Sambut 500 Tahun Banjarmasin, RTH Kamboja Bakal Disulap Jadi Alun-Alun Kota

Kawasan bermain di RTH Kamboja Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Memasuki usia ke-500 tahun, Kota Banjarmasin bakal memiliki alun-alun kota yang selama ini belum tersedia sebagai ruang publik ikonik di pusat kota.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menyiapkan revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja menjadi alun-alun yang nantinya diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas sekaligus ruang berkumpul masyarakat.

Rencana tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan perubahan fungsi RTH Kamboja menjadi alun-alun merupakan keinginan Wali Kota Banjarmasin yang diwujudkan bertepatan dengan momentum lima abad Kota Banjarmasin.

“Di momentum Harjad ke-500 tahun ini, RTH Kamboja akan dijadikan alun-alun sesuai dengan keinginan Pak Wali karena memang selama ini Banjarmasin tidak memiliki,” ujar Sabil, Rabu (5/8/2026).

Menurut Sabil, RTH Kamboja dinilai menjadi lokasi yang tepat untuk dikembangkan sebagai alun-alun karena berada di kawasan strategis dan mudah dijangkau masyarakat.

Selain berada di pusat kota, kawasan tersebut juga telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung. Sehingga, pemerintah kota tidak perlu melakukan pembangunan dari awal, melainkan cukup melakukan revitalisasi dan menambahkan sejumlah fasilitas baru.

“Letaknya juga dekat dengan masjid, jadi sangat pas dan strategis untuk menjadi alun-alun,” katanya.

Untuk konsepnya, Pemko Banjarmasin ingin menghadirkan alun-alun yang tidak hanya menjadi ruang terbuka, tetapi juga memiliki beragam aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat.

Sabil menyebut konsep yang disiapkan nantinya akan mengadopsi sejumlah konsep ruang publik seperti Alun-Alun Kota Batu, Malang.

Baca Juga : Kemarau dan Krisis Air Baku, Pemko Banjarmasin Panjatkan Doa Lewat Salat Istisqa

Baca Juga : Pemko Banjarmasin Siapkan Aturan Baru, Kabel Fiber Optik Akan Ditata Lebih Terintegrasi

Revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan penambahan fasilitas, terutama yang berkaitan dengan aktivitas olahraga dan ruang kreatif masyarakat.

Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain papan panjat tebing, skatepark, serta area aktivitas lainnya.

“Kita ingin di sana menjadi titik berkumpul masyarakat dengan penambahan sejumlah fasilitas olahraga,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, RTH Kamboja diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat dari beragam kalangan.

Selain fasilitas olahraga dan aktivitas masyarakat, identitas kawasan juga menjadi perhatian dalam rencana revitalisasi tersebut.

Disbudporapar Kota Banjarmasin telah menyiapkan desain tulisan atau landmark bertuliskan “Alun-Alun” yang nantinya diharapkan menjadi penanda baru kawasan RTH Kamboja.

Namun, untuk pembangunannya, pihaknya masih mengupayakan dukungan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita sudah membuat desainnya, tinggal mengajukan CSR untuk tulisan alun-alun ini,” ungkapnya.

Mengenai kebutuhan anggaran, Sabil mengatakan hingga saat ini belum ada angka pasti untuk keseluruhan revitalisasi RTH Kamboja menjadi alun-alun.

Pasalnya, penghitungan masih dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing item pekerjaan yang akan dilaksanakan secara bertahap.

“Masih belum ada, masih per item karena memang RTH Kamboja ini sudah bagus. Tinggal sedikit-sedikit saja untuk menjadi alun-alun,” pungkasnya. (adv/fachrul)