BANJARMASIN, klikkalsel.com – Upaya mengurangi timbulan sampah di Kota Banjarmasin terus didorong dari lingkungan pemerintahan.
Di tengah kondisi darurat sampah yang terjadi saat ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin rutin menyetorkan sampah setiap bulan.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Banjarmasin sebagai upaya mendorong keterlibatan aparatur pemerintah dalam pengelolaan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Zazuli, mengatakan setiap ASN di lingkungannya diwajibkan mengumpulkan dan menyetorkan sampah dengan target lima kilogram per bulan.
“Bertahap juga, awalnya setelah ada instruksi itu baru dua kilogram sampai akhirnya tiap pegawai bisa mengumpulkan sampah lima kilogram,” kata Zazuli, Senin (31/8/2026).
Sampah yang dikumpulkan ASN berasal dari lingkungan rumah maupun aktivitas sehari-hari di kantor. Sampah tersebut terlebih dahulu dipilah untuk memastikan masih bisa dimanfaatkan dan dikelola.
Jenis sampah yang disetorkan cukup beragam, mulai dari kardus, kertas HVS, botol plastik hingga minyak goreng bekas.
Baca Juga : Pemko Banjarmasin Pulihkan Akses Mantuil dalam Tiga Hari, Jembatan Sementara Saka Harang Kembali Dibuka
Zazuli menjelaskan, proses penyetoran sampah bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin telah memiliki jadwal yang ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.
“Tiap bulan itu ada jadwal penyetoran sampah dan pegawai saja akan bersiap mengumpulkan sampahnya saat jadwalnya tiba,” tuturnya.
Menurutnya, gerakan rutin menyetorkan sampah tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap pengurangan sampah di lingkungan pemerintahan.
Lebih dari itu, ASN juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Di tengah kondisi darurat sampah yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, Zazuli menilai perubahan kebiasaan harus dimulai dari langkah sederhana.
Salah satunya dengan memilah sampah dari rumah dan mengurangi sampah yang berpotensi menambah beban tempat pembuangan akhir.
Keterlibatan ASN diharapkan dapat menjadi pemicu bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas untuk ikut mengambil peran dalam penanganan persoalan sampah di Banjarmasin.
“Penanganan sampah ini tentu perlu kesadaran seluruh pihak. Kita sebagai ASN wajib memberi contoh baik,” pungkasnya. (adv/fachrul)






