BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK, menyampaikan keprihatinannya atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
“Kita prihatin dengan kasus keracunan MBG yang menimpa siswa SMKN 1 Amuntai,” ujar Supian HK kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah justru tidak boleh menimbulkan dampak negatif. Karena itu, perlu adanya evaluasi menyeluruh serta pengawasan yang lebih ketat dalam pelaksanaannya.
Supian HK menegaskan, kualitas makanan yang diberikan kepada siswa harus benar-benar diperhatikan agar aman dikonsumsi.
“Kasihan anak sekolah kalau mendapatkan makanan yang tidak layak konsumsi, bahkan menyebabkan keracunan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Baca Juga : Mantan Kadisdik Banjarmasin Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Sewa Server Senilai Rp5 Miliar
Baca Juga : Acara Perpisahan Siswa Tak Boleh Mewah, Disdikbud Kalsel Larang Pungutan Wajib: Kami Pantau!
Ia juga mendorong, agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Satgas MBG, SPPG, maupun pihak sekolah, tetapi juga melibatkan masyarakat, termasuk para siswa sebagai penerima manfaat program.
“Perlu dilihat makanan yang diterima. Kalau memang tidak layak, bisa dilaporkan bahkan diviralkan, agar tujuan MBG tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Supian HK mengingatkan program MBG memiliki tujuan mulia, yakni memperbaiki gizi anak sekolah sekaligus membantu meringankan beban orang tua. Namun, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat.
“Program ini baik, tapi keselamatan anak-anak harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap, kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Kejadian ini harus diambil hikmahnya, dicarikan solusi agar tidak terulang lagi,” pungkasnya. (azka)
Editor : Akhmad





