BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kota Banjarmasin resmi menjadi kota ke-17 pelaksanaan program Kota Masa Depan Berani Digital, kolaborasi Grab Indonesia, OVO, OVO Finansial, Kementerian UMKM RI, Pemerintah Kota Banjarmasin, APINDO, dan OJK untuk mempercepat digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini bertujuan memperluas akses UMKM terhadap teknologi digital, pasar, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses permodalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, puluhan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Banjarmasin mendapatkan pelatihan serta pendampingan intensif, mulai dari pemasaran digital, pengembangan usaha, peningkatan visibilitas produk, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung produktivitas usaha.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan digital. Sebanyak 25 UMKM terpilih juga akan menerima bantuan modal usaha melalui program GrabModal Mantul berdasarkan penilaian kinerja dan risiko usaha.
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Yogia Prihartiny, menegaskan bahwa transformasi digital UMKM tidak lagi sekadar hadir di platform online, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing.
“Transformasi digital UMKM hari ini bukan lagi sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing. Ke depan, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan akan semakin relevan untuk membantu UMKM berkembang lebih adaptif dan efisien,” jelasnya.
“Selain itu, dukungan ekosistem yang menyeluruh, mulai dari pendampingan hingga akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial, juga menjadi penting agar UMKM di daerah dapat berkembang lebih adaptif dan berkelanjutan,” sambungnya.
Wakil Sekretaris Umum APINDO, Anggana Bunawan, mengatakan masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan akses pasar, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas usaha.
“Saat ini masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan, mulai dari akses pasar, pembiayaan, keterhubungan dengan rantai nilai yang lebih besar, hingga peningkatan kapasitas usaha,” ungkapnya.
“Program seperti Kota Masa Depan menjadi penting karena menghadirkan pendampingan dan ekosistem yang membantu pengusaha UMKM lebih siap berkembang, memanfaatkan peluang digital, dan secara bertahap naik kelas,” tambahnya.
Baca Juga :Â Gubernur H. Muhidin Dorong Digitalisasi Pelayanan, Perintahkan SKPD Tingkatkan Kecepatan Kinerja
Baca Juga :Â Dukung UMKM, Bank Kalsel dan Pemko Banjarmasin Luncurkan Program UMARA
Sementara itu, Asisten Direktur Divisi PEPK dan LMS OJK Kalimantan Selatan, Andy Rahman Yuliman, menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital oleh pelaku usaha.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, UMKM memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meski masih menghadapi berbagai tantangan, seperti akses permodalan, literasi digital, dan perluasan pasar.
“Potensi UMKM di Banjarmasin terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif. Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pengusaha UMKM, mulai dari keterbatasan akses permodalan, literasi digital, hingga perluasan akses pasar,” tegas Ananda.
“Dengan adanya program Kota Masa Depan ini, kami berharap pengusaha UMKM dapat semakin adaptif dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” sambungnya.
Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal, menambahkan program Kota Masa Depan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab dan OVO dalam mendukung digitalisasi UMKM di berbagai daerah.
“Kami ingin menghadirkan dukungan yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM di daerah, agar mereka bisa lebih adaptif dan berkembang. Bersama pemerintah, kami mendorong pemberdayaan UMKM melalui akses yang lebih luas terhadap teknologi, pasar, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses permodalan melalui GrabModal by OVO Finansial,” bebernya.
“Kami percaya bahwa ketika UMKM semakin adaptif terhadap era digital, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” lanjutnya.
Program Kota Masa Depan sendiri telah menjangkau berbagai kota di Indonesia dan menjadi salah satu upaya mendorong UMKM agar lebih siap bersaing di era digital, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.(fachrul)
Editor: Amran





