Budaya

Kenalkan Cara Bertahan Hidup di Hutan, Pokdarwis Datar Bunglai Gelar Bushcraft Orientation dengan Kearifan Lokal

BARABAI, klikkalsel.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Datar Bunglai laksanakan kegiatan Bushcraft Orientation dengan kearifan lokal di Puncak Titian Musang, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (11/7/2021).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan cara bertahan hidup di hutan. Hal itu merupakan salah satu kearifan lokal Masyarakat Kampung Papagaran yang rata-rata Masyarakat Adat Dayak yang masih mempertahankan kearifan lokalnya.

Reza salah satu bagian dari Pokdarwis tersebut kepada Klikkalsel.com menuturkan tercatat sebanyak 99 orang terdaftar sebagai peserta dari kegiatan tersebut dan berasal dari oraganisasi, komunitas, kelompok pecinta alam, serta para penggiat alam dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Peserta yang ikut kita fasilitasi Masker Medis, Spot Foto, berbagai Fasilitas Wisata, serta Cincin Simpai yang merupakan salah satu kerajinan tangan khas Suku Dayak Meratus,”ucap Reza.

Lebih lanjut, para peserta diberikan pengetahuan mengenai Sejarah Kampung Papagaran, cara masyarakat berburu yang di praktikan langsung menggunakan sumpit dan tombak (Bagarit).

Kemudian, Mahumbal dan Memalam cara memasak makanan dan hasil dari berburu tersebut dengan menggunakan bambu dan disajikan langsung kepada para peserta.

Setelah itu, untuk formalnya digelar pula Apel Pagi penaikan Bendera Merah Putih dan dilanjutkan dengan praktik Atraksi Mandau yang disajikan oleh salah satu Masyarakat Dayak. Terakhir, dilakukan penanaman pohon sebagai komitmen bersama melakukan gerakan #savemeratus.

Sementara itu, Tofan salah satu peserta kegiatan tersebut merasa sangat penasaran dengan kegiatan yang disajikan. Sehingga, ia pun turut bergabung dan melihat langsung praktik Masyarakat Dayak melakukan cara bertahan hidupnya.

“Awalnya saya penasaran, makanya saya putuskan untuk hadir melihat langsung kegiatan tersebut,” ucapnya.

Ia mengaku sangat terkesan melihat praktik langsung cara bertahan hidup masyarakat adat. Bahkan, ia dan para peserta pun diberikan ruang untuk belajar lebih intensif kepada para tokoh di kegaitan tersebut.

“Kami juga diberikan tawaran, jika ingin belajar lebih dalam bisa mendatangi para ahli di kegiatan ini,” tambah Tofan.

Diakhir kegiatan, diadakan penanaman pohon bersama para peserta guna menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, hal ini merupakan komitmen bersama untuk gerakan #savemeratus demi penyelamatan Pegunungan Meratus agar tetap lestari. (dayat)

Editor : Akhmad

To Top