DPRD Kalsel Temukan Selisih Anggaran hingga Rp2,5 Miliar di LKPJ 2025

Ketua Pansus III DPRD Kalsel, H Husnul Fatahillah.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti ketidaksinkronan anggaran dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, dengan temuan mencolok berupa selisih sekitar Rp2,5 miliar pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), serta perbedaan data anggaran di Dinas ESDM yang mencapai Rp4 miliar.

Temuan tersebut mencuat dalam rapat pembahasan bidang pembangunan dan infrastruktur yang dipimpin Ketua Pansus III DPRD Kalsel, H Husnul Fatahillah dan digelar Senin (6/4/2026),

Ia mengungkapkan, Brida menjadi sorotan utama karena adanya ketidaksesuaian antara angka anggaran yang dipaparkan dengan data dalam dokumen LKPJ 2025. Selisih tersebut diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar dan hingga kini belum mendapatkan penjelasan rinci.

“Brida ini yang paling disorot karena anggarannya tidak sinkron dengan laporan LKPJ. Selisihnya kurang lebih Rp2,5 miliar dan akan dibahas kembali dalam rapat lanjutan,” ujar Husnul.

Baca Juga : Gubernur Muhidin Pastikan ASN Kalsel Tidak WFH

Baca Juga : Sampah Menumpuk di Siring Menara Pandang, Disbudporapar Banjarmasin Siapkan Langkah Penanganan

Selain Brida, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjadi perhatian. Dalam dokumen LKPJ tercatat anggaran sebesar Rp34 miliar, namun dalam paparan hanya sekitar Rp30 miliar. Selisih tersebut disebut merupakan gabungan dengan organisasi perangkat teknis (OPT), namun masih perlu disinkronkan lebih lanjut dengan TAPEM dan BPKAD.

Tak hanya soal angka, Dinas ESDM juga disorot terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kewajiban reklamasi pascatambang yang belum dipenuhi. Nilai kewajiban tersebut mencapai sekitar Rp3,3 miliar.

Husnul menjelaskan, terdapat sekitar 61 izin usaha pertambangan (IUP) yang dilaporkan belum menunaikan kewajiban reklamasi, baik dari perusahaan yang izinnya telah berakhir maupun yang berada di kawasan kehutanan.

“Ini menjadi perhatian serius, karena menyangkut tanggung jawab lingkungan yang harus dipenuhi perusahaan,” tegasnya.(azka)

Editor : Akhmad