BANJARMASIN, klikkalsel.com – Seorang remaja bernama Furqon (12) dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Barito, kawasan Kelurahan Kayu Tangi Ujung, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (19/3/2026).
Hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan meski upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita saat korban berenang bersama teman-temannya di pinggiran sungai. Berdasarkan keterangan saksi, Furqon nekat melompat dari atas sebuah tongkang. Namun setelah melompat, tidak muncul kembali ke permukaan.
“Dari informasi temannya, korban ini tidak bisa berenang. Melihat kawan-kawannya berenang, lalu dia ikut melompat dari atas tongkang,” ujar Zainal Abdi dari Water Rescue di lokasi kejadian.
Mengetahui Furqon tidak kunjung muncul, teman-temanya segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat. Laporan kemudian diteruskan hingga melibatkan tim penyelamat.
Merespons kejadian itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue. Sebanyak lima personel diberangkatkan menggunakan unit Rescue Car menuju lokasi yang berjarak sekitar 32 kilometer.
Berbagai peralatan dikerahkan dalam operasi ini, termasuk perahu karet (rubber boat), perlengkapan water rescue, serta dua set alat selam guna mendukung pencarian di bawah air.
Sejak pukul 13.00 Wita, tim gabungan mulai melakukan penyelaman di titik lokasi korban diduga tenggelam. Hingga lebih dari empat jam pencarian, hasilnya masih nihil.
Baca Juga : https://klikkalsel.com/abk-tenggelam-di-sungai-alalak-ditemukan-meninggal-dunia/
Baca Juga : https://klikkalsel.com/seorang-abk-diduga-tenggelam-di-sungai-alalak-tim-gabungan-lakukan-pencarian/
“Kita masih berusaha mencari korban, tim sudah melakukan penyelaman kurang lebih empat jam,” kata Zainal Abdi.
Ia menambahkan, kondisi cuaca dan arus sungai relatif tidak menjadi kendala dalam proses pencarian. Meski sempat diguyur hujan, arus sungai terpantau cukup tenang.
“Sungai cukup tenang, tadi juga sempat hujan. Tapi ini bukan penghambat kita untuk melakukan pencarian,” jelasnya.
Namun demikian, tim menduga korban kemungkinan terseret arus bawah sungai. Area pencarian pun telah diperluas hingga sekitar 50 meter dari titik awal.
“Ini kemungkinan terseret arus bawah sungai. Kemungkinan kita melakukan penyisiran lebih jauh,” tambahnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan korban.
“Kami telah mengerahkan personel dan peralatan terbaik ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian secara maksimal. Fokus utama tim saat ini adalah penyisiran di titik jatuhnya korban serta area sekitarnya,” ujarnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Banjarmasin, Polairud Polda Kalimantan Selatan, Rescue 911 Banjarmasin, Water Rescue, serta masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan. Tim berharap korban dapat segera ditemukan seiring dengan upaya penyisiran yang terus diperluas menjelang malam hari. (airlangga)
Editor: Abadi





