Terdapat 9 Kasus Asusila Anak Dibawah Umur, Ini Pesan Kapolres Tabalong Kepada Masyarakat

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin ketika memberikan pesan

TANJUNG, Klikkalsel.com – Maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur menjadi perhatian serius dari Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin.

Berdasarkan data pada Unit PPA Satreskrim Polres Tabalong mulai Januari hingga September 2022 sudah terdapat 9 kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, mengatakan bahwa akhir-akhir ini kekerasan seksual pada anak di bawah umur banyak terjadi, hal itu disaksikan dari media elektronik maupun cetak.

“Untuk mencegah terjadinya hal ini, menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya dari pihak Kepolsian,” ungkap nya pada Kamis (22/09/2022) di Aula Satlantas Polres Tabalong.

Ia mengingatkan, polisi memang mempunyai tugas menghimbau dan penegakan hukum, namun di samping itu pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Daerah maupun sekolah-sekolah dan tokoh agama untuk sama-sama mengingatkan generasi muda.

“Mari bersama-sama kita berjuang untuk mencegah hal ini, dan tidak bisa dipungkiri di era kemajuan teknologi yang cepat ini tidak bisa kita bendung, sehingga perlu sinergitas dari semua pihak apalagi masuknya budaya-budaya barat saat ini yang sangat bertentangan dengan adat dan budaya Indonesia serta aturan agama,” imbaunya.

Baca Juga : Pusat Bantuan Hukum Peradi MTP-BJB Kecewa Terdakwa Asusila di Tanah Laut divonis 9 Bulan

Baca Juga : Polres Tabalong Ungkap Kronologi Kasus Ayah Cabuli Anak di Kelua

Lanjutnya, salah satu faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual adalah seringnya menonton konten-konten yang tidak pantas untuk usia mereka, sehingga diperlukan edukasi bersifat yang terus-menerus.

“Sudah menjadi fitrahnya manusia dibekali dengan nafsu dan akal, namun untuk mengalihkan perhatian mereka untuk tidak mengedepankan nafsunya dengan menggunakan akal inilah yang menjadi salah satu pekerjaan kita kedepannya,” katanya.

“Salah satunya adalah dengan membuat kegiatan positif misalnya mewadahi hobby mereka, memperbanyak program siraman rohani, mengikut sertakan mereka dalam aksi- aksi peduli alam,” tambahnya.

Selain peran Pemda, sekolah-sekolah dan tokoh agama, perlu peran yang lebih aktif dari para orangtua untuk tidak membiarkan anak bergaul sebebas-bebasnya dan diberikan batasan.

“Tanamkan pondasi adab dan akhlak mulia dan ilmu agama sejak dini pada anak, ajarkan bergaul dengan orang baik, berlaku adil pada mereka, luangkan waktu untuk menemani dan mendengarkan cerita mereka, dan tidak kalah penting adalah orang tua bukan hanya bisa memberikan contoh, tetapi harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya” lanjutnya.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat Tabalong, apabila menemukan kejadian dugaan tindak pidana yang terjadi diwilayah hukum Polres Tabalong baik mendengar maupun melihat langsung agar tidak segan-segan untuk melaporkannya kepada kepolisian.

“Kami selalu siap memberikan pelayanan hukum kepada para korban,” tutupnya. (Dilah)

Editor: Abadi