Sistem Zonasi Masih Tidak Adil

Lia Susanti Warga Jalan Simpang Adhyaksa Sedang menunggu Kabid Pembinaan SMP untuk meminta kejelasan. (foto : fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – PPDB Online sistem zonasi masih belum berjalan maksimal, warga yang berjarak lebih dekat tersingkir dengan jarak yang lebih jauh.

Lia Susanti Warga Jalan Simpang Adhyaksa Sedang menunggu Kabid Pembinaan SMP untuk meminta kejelasan. (foto : fachrul/klikkalsel)

Lia Susanti Warga Jalan Simpang Adhiyaksa RT 26 Nomor 55 Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, mengeluhkan tentang sistem zonasi yang diterpakan oleh Permendiknas, menurutnya masih saja tidak adil.

Sebab jarak alamat rumah dan sekolahan yang dituju berjarak kurang dari 1 KM akan tetapi anaknya masih tetap tidak di terima di sekolah tersebut, Kamis (5/7/2018).

“Saya mendaftarkan anak saya di SMPN 24, dan sewaktu di ukur ditarik lurus dari sekolahan jaraknya 896 Meter, tetapi anak saya masih saja tidak lulus di SMPN 24,” tuturnya.

Sementara itu, dia menerangkan bahwa dari jarak tersebut masih masuk di bobot zona 4 karena jarak bobot di zona 4 maksimal 1000 meter, tetapi posisi anaknya tergeser oleh calon murid yang masuk di bobot zona 3 yang berjarak lebih dari 1000 meter.

Lalu ketika di Dinas Pendidikan dia kembali minta di ukur dan jaraknya 912 meter, yang menurutnya masih masuk zona 4.

“Saya hanya meminta kebijakan dari dinas Pendidikan, kenapa bisa seperti itu. Saya juga memasukan pilihan kedua di SMPN 14, tapi di SMPN 14 juga sudah gugur karena jaraknya lebih dari 2000 meter, walau tadi ada disarankan di SMPN 14 dan masih di usahakan, saya agak kurang setuju karena anak saya hanya naik sepeda dan jaraknya sangat jauh dari rumah saya,” pungkasnya. (fachrul)

Editor : Elo Syarif

Tinggalkan Balasan