PPDB Online 2026 di Banjarmasin Full Daring, Disdik Minta Orangtua Jangan Paksakan Zonasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 di Banjarmasin dipastikan berlangsung sepenuhnya secara daring atau online.

Di tengah persiapan yang terus dilakukan, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mengingatkan para orangtua agar tidak memaksakan mendaftarkan anak ke sekolah di luar zonasi domisili karena berisiko tidak diterima di seluruh pilihan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan sistem zonasi kini menjadi acuan utama dalam penerimaan siswa baru. Ia juga menekankan bahwa saat ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit.

“Orangtua harus benar-benar memperhatikan zonasinya. Jangan memaksakan mendaftar ke sekolah di luar radius tempat tinggal karena nanti justru kerepotan sendiri dan bisa tidak masuk di semua pilihan sekolah,” ucapnya, Senin (18/6/2026).

Menurutnya, sistem PPDB online tahun ini secara otomatis akan menampilkan pilihan sekolah berdasarkan radius tempat tinggal calon siswa. Sehingga peluang diterima akan lebih besar apabila memilih sekolah sesuai zonasi.

“Sekarang tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah sama. Sistem juga otomatis mengarahkan pilihan sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggal,” tuturnya.

Baca Juga : Lomba Motif Sasirangan Meriahkan 500 Tahun Banjarmasin, Pengrajin Baru hingga Jawara Lama Adu Kreatif

Baca Juga : Polemik Santri Al-Hikmah Belum dapat Perhatian Serius DPRD Kalsel

Ia juga memastikan kesiapan pelaksanaan PPDB online tahun ini sudah dimatangkan, baik dari sisi jaringan internet maupun kesiapan tim teknis di masing-masing sekolah.

“Kalau dari sisi jaringan insyaallah aman dan mencukupi. Untuk SMP juga kami evaluasi dari tahun lalu tidak ada kendala signifikan,” ungkapnya.

Meski seluruh proses dilakukan secara daring, Disdik tetap membuka layanan bantuan di sekolah bagi orangtua maupun siswa yang mengalami kendala saat proses pendaftaran dan penginputan data.

“Kalau ada orangtua atau siswa kesulitan saat mendaftar, bisa langsung datang ke sekolah. Tetap online, tapi nanti dibantu tim teknis dari sekolah,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini menjadi pelaksanaan penuh secara daring untuk tingkat SD, Disdik juga menyiapkan lebih banyak petugas pendamping di sekolah-sekolah yang dinilai rawan mengalami kendala teknis.

Selain itu, pihaknya juga mulai menjalankan program regrouping atau penggabungan sekolah untuk pemerataan jumlah siswa. Kebijakan tersebut menyasar sekolah yang jumlah pendaftarnya minim, terutama yang lokasinya saling berdekatan.

“Beberapa sekolah yang peminatnya sedikit memang kami regrouping supaya lebih efektif. Ini juga bagian dari pemerataan siswa dan peningkatan kualitas sekolah,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran