BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 pada hari ke-11 operasi pencarian di perairan Laut Jawa, Rabu (23/9/2026).
Kepala Basarnas Banjarmasin sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan sebanyak sembilan korban berhasil ditemukan tim penyelam gabungan dan dievakuasi ke KN SAR Pacitan, dan satu korban lainnya ditemukan di perairan Kalimantan Tengah.
Dari sembilan korban tersebut, tujuh orang langsung dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter HR 3601. Sementara dua korban lainnya masih berada di KN SAR Pacitan dan dijadwalkan dievakuasi menggunakan helikopter pada Kamis (24/9/2026) pukul 07.30 WITA.
Selain sembilan korban yang ditemukan tim penyelam, satu korban lainnya ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Dengan tambahan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi pada Rabu mencapai 10 orang.
“Untuk hari ini, kita berhasil mengevakuasi sembilan korban dari kapal. Kemudian ada satu korban yang ditemukan di Palangkaraya dan sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ujar ucapnya saat konferensi pers di Posko SAR Nasional, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu malam.
Berdasarkan perkembangan SMC, dari total manifes 243 orang, sebanyak 136 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 107 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi hari ke-11 melibatkan pencarian melalui udara, laut dan penyelaman. Dua helikopter Basarnas, yakni HR 3601 dan HR 3604, dikerahkan untuk melakukan penyisiran dari udara dengan dukungan personel TNI AL dan TNI AU.
Baca Juga : Tiga Jenazah Ditemukan di Dalam KM Virgo pada Hari ke-9 SAR, Dievakuasi dengan Helikopter
Pencarian di laut melibatkan armada TNI AL, KPLP, Ditpolairud serta kapal Basarnas, di antaranya KN SAR Arjuna, KN SAR Wisnu dan KN SAR Pacitan.
Sementara pencarian di dalam badan kapal dilakukan tim penyelam gabungan Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Dislambair TNI AL. Mereka melaksanakan tiga sorti penyelaman yang berpusat di KN SAR Pacitan.
I Putu mengatakan, sejauh ini tidak terdapat kendala teknis maupun kekurangan personel dalam pelaksanaan operasi. Kondisi arus laut yang berubah cepat menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
“Tidak ada kendala dari sisi teknis maupun personel. Yang menjadi kendala adalah cuaca, terutama arus laut yang berubah-ubah dengan cepat,” katanya.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan Kamis pagi pukul 07.00 WITA. Tim akan memanfaatkan prediksi cuaca dari BMKG untuk menentukan strategi pencarian dan menyesuaikan pergerakan dengan kondisi arus.
Kekuatan armada juga akan ditambah. TNI AL dijadwalkan mengerahkan KRI Gusti Ngurah Rai, KRI Sultan Hasanuddin, serta helikopter Panther untuk mendukung operasi pencarian.
Seluruh tim juga telah diminta mempersiapkan peralatan penyelaman dan sarana pendukung, termasuk rigid inflatable boat (RIB) dan perahu karet, sejak malam ini.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur SAR dapat bergerak tepat waktu saat operasi kembali dimulai pada Kamis pagi.
Hingga hari ke-11, pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan untuk menemukan 107 korban yang belum ditemukan. (rizqan)
Editor: Abadi






