BANJARMASIN, klikkalsel.com – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan oleh Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field, Banjar, telah menemukan juara.
Pada Kategori Usia (KU) 10, SDN Pagatan Besar sukses menjadi kampiun usai menang 1-0 atas SDN Sungai Andai 4. Sementara pada KU 12, SDN Sungai Lulut 1 berhasil menaiki podium tertinggi setelah menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor 1-0.
MLSC Banjarmasin Seri 2 ini diikuti oleh 62 tim yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya, dan terbagi 30 tim KU 10 serta 32 tim KU 12.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyaksikan secara langsung partai final MLSC Banjarmasin Seri 2 dan menyambut gembira terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, turnamen ini menjadi jawaban putri Banjarmasin yang memiliki minat tinggi di bidang sepak bola, tapi masih minim turnamen.
“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan,” ucapnya, Minggu (3/5/2026).
Hasnur juga mengingatkan bahwa tugas utama para anak-anak tersebut adalah belajar, tapi salah satu modalnya adalah hidup sehat ditopang dengan berolahraga dan gizi cukup.
“Saya mengajak orang tua dan guru-guru untuk tidak hanya fokus pada prestasi instan, namun mempersiapkan putrinya guna menjadi sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kesuksesan turnamen ini,” jelasnya.
Baca Juga :Â Laga Terakhir Barito Putera di Pegadaian Championship 2025-2026 Laskar Antasari Menang 8-3 Atas Persipal Palu
Baca Juga :Â Anjungan Kalsel Kembali Terbaik di TMII, Bukti Konsistensi Jaga Wajah Budaya Banua
Sementara itu Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin mengaku terkesan dengan antusiasme peserta maupun dukungan dari berbagai stakeholder terhadap MilkLife Soccer Challenge yang baru pertama kalinya hadir di Banjarmasin.
“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terlibat mencapai 661 siswi. MLSC adalah salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan,” terangnya.
Merlin menegaskan, pihaknya bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang menggagas turnamen ini dengan memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sedari dini.
Karena dengan sepakbola ia menilai para anak-anak itu akan mampu membangun karakter, sportivitas, serta memperkuat kerja sama tim dan disiplin.
“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan lebih terarah. Sesuai dengan visi Bayan Peduli yakni ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa, untuk itu kami harap semakin banyak srikandi sepak bola masa depan yang kelak membanggakan Tanah Air,” tambahnya.
Disisi lain, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menilai bahwa upaya pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalsel, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya dalam penyediaan wadah pembinaan maupun kompetisi usia dini.
“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten,” bebernya.
Melanjutkan semangat yang telah ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MilkLife Soccer Challenge tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.
“Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” Jelas Jacksen
Ia juga menegaskan bahwa turnamen ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring pemain terbaik yang nantinya diproyeksikan menuju MilkLife Soccer Challenge All-Stars.
“Ajang ini bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars,” ungkapnya.
Ia berharap keberlanjutan program ini dapat memperkuat ekosistem sepak bola putri di daerah, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berkembang. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin daerah seperti Kalimantan Selatan akan menyusul jejak daerah lain dalam melahirkan pemain-pemain putri berkualitas,” tambahnya.
Jacksen beserta jajaran tim pelatih mengkurasi sekira 25 pemain terbaik dari MLSC Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training, program latihan tambahan intensif yang rencananya digelar tiga kali dalam sepekan.
Dimulai pada Senin (4/5), pelatihan tersebut dilakukan guna mengasah teknik maupun mental bertanding untuk mengejar ketertinggalan dari kota–kota lain yang telah lebih dulu bergulir dan menggelar turnamen dua seri.
Banjarmasin juga dipastikan akan ambil bagian di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 – 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah, menghadapi perwakilan dari 11 kota lainnya.(fachrul)
Editor: Amran





