun sebelum air ledeng itu dibagikan gratis, Robianor mengungkapkan, ada seseorang yang mengaku pegawai PAM Bandarmasih, dan menjanjikan air yang dibagikan cuma-cuma kepada warga yang kesulitan air, maka tarifnya akan digratiskan.
“Makanya warga diperbolehkan mengambil air, karena ada janji dari oknum petugas tersebut, bahwa pelanggan yang membagikan air gratis, tidak perlu membayar. Namun, kenyataannya, tagihan yang muncul justru lebih dari Rp400 ribu,” ujarnya.
Baca Juga : Lebih 9.000 Pekerja Terdampak PHK di Kalsel, Kapolda Dorong Pemprov Cari Solusi
Baca Juga : Polda Kalsel Usut 13 Korporasi dalam Kasus Karhutla, Satu Telah Ditetapkan Tersangka
Kondisi itu membuat warga mempertanyakan janji penggratisan tersebut. Robianor berharap PAM Bandarmasih memberikan penjelasan agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh ketidakjelasan informasi.
Sementara itu, Anggota DPRD Banjarmasin, Tugiatno mengatakan, persoalan tersebut perlu diklarifikasi kepada pihak PAM Bandarmasih.
Ia belum bisa memastikan kebenaran janji penggratisan, karena belum mendapatkan konfirmasi langsung.
“Kita sampai hari ini belum bisa memastikan. Kita juga belum melakukan konfirmasi kepada PAM,” katanya.
Tugiatno menjelaskan, salah satu kendala penelusuran adalah identitas petugas yang disebut menjanjikan air gratis belum diketahui secara jelas.
“Kalau kita tidak tahu siapa orangnya, tentu sulit untuk menindaklanjuti dan meminta penjelasan lebih jauh,” ujarnya.
Ia menuturkan, gangguan aliran air terjadi di tiga gang dan hanya sekitar lima rumah yang masih mendapatkan aliran. Warga kemudian meminta bantuan hingga persoalan tersebut disebut sampai kepada petugas PAM Bandarmasih yang dikabarkan menjanjikan pembebasan biaya.
Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini berharap, PAM Bandarmasih segera memberikan penjelasan mengenai kebenaran janji tersebut, sekaligus dasar pengenaan tagihan kepada warga. Dengan begitu, persoalan yang dikeluhkan masyarakat bisa ditindaklanjuti dan solusi yang tepat dapat ditemukan.
“Semoga juga ada kebijaksanaan dari pihak PAM Bandarmasih terhadap pelanggan yang membagi air gratis kepada warga tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, saat wartawan mencoba meminta penjelasan kepada perwakilan PAM Bandarmasih yang hadir pada saat Reses itu, namun dia berkelit bahwa itu bukan kewenangannya.
“Saya hanya mewakili dari kantor saja,” ucap pria yang enggan menyebutkan namanya. (farid)
Editor : Amran







