BANJARMASIN, klikkalsel.com – Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke-6 resmi digelar di Creative Hub Banjarmasin yang dibuka langsung secara langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
Kegiatan tersebut dihadiri para seniman, komunitas budaya, serta pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarmasin bersama sejumlah pegiat seni di Kota Seribu Sungai.
Yamin menegaskan bahwa kegiatan seni tidak boleh berhenti hanya sebagai pertunjukan di atas panggung.
Ia mendorong agar karya seni dan budaya dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku seni untuk memperluas jangkauan karya dan promosi.
“Kita berharap desainer lokal dan pelaku seni dipromosikan melalui media digital dan platform online agar karya mereka dikenal lebih luas,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
“Seni bukan hanya ekspresi, tetapi juga peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari kerajinan, hiburan hingga produk budaya,” sambungnya.
Baca Juga : Bukan Efisiensi, Yamin Akui Pengadaan Mobil Listrik Soal Skala Prioritas
Baca Juga : Walikota Banjarmasin Nilai Positif Progam Bahuma Bank Kalsel – Pemko Banjarmasin
Ia menilai Kota Banjarmasin memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Keberadaan komunitas seni yang aktif dinilai berperan penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kreatif serta memperkuat literasi budaya di masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan literasi budaya sejak usia dini. Ia mendorong agar buku-buku yang memuat pengetahuan tentang kebudayaan Banjar dapat diperbanyak dan diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat sekolah dasar.
“Anak-anak kita sejak SD harus mengenal budaya Banjar melalui buku dan karya seni. Dari situ mereka akan belajar mencintai dan melestarikan kebudayaan yang kita miliki,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Yamin juga mengaitkan peran gerakan seni dengan upaya membangun kesadaran lingkungan, khususnya terkait persoalan pengelolaan sampah di perkotaan.
Ia menilai komunitas seni dapat berperan sebagai motor perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam mendorong kebiasaan memilah serta mengurangi sampah rumah tangga.
“Persoalan sampah tidak hanya menjadi masalah kota-kota besar, tetapi sudah menjadi isu nasional. Kita harus mulai memilah sampah dari rumah,” bebernya.
“Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk atau maggot, sementara sampah plastik harus dikurangi sejak dari sumbernya,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah menyiapkan gagasan penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi melalui konsep Waste-to-Energy.
“Jika konsep tersebut dapat diterapkan, diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah kota, tetapi juga memberikan manfaat tambahan berupa energi bagi masyarakat,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





