SSB Junior 2000 Banjarmasin Raih Juara 3 Turnamen Sepak Bola Internasional di Bali

Berebut bola pemain SSB Junior 2000 (biru) di ajang International Youth Football Tournament Bali 7 2026

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sekolah Sepak Bola (SSB) Junior 2000 Banjarmasin kembali menorehkan prestasi di ajang sepak bola usia dini bertaraf internasional.

Pada gelaran International Youth Football Tournament Bali 7 tahun 2026, tim Junior 2000 kategori U-14 berhasil meraih peringkat ketiga di cluster silver.

Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan tim dari berbagai negara, termasuk Prancis dan Singapura.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian positif tim berjuluk Laskar Delta Tatas yang sebelumnya juga tampil di ajang serupa pada tahun lalu.

Dalam perebutan posisi ketiga, SSB Junior 2000 U-14 berhasil mengalahkan SSB Balga United dengan skor tipis 1-0, sekaligus memastikan podium bagi wakil dari Banua Kalsel tersebut.

Turnamen ini diikuti sekitar 500 peserta yang tidak hanya berasal dari Asia, tetapi juga Eropa. Kompetisi juga dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga kategori profesional dan women.

Pelatih tim Junior 2000, Bayu, menyebut keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi pengalaman berharga bagi para pemain dalam mengasah kemampuan serta mental bertanding di level internasional.

Baca Juga : Domino Masuk Cabang Olahraga, HST Gelar Seleksi Atlet

Baca juga : Jelang Duel Barito Putera vs PSS Sleman, Polisi dan Suporter adakan Pertemuan

“Anak-anak bermain luar biasa. Mereka tidak hanya bertanding, tapi menunjukkan mental juara melawan tim-tim kuat dari berbagai negara,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemain, Alvaro, juga merasakan manfaat besar dari ajang tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan diri di dunia sepak bola.

“Ini pengalaman besar buat kami. Lawannya kuat-kuat, tapi kami tetap percaya diri dan berjuang sampai akhir,” ucapnya.

Turnamen yang berlangsung selama empat hari ini dinilai menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk menunjukkan potensi sekaligus memperluas pengalaman bertanding.

Di sisi lain, orang tua pemain, Ferina, berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap pembinaan atlet usia dini, khususnya yang telah mengharumkan nama daerah di kancah internasional.

Ia menilai dukungan tidak hanya sebatas apresiasi, tetapi juga perlu diiringi dengan fasilitas yang memadai, seperti penyediaan tempat latihan yang layak agar para pemain muda dapat terus berkembang dan berprestasi.

“Anak-anak sudah membuktikan bisa bersaing di level internasional. Kami berharap ada perhatian lebih, terutama fasilitas latihan agar mereka bisa terus berkembang,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran