BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sungai Martapura kembali menjadi sasaran aksi bersih-bersih massal. Sebanyak 350 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat turun langsung membersihkan sampah bantaran sungai di kawasan Siring Kilometer 0 Banjarmasin, Jumat (5/6/2026) pagi.
Kegiatan ini digelar Polda Kalsel mengimplementasikan Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan secara langsung memimpin kegiatan tersebut. Kapolda mengatakan kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program ASRI yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, Sungai Martapura dipilih karena menjadi salah satu ikon Kalsel sekaligus pusat aktivitas masyarakat dan salah satu destinasi wisata andalan Bumi Lambung Mangkurat.
“Ini berada di tengah kota dan merupakan ikon Kalimantan Selatan. Sungai Martapura juga menjadi sarana transportasi, tempat masyarakat berusaha dan kawasan wisata, sehingga perlu dijaga kebersihannya bersama-sama,” ujarnya.
Kapolda menyebut sekitar 350 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Polda Kalsel, Korem, Lanal, Lanud, Kejaksaan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Pelindo dan sejumlah instansi lainnya.
Baca Juga :Â Gubernur H. Muhidin dan Kapolda Kalsel Evaluasi Distribusi BBM Subsidi, Dugaan Penimbunan Jadi Sorotan
Baca Juga :Â Bongkar Praktik Pelansiran 12.400 Liter BBM Subsidi, Kapolda Kalsel Soroti Penyalahgunaan Barcode Pertamina
“Untuk keberlanjutannya kegiatan seperti ini terus dilakukan. Jadi tidak hanya pada saat momen ini saja. Nah, nanti mungkin Pemerintah Kota Banjarmasin yang melanjutkan. Dalam dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, ya kan, kemudian SKPD terkait untuk dapat membersihkan sungai-sungai yang ada di Kota Banjarmasin khususnya,” tandasnya.
Sementara itu, Plh Sekdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan sampah, terutama sampah plastik yang banyak ditemukan di aliran sungai.
Ia berharap gerakan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Jangan hanya pada momentum seperti ini. Kebersihan sungai harus terus dijaga karena sungai merupakan bagian penting dari wajah Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
Selain memungut sampah di sepanjang bantaran sungai, peserta juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pembuangan sampah ke sungai. (rizqan)
Editor: Abadi





