BANJARMASIN, klikkalsel.com – Galeri Apung yang sebelumnya berada di kawasan Sungai Jingah kini memiliki lokasi baru, yakni kawasan Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin.
Pemindaha Galeri Apung tersebut dilakukan Pemko Banjarmasin untuk ditata kembali menjadi salah satu daya tarik wisata sungai sekaligus etalase budaya Banjar.
Pemindahan tersebut dilakukan setelah pengelolaan Galeri Apung diserahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keberadaan galeri tersebut dengan melakukan sejumlah pembenahan.
“Galeri Apung yang berada di kawasan Sungai Jingah saat ini sudah kami tempatkan di kawasan Siring Menara Pandang,” ucapnya, Minggu (23/8/2026).
“Pemeliharaannya sudah diserahkan ke Pemerintah Kota Banjarmasin dari Pokdarwis Sungai Jingah, kami akan menindaklanjuti,” sambungnya.
Namun, sebelum kembali difungsikan sebagai ruang wisata dan edukasi budaya, kondisi fisik Galeri Apung menjadi perhatian utama Pemkot Banjarmasin.
Bangunan yang berada di atas perairan tersebut perlu diperkuat agar tetap kokoh dan aman. Untuk itu, Disbudporapar menggandeng pihak lain melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sabil mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan dukungan CSR kepada PAM Bandarmasih untuk membantu memperkuat daya apung Galeri Apung.
Baca Juga : Sambut 500 Tahun Banjarmasin, Pemko Gelar Sholat Hajat dan Doa Bersama
Baca Juga : HUT ke-81 RI di Balai Kota Banjarmasin Bakal Tampil Beda
Hasilnya, galeri tersebut mendapat bantuan sebanyak 40 drum apung yang akan digunakan sebagai penyangga agar bangunan tetap berada di atas permukaan air.
“Sementara ini kami minta bantuan CSR ke PAM Bandarmasih. Kami dibantu diberikan 40 drum apung untuk Galeri itu agar tidak tenggelam,” terangnya.
Setelah persoalan penyangga ditangani, Disbudporapar akan mengalokasikan anggaran untuk melakukan pemeliharaan Galeri Apung.
Sementara untuk menentukan konsep maupun pemanfaatannya ke depan, Sabil mengatakan pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut.
Meski demikian, Galeri Apung sebenarnya sudah memiliki identitas yang cukup kuat sejak berada di Sungai Jingah.
Galeri tersebut sebelumnya menjadi salah satu tempat untuk memperkenalkan kain sasirangan, kain khas Banjar, kepada masyarakat maupun wisatawan.
Konsep tersebut pun berpeluang kembali dihidupkan setelah proses pembenahan selesai. Terlebih, lokasi baru Galeri Apung berada di kawasan Siring Menara Pandang yang menjadi salah satu titik kunjungan masyarakat dan wisatawan di Banjarmasin.
“Setelah diperbaiki nanti bagaimana isinya atau ditempatkan di mana, yang pasti akan kami diskusikan kembali. Yang pasti prioritas utama adalah kami memperbaiki Galeri Apung tersebut,” jelasnya.
Jadi Titik Singgah Wisata Susur Sungai
Pemindahan Galeri Apung ke Siring Menara Pandang juga diharapkan dapat memperkuat konsep wisata sungai di kawasan tersebut.
Keberadaannya nantinya dapat menjadi salah satu titik singgah bagi wisatawan yang berkunjung ke Siring Menara Pandang maupun masyarakat yang mengikuti aktivitas susur sungai.
Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati panorama Sungai Martapura, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal budaya Banjar melalui produk kerajinan lokal.
“Fungsi Galeri Apung sendiri isinya kain sasirangan khas Banjar yang ada di Sungai Jingah. Ketika ada pengunjung datang atau pengunjung susur sungai bisa mampir di sana,” tandasnya. (adv/fachrul)






