BANJARMASIN, klikkalsel – Di ruangan seadanya di kawasan Pasar Lama Banjarmasin dengan mengandalkan mesin jahit lama merk Butterfly, Albi yang berprofesi penjahit baju tetap bertahan meski bersaing dengan produk pakaian jadi.
Meskipun omset yang didapat terus menerus mengalami penurunan, namun hal itu tidak jadi soal, sebab para penjahit yang sudah 30 tahunan tersebut memiliki pangsa pasar dan langganan sendiri.
“Mempertahankan kualitas dan kepuasan konsumen merupakan keutamaan,†katanya Senin (30/7/2018).
Dikatakannya, jika dibanding dengan beberapa tahun yang telah lewat jasa jahitan memang sangat ramai. Semenjak banyaknya toko baju jadi bahkan banyak pula penjahit rumahan, memang membuat pelanggan berkurang.
“Penurunan tersebut, menurut saya tidak terlalu berpengaruh besar terhadap usaha yang saya rintis selama puluhan tahun ini sebab saya memiliki pelanggan setia,†sebutnya.
Dikatakannya pula, setiap harinya hasil dari menjahit cukup saja untuk keperluan sehari-harinya, terlebih lagi jika di momen lebaran, masuk sekolah banyak pelanggan yang datang.
“Setiap harinya cukup saja, ada yang ganti resleting, potong celana, pasang kancing dan lainnya. Alhamdulillah cukup,†tambahnya.
Tak jauh beda dengan Noor hasanah yang juga berprofesi sebagai penjahit, Ibu dua anak ini menuturkan, memang jika bersaing dengan baju jadi kita kalah, sebab masyarakat kebanyak membeli baju jadi di toko-toko.
Namun setiap harinya ada saja yang memerlukan jasa penjahit. “Disini, jasa kita terhadap konsumen mereka bisa meinginkan pola sesuai keinginan dan itu tidak ada di toko baju jadi atau mall-mall,†katanya sambil tersenyum.
Untuk perbaikan baju atau membuatnya Noor Hasanah mematok harga standar, misal memotong celana ongkos jasa penjahitan kisaran Rp20 ribu sampai Rp70 ribu tergantung bahan dan keinginan, membuat satu set baju bisa Rp150 ribu hingga lebih.
Rany, warga Belitung, Banjarmasin mengaku jasa penjahit sangat diperlukan. “Saat ini saya membuat baju seragam kantor, kalau beli jadi terkadang tak sesuai dengan keinginan, kalau di sini pola baju saya bisa disesuaikan dengan badan,†katanya. (azka)
Editor : Farid





