Banjar

Proses Evakuasi Warga Tunggul Irang Berlangsung Panjang

MARTAPURA, klikkalsel.com – Evakuasi warga Desa Tunggul Irang, Kabupaten Banjar yang menjadi korban banjir akibat luapan Sungai Martapura di Kalimantan selatan (Kalsel) berlangsung panjang.

Evakuasi hanya mengandalkan perahu karet yang diikat ke sebuah tali, lalu ditarik oleh tim relawan Pecinta Alam (PA) se Kalsel di tengah derasnya luapan aliran Sungai, Kamis (14/1/2021). Hal tersebut membuat proses pemindahan warga dari lokasi bencana ke lokasi evakuasi sedikit terhambat.

“Ini sudah yang keberapa kalinya, kita bergotong royong mengevakuasi warga sejak dari pagi,” kata Fahmi salah satu relawan gabungan PA se Kalsel, saat melakukan evakuasi menggunakan perahu karet,

Baca Juga : Status Bencana Kota Banjarmasin Resmi Naik Menjadi Tanggap Darurat

Dengan nafas tengerah-engah, dirinya menceritakan, evakuasi kali ini berlokasi di Martapura Ujung yaitu Desa Tunggul Irang yang mana berjarak tempuh sekitar 2 jam dari lokasi star evakuasi.

“Proses evakuasi sudah 30 menit dan sekitar 1 setengah jam lagi kita sampai Desa Tunggul Irang,” ujarnya sambil menarik perahu karet tersebut.

Kendati demikian, Reggi Amianu Dyanta Ratih mengaku takut dan was-was jika perahu karet yang dinaikinya hanyut terbawa derasnya banjir yang merendam Bincau Ulu hingga tunggul Irang di Kabupaten Banjar tersebut. Oleh sebab itu ia dan Tim harus ekstra hati hati agar tidak terseret oleh arus banjir tersebut.

“Arus Banjir yang menggenangi di desa ini sangat deras jadi harus ekstra hati hati, takutnya terbawa arus,” ujar Reggi.

Selain mengandalkan perahu miliki relawan, pantauan di lapangan juga terlihat warga Desa Tunggul Irang sebagian ada yang mengamankan diri menggunakan perahu kayu milik pribadi untuk mengangkut hewan ternaknya seperti ayam dan kambing.

Seperti Mahrita, mengatakan dirinya bersama suaminya mengangkut Ayam menggunakan perahu.

“Dua kali sudah angkut ayam, ada juga warga lain angkut kambing, ke lokasi pengungsian, sari lokasi pengungsian ke rumah tiga jam, jalan kaki sambil menarik perahu,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : David

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top