Sebagian Kawasan Pemurus Terendam, Warga Mulai Sulit Beraktifitas

Kondisi kawasan Kelurahan Pemurus yang tergenang air akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai di sekitar

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Curah hujan yang tinggi dan terus menerus mengguyur Kota Banjarmasin sejak dini hari kembali memicu genangan air di sejumlah wilayah, Selasa (21/1/2025).

Pantauan klikkalsel.com seperti genangan yang merendam jalanan dan permukiman di Kelurahan Pemurus, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kini mencapai ketinggian di atas mata kaki orang dewasa, bahkan beberapa titik lebih parah.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama di malam hingga pagi hari saat air mencapai ketinggian hingga lutut.

Beberapa kendaraan roda dua yang melintas di ruas jalan utama Pemurus mengalami mogok akibat genangan air yang cukup dalam.

Reza, warga setempat mengungkapkan, genangan sudah dirasakan sejak beberapa pekan lalu. Awalnya hanya di badan jalan, kini air mulai merambah ke teras hingga bagian dalam rumah.

Baca Juga Kondisi Banjir Rob, Dewan Kalsel Minta Dinas terkait Perhatikan Wilayah yang Terdampak

Baca Juga Bantu Masyarakat di Tengah Banjir Rob, Satpolairud Polresta Banjarmasin Lakukan Patroli Quick Respon

“Kemarin sempat surut, tapi sekarang naik lagi karena hujan deras yang tidak berhenti dari malam,” ujarnya.

Menurut Reza, banjir ini bukan hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga akibat luapan air sungai yang sering pasang dan menyebabkan banjir rob.

“Air sudah ada yang masuk ke rumah warga. Kalau di tempat saya, bagian dapur yang kena, dan itu saja sudah sangat menyulitkan apa lagi saat hendak menggunakan toilet,” tambahnya.

Keluhan senada datang dari Hj Isah, warga Gang Pirus. Ia mengaku tak bisa tidur nyenyak akibat rasa was-was air akan masuk ke dalam rumah.

“Satu sentimeter lagi, air masuk ke dalam rumah. Saya benar-benar khawatir, terutama malam hari,” tuturnya.

Selain itu, genangan air ini juga mulai memengaruhi kesehatan warga. Beberapa di antaranya mengaku mengalami gatal-gatal akibat kontak dengan air kotor.

“Semoga ada perhatian dari pemerintah, karena warga sudah cukup menderita,” harapnya.

Kondisi kawasan Kelurahan Pemurus yang tergenang air akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai di sekitar
Kondisi kawasan Kelurahan Pemurus yang tergenang air akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai di sekitar

Tak hanya permukiman, genangan air juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di Pemurus rusak. Warga terpaksa meletakkan tanda-tanda peringatan di jalan untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara.

“Motor sering mogok di sini. Kalau hujan pasang, kita sudah tahu ini bakal terjadi,” ungkap seorang warga setempat.

Kondisi ini seakan menjadi siklus tahunan yang terus berulang. Warga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.

Perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai, hingga pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi tuntutan utama warga.

Di tengah kondisi ini, warga tetap berupaya menjalani aktivitas mereka dengan penuh kesabaran, meski genangan air semakin menyulitkan.

“Semoga ada perhatian dari pemerintah,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi