Kepala Disdikbud Kalsel Yang Baru Targetkan Lulusan SMK Terserap Dunia Kerja

Penandatanganan SK pelantikan menandai amanah jabatan Kepala Disdikbud Kalsel yang diemban Abdul Rahim.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Usai dilantik Gubernur H. Muhidin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel yang baru, Abdul Rahim telah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan sektor pendidikan. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan SMK tidak menganggur.

Abdul Rahim menegaskan, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan program-program dari Kementerian Pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan vokasi dan keterkaitannya dengan dunia usaha serta dunia industri.

Menurutnya, selama ini lulusan SMK masih menghadapi tantangan besar dalam hal penyerapan tenaga kerja. Karena itu, ke depan Disdikbud Kalsel akan mendorong penguatan kerja sama antara sekolah kejuruan dengan sektor industri.

“Ke depan kita akan mengikuti berbagai kegiatan dan program dari kementerian terkait vokasi, terutama yang berkaitan dengan dunia usaha dan dunia industri. Jangan sampai lulusan SMK justru banyak yang menganggur,” ujarnya usai pelantikan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (11/3/2025) sore.

Selain memperkuat pendidikan vokasi, Abdul Rahim juga menyoroti pentingnya pemetaan minat siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Hal ini dinilai penting agar pilihan pendidikan siswa lebih tepat dan sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki.

Baca Juga : Evaluasi Kinerja, Muhidin Ganti Kepala Disdikbud Kalsel dan 5 Pejabat Eselon II Lainnya

Baca Juga : Diduga Lakukan Tindakan Kekerasan Terhadap Siswanya, Disdikbud Kalsel Periksa Oknum Guru SMAN 2 Amuntai

Menurutnya, Disdikbud Kalsel akan melakukan pendataan terhadap siswa lulusan SMP maupun MTs untuk mengetahui kecenderungan mereka dalam memilih jalur pendidikan lanjutan.

“Nanti perlu kita data juga siswa yang akan melanjutkan sekolah, apakah mereka memilih SMA atau SMK. Ini penting agar kita bisa memetakan kebutuhan pendidikan ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka putus sekolah di Kalimantan Selatan.

“Yang paling penting jangan sampai angka putus sekolah meningkat. Itu yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Abdul Rahim sendiri bukan sosok baru di lingkungan Disdikbud Kalsel. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada periode 2020–2022 sebelum kemudian dipercaya memimpin Dinas Perindustrian Kalsel.

Kini ia kembali ke Disdikbud sebagai kepala dinas menggantikan Galuh Tantri Narindra, dengan membawa fokus pembenahan di sektor pendidikan. (rizqan)

Editor: Abad