BANJARBARU, klikkalsel.com – Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menjelang peringatan Haul ke-218 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjar atau Datu Kelampayan. Salah satunya yaitu pelayanan penginapan gratis untuk jemaah luar daerah.
Kampus 1 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel di Jalan Panglima Batur Timur, Banjarbaru, rencananya bakal jadikan tempat penginapan.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDM Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, ada 120 kamar yang tersedia.
“Masing-masing kamar berisi dua tempat tidur, dilengkapi dengan AC dan air panas,” ucapnya, Jumat (5/4/2024).
Dia menyampaikan, penyediaan penginapan gratis tersebut sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Bagi masyarakat luar daerah yang memerlukan tempat menginap, kata dia, agar mengubungi contact person (0821 5552 7173).
“Kontak person sudah kami sebar,” pungkasnya.
Haul ke-218 Syekh Muhammad Arsyd Al Banjari atau Datu Kelampayan dijadwalkan pada Senin (15/4/2024) di Masjid Tuhfaturroghibin Dalam Pagar Martapura.
Secara khusus, Pemprov Kalsel mengundang Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin untuk bisa berhadir pada haul ulama kharismatik Kalsel tersebut. (rizqon)
MARTAPURA, klikkalsel.com – Rutin setiap malam Rabu, sejak beberapa tahun lalu di Kubah Datu Kelampayan atau Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul kini diramaikan dengan adanya kegiatan keagamaan atau kegiatan majelis.
Bernama Majelis Kubah Datu Kelampayan, majelis itu diinisiasi oleh para dari zuriat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari untuk meningkatkan kegiatan keagamaan di kubah.
Badan Pengelola Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Guru Arifin mengatakan, Majelis Kubah Datu Kelampayan ini rutin dilaksanakan setiap malam Rabu.
Majelis ini, kata Guru Arifin, jika di luar bulan Ramadan juga dilaksanakan setiap malam Minggu di kubah Datu Kelampayan.
Bahkan sekarang ini, majelis tersebut juga sudah memiliki akun atau channel resmi kegiatan majelis yang dapat dilihat masyarakat jika tidak bisa berhadir langsung.
“Mulai dari Youtobe, Instagram dan lain lainnya dengan nama Majelis Kubah Datu Kelampayan, insya allah bisa dilihat di sana dan kalau malam Rabu biasanya kita live atau Siaran langsung,” pungkasnya.(restu)
MARTAPURA, klikkalsel.com – Khutbah Jumat terakhir di Bulan Ramadan 1445H di Masjid Agung Al Karomah, KH. Hasanuddin Bin KH. Badruddin mengimbau agar perbanyak ibadah pada 10 hari terakhir Ramadan, serta membayar Zakat Fitrah, Jumat (05/04/2024) siang.
Dalam khutbah Jumat tersebut, KH. Hasanuddin selaku Khotib mengatakan, untuk kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjauhi larangannya dan mengerjakan segala perintahnya.
“Tidak terasa waktu bergulir dan berputar cepat, Jumat kali ini kita sudah berada di Jumat akhir Ramadan, bulan suci yang penuh barokah dan magfirah,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam ke 11 ini mengingatkan, agar menggunakan sisa dari bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknnya serta se-optimal mungkin dengan memanfaatkan setiap waktu untuk berbuat baik dan beramal saleh.
“Baik dengan berzikir, membaca Al-Quran, Kiyamul’lail, dan banyak lagi ibadah lainnya,” jelasnya.
Kesempatan emas ini, KH. Hasanuddin mengatakan, jangan sampai dilewatkan dengan sia-sia. Seperti yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah Radiyallah Anhu: Rasulullah SWA bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam dengan ibadah, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, kesungguhan yang tidak dilakukan di malam-malam lainnya].
Selain itu, ia juga menjelaskan, sebentar lagi kita akan keluar dari bulan suci yang mulia ini. Maka bersihkan diri kita masing-masing dengan ber-Zakat Fitrah.
“Sebagai Sabda Rasulullah SAW, puasa di bulan Ramadan itu tergantung di antara langit dan bumi, dan tidak akan terangkat kecuali dengan membayar zakat,” ucapnya.
KH. Hasanuddin mengharapkan, dengan mengerjakan ibadah Ramadan 1445H ini, akan meningkatkan takwa dan bakti kepada Allah SWT, serta menghasilkan magfirah dan ampunan Allah. Sehingga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang Muttaqin. (Mada Al Madani)
BANJARMASIN,kliklalsel.com – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo melaksanakan Safari Ramadhan dengan buka puasa bersama Forkopimda dan prajurit di Korem 101/Antasari di Makorem Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (3/4/2024).
Pantauan klikkalsel.com rombongan Pangdam VI/Mulawarman disambut hangat oleh Prajurit Korem 101/Antasari melalui penampilan Marawis Gabungan TNI/Polri, Pembacaan Ayat Suci Al-Quran, Ceramah dan Doa oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Drs. H. Muhammad Tambrin, M. M.Pd.
Pada kesempatan tersebut Pangdam VI/Mulawarman memberikan tali asih kepada Warakawuri, serta memberikan penghargaan kepada prajurit dan anak prajurit yang memiliki prestasi sebagai wujud apresiasi dan rasa peduli.
Kemudian, dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama dan Sholat Maghrib Berjamaah.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh semua pihak.
“Kami ingin mempererat tali silaturahmi, agar bisa terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Pangdam.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman juga memberikan ucapan selamat kepada para prajurit yang telah mendapat kenaikan pangkat dan dapat menjaga amanah yang diberikan. Serta memberikan motivasi kerja untuk bisa menjadi lebih semangat.
Disamping itu, Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Provinsi Kalsel Ir. Roy Rizali Anwar berharap melalui acara ini tercipta semangat baru dalam mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antara Provinsi Kalimantan Selatan dengan jajaran TNI/Polri maupun lapisan masyarakat.
“Dapat meningkatkan sinergitas, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi kita semua dalam membangun Banua Kalimantan Selatan yang lebih baik dan maju sebagai gerbang Ibu Kota Negara Kalsel Babussalam,” ucapnya.
Untuk diketahui, Safari Ramadhan ini dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, Pimpinan Instansi Vertikal Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, Pejabat Jajaran Utama Polda Kalimantan Selatan, Kasdam VI/Mulawarman, Irdam VI/Mulawarman, Danrem 101/Antasari, Asrendam VI/Mulawarman, Aspers Kasdam VI/Mulawarman, Aslog Kasdam VI/Mulawarman, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Sjamsudin Noor, Danrindam VI/Mulawarman beserta jajaran, Kapuskopad Mulawarman “B”, para Kasi Korem 101/Antasari, serta Dandenzipur 8/GM.
Turut hadir Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah VI/Mulawarman, Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarman, Dandim dan Danyonif se-Kalimantan Selatan, Dan/Ka Balak Aju Kodam VI/Mulawarman Wilayah Banjarmasin.
Dansat Jajaran Mabes TNI Wilayah Kalimantan Selatan, Pejabat Jajaran Utama Lanal Banjarmasin, Pejabat Jajaran Utama Lanud Sjamsudin Noor, Forkopimda Kota Banjarmasin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Insan Pers Wilayah Kalimantan Selatan, serta Prajurit dan PNS Korem 101/Antasari.
Akhir acara dilaksanakan Sholat Isya dan Tarawih Berjamaah di Masjid Miftahul Jannah Korem 101/Antasari. (airlangga)
MARTAPURA, klikkalsel.com – Berbagai persiapan menuju haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ke-218 sudah mulai dilakukan, baik dari pihak pemerintah hingga masyarakat.
Haul ulama pengarang Kitab Sabilal Muhtadin ini jatuh pada 15 April mendatang atau 6 Syawal dalam bulan hijriah dan akan digelar di Masjid Tuhfaturrogibin, Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur.
Dijelaskan Ketua Pelaksana Haul Datu Kelampayan, H. Ahmadi Hamid, panitia haul telah menyusun berbagai persiapan, termasuk konsumsi untuk jemaah.
“Kami telah menyiapkan 40 dapur umum dengan beras yang diperlukan sebanyak 700 belek untuk 100 ribu jemaah,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan air mineral, bumbu dapur, hingga peralatan lain.
Lebih jauh ia menjelaskan, dalam perlaksanaan haul Jaddina Syekh Muhammad Arsyad ini, Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor juga menyumbang untuk konsumsi acara, berupa 100 ekor sapi.
Untuk diketahui, Pemrov Kalsel rencananya juga akan mengundang Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin serta Wakil PBNU Pusat, KH. Zulfa Mustofa.
“Puncak haul itu jam 09.00 pagi, sebelum jam 12.00 biasanya sudah selesai. Jadi jemaah saat Subuh sudah banyak yang datang. Kemungkinan sebelum 6 Syawal sudah banyak yang datang,” sebutnya.
Dengan kedatangan banyak massa tersebut, tentu membutuhkan tempat untuk menginap. Dalam hal ini Ahmadi menyebut, pihak panitia belum ada menyiapkan. Akan tetapi warga yang berada di sekitar tempat pelaksanaan secara sukarela akan menampung jemaah yang berhadir nanti.
Masid Tuhfaturrogibin, Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur yang akan menjadi tempat Haul Datu Kelampayan ke-218. (Mada Al Madani)
Selain itu, pasca kegiatan haul lelaki yang “menelurkan” puluhan bahkan ratusan ulama besar di Indonesia dan luar negeri ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa kantong sampah di sisi jalan untuk memudahkan para jemaah untuk membuang sampah.
“Hendaknya datang bersih, pulang bersih dan jemaah tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Haul Datu Kelampayan, Zainal Ilmi menambahkan, jika relawan saat ini sudah ada 80 tim yang siap membantu pelaksanaan haul.
“Dalam satu tim sekitar 30 orang dan mungkin kedepannya akan makin banyak. Saat ini yang terdaftar dari EBR, SRH, dan MH,” ungkapnya.
Ilmi mengatakan, para relawan tersebut akan diarahkan untuk mengatur kantong parkir, jalur kedatangan dan kepulangan, hingga mengawal ulama yang datang
“Untuk teknisnya, jemaah laki-laki dan perempuan dipisah. Untuk jemaah perempuan yang datang akan diarahkan ke Ponpes Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari,” ujarnya. (Mada Al Madani)
MANUSIA hanya berencana, Allah juga yang berkuasa mengatur dan menentukan (Al Insanu Bittafkir Wallahu Bittaqdir). Itulah ungkapan bahasa Arab yang dialami Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan, Zainal Helmie saat berencana umrah bersama KH Ahmad Zuhdiannoor dan keluarga H Hasbullah, owner pengembang PT Herlina Perkasa pada 4 Ramadan 1441 Hijriyah (25 April 2020) atau 4 tahun silam, sebelum ulama kharismatik itu dipanggil Illahi.
Abah Guru Zuhdi meninggal dunia pada 2 Mei 2020 atau 9 Ramadan dalam usia 48 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta.
Saat itu memang sedang tinggi-tingginya wabah virus corona di Indonesia, sehingga banyak kegiatan keagamaan dan sosial dibatalkan, termasuk pelaksanaan umrah.
Bersama Guru Zuhdi usai mengisi pengajian rutin setiap Senin malam di Masjid Ar Raudhah, Sungai Andai Banjarmasin.
“Kita tunggu setelah Ramadan, mudahan kawa tulakan,” ucap
Abah Guru saat mengetahui semua kegiatan umrah di tahun 2020 dibatalkan kepada Haji Hasbullah usai pengajian rutin Abah Guru setiap Senin malam, 4 Ramadan di Mesjid Ar Raudhah di Kompleks Herlina Perkasa Jalan Kayu Manis, Sungai Andai Banjarmasin.
Namun Allah berkehendak lain. Sebelum melaksanakan umrah Abah Guru wafat pada 9 Ramadan karena sakit. Rencana umrah bersama Abah Guru pun batal.
Sebagai Penasihat Masjid Ar Raudhah memilih mengambil uang yang telah disetorkan kepada travel umrah beberapa bulan kemudian, karena ketidakjelasan kapan berangkat karena wabah covid melanda dunia hingga 2022.
Usai dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, ibadah umrah mulai dibuka Pemerintah Arab Saudi pada 30 Juli 2022, pasca musim haji selesai. Tapi saya baru bisa melaksanakan umrah pada 12 Ramadan 1445 H atau 25 Maret 2024 ini.
Bersama istri, Minarni Nunu dan kedua kakak ipar, Zulkifli Raban-Yuniar Yuliana (Franchice Wong Solo) yang juga memberangkatkan umrah Nor Aina, Husna, Aisya Nabila tiga santriwati Pondok Tahfidz Al Quran Az Zahra – Lumbu Raya, Rantau penghapal Quran 30 juz.
Melalui Travel Kamilah Berkat Guru, kami tiba di Bandara Jeddah setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam lebih dari Jakarta, transit di Bandara Mumbai, India.
Saat menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah, ada rasa sedih karena tidak bersama Abah Guru. Namun saya merasakan kehadiran beliau di kalbu ini.
“Abah Guru ulun baru bisa melaksanakan umrah di Ramadan tahun ini,” ucapku dalam hati.
Teringat 4 tahun silam, betapa bahagianya ketika Abah Guru memilihku bersama dua murid beliau untuk satu kamar saat rencana umrah pada 4 Ramadan 1441 H.
Pertemuan istimewa yang tak terduga dengan KH Ahmad Sanusi Ibrahim atau Guru Jaro dan H Zulkifli Raban di depan Masjid Nabawi.
“Untungnya om pian sekamar lawan Abah Guru,” ujar Hajjah Noordiana, putri H Hasbullah.
Hj Yayan, nama panggilan istri H Hadi ini menceritakan Abah Guru sendiri yang memilih untuk sekamar di hotel, baik saat di Madinah maupun di Makkah.
Hanya mengucap syukur alhamdulillah karena akan sekamar dengan ulama kharismatik dan sederhana ini.
Walau tidak kesampaian bersama Abah Guru, namun hajat untuk pergi umrah di bulan Ramadan akhirnya terlaksana di tahun ini.
Di depan Baitullah aku menadahkan tangan, berdoa untuk kedua orangtua, anak-anak, keluarga, tetangga, teman-teman, serta terkhusus doa untuk Abah Guru.
“Ya Allah, ampunilah orang yang telah mengajarkan kami ilmu agama. Sayangilah dan muliakanlah Abah Guru dengan keridhaan-Mu yang maha besar, di tempat yang terbaik di surga-Mu,” ucapku dalam doa.
Setelah 6 hari di Makkah, lanjut naik bis ke Madinah. Dua hari di sana, Alhamdulillah usai buka puasa di halaman masjid Nabawi bertemu KH Ahmad Sanusi Ibrahim atau biasa dipanggil Guru Jaro, Senin 1 April 2024.
Perjumpaan ini istimewa. Secara singkat Guru Jaro menggambarkan Madinah memiliki keutamaan yang besar untuk memaksimalkan amal selama Ramadan.
Masjid Nabawi merupakan tempat yang paling mulia dan banyak pahalanya selama Ramadan. Madinah adalah kota suci kedua bagi umat Islam setelah Makkah.
Jika Makkah disebut sebagai kota suci karena terdapat Masjidil Haram dengan simbol Kakbah, maka Madinah juga disebut sebagai kota suci karena terdapat Masjid Nabawi, yang merupakan pusat kekuasaan Islam.
Dijelaskan Pengasuh Majelis Taklim Darul Magfirah ini, Madinah al-Munawwarah adalah pemberian nama dari Nabi Muhammad SAW yang menyebut penduduknya sudah terkenal dengan sifat-sifat ramah dan berakhlak mulia.
“Rasulullah tersenyum melihat umatnya melaksanakan umrah di Ramadan ini,” kata Guru Jaro mengakhiri cerita, karena terdengar suara iqomah untuk shalat Magrib.
‐—————-
Zainal Helmie
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel dan Penasihat Badan Pengelola Masjid Ar Raudhah Komplek Herlina Perkasa, Sungai Andai Banjarmasin.
————–
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Umat Islam dan para alim ulama meyakini malam Lailatul Qadar akan tiba di 10 hari terakhir Ramadan.
Oleh karena itu, di 10 terakhir Ramadan kita disarankan untuk menghidupkannya dengan memperbanyak sedekah, baik itu dengan memberikan harta maupun bantuan kepada orang yang membutuhkan.
Dengan melakukan sedekah, kita juga dapat membersihkan hati dan menghidupkan kebiasaan saling tolong-menolong antar sesama.
Ustadz Muhammad Maulana Al-Kelayani dalam 10 hari terakhir Ramadan menyarankan untuk menghidupkannya, mulai dari berpuasa, beribadah malam seperti sholat, tarawih berjamaah, tahajud dan membaca Al-Quran.
“Bagi siapa yang melakukannya di 10 terakhir Ramadan maka mereka juga akan dimerdekakan dari api neraka,” ujarnya, Senin (1/4/2024).
Diceritakannya, menghidupkan 10 terakhir Ramadan juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Menurut cerita kala itu Nabi Muhammad menganjurkan kepada umat muslim melalui istrinya Sayyidah Aisyah kemudian para sahabat untuk mengejar malam Lailatul Qadar di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan,” jelasnya.
“Hal tersebut seperti cerita ketika Nabi Muhammad SAW full beritikaf pagi, siang dan malam di masjid hingga menjelang Idul Fitri,” sambungnya.
Lebih lanjut, kata Ustadz, Lailatul Qadar merupakan suatu kejadian dimana Allah SWT menurunkan malaikat dari langit ke permukaan bumi.
Lailatul Qadar sendiri, dipercaya akan terjadi di waktu malam 10 hari terakhir Ramadan dengan perwujudan kondisi malam seperti pagi hari atau siang.
“Jika umat muslim beribadah di waktu itu, maka pahalanya akan melebihi beribadah selama 1000 bulan atau lebih dari 80 tahun. Apalagi bersedekah di malam itu juga sama halnya bersedekah selama 1000 bulan atau lebih dari 80 tahun,” pungkasnya. (airlangga)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ratusan warga Sungai Andai terpantau memadati Masjid Ar-Raudhah Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara pada saat Malam 21 Ramadan 1445 H, Senin (1/4/2024).
Bukan tanpa alasan, ratusan warga itu datang ke Masjid tersebut untuk melakukan kegiatan iktikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan atau mengikuti malam peribadatan Qiyamul Lail.
Dengan harapan bisa mendapatkan keberkahan di malam lailatul qadar yang diyakini umat muslim adalah malam penuh berkah dan kemuliaan atau malam lebih baik dari seribu bulan serta bertabur keistimewaan
Zamal warga setempat yang juga pengurus Masjid Ar-Raudhah mengatakan, kegiatan peribadatan Qiyamul Lail baru dimulai hari ini dan akan berlangsung hingga malam 30 Ramadan 1445 H.
“Dimulai dari setengah dua (pukul 01.30 Wita),” ujarnya.
Di Ar-Raudhah, kata Zamal peribadatan dipimpin atau diimami oleh tiga orang ustadz dan Guru agama secara bergantian.
Mereka yaitu Guru Ahyat, untuk Senin, Selasa dan Rabu. Ustadz Shalah di Kamis, Jumat dan Sabtu.
“Kemudian di hari Minggu diimami Ustadz Ilyad Muliadi,” kata Zamal kepada klikkalsel.com
“Untuk malam ini, Senin diimami oleh Guru Ahyat,” sambungnya.
Kegiatan ini, kata Zamal, rutin dilakukan di Masjid Ar-Raudhah setiap 10 malam terakhir bulan Ramadan.
“Jamaahnya tidak hanya dari warga Sungai Andai kadang juga ada dari luar,” imbuhnya.
Dari pantauan klikkalsel.com jemaah di Masjid Ar-Raudah Sungai Andai, laki laki memenuhi hingga 4 shaf dan jamaah perempuan 3 shaf.
Selain di Ar Raudhah, kegiatan serupa juga dilakukan di masjid masjid lain yang ada di Kota Banjarmasin.
Diantaranya, Masjid Jami Banjarmasin kegiatan Qiyamul Lail juga diadakan pengurus dan dipimpin oleh KH Rasyid Ridha selama 10 malam terakhir Ramadan.
Kemudian juga Masjid Sabilal Muhtadin juga melakukan peribadatan Qiyamul Lail yang dipimpin Ustadz H Ilham Humaidi hingga malam ke 30 Ramadan 1445 H. (airlangga)
BANJARMASIN,klikkalsel.com – Zakat fitrah biasanya wajib ditunaikan menjelang hadirnya bulan Syawal atau mendekati lebaran Idul Fitri.
Atas hal itu, Ketua MUI Banjarmasin Habib Ali Khaidir mengatakan, Kementerian Agama Banjarmasin bersama Pemerintah Daerah, MUI Banjarmasin, Baznas, Bimas Islam serta perwakilan lainnya telah memutuskan besaran zakat fitrah sebanyak 3,5 liter (2,7) kg, pada 25 Syaban 1445 H atau 6 Maret 2024.
Adapun besaran zakat fitrah yang tertuang dalam keputusan bersama tersebut, untuk kategori minimal Rp 70 ribu hingga Rp 40 ribu perorangnya. Dengan rincian sebagai berikut.
Beras Unus, Mayang , Mutiara dan sejenisnya Rp70 ribu.
Beras Siam, Unus, karan Dukuh dan sejenisnya Rp65 ribu.
Beras Ganal, biasa Rp60 ribu. Lalu Beras Rojolele, Pandan Wangi dan sejenisnya Rp55 ribu. Beras dolog dan sejenisnya Rp 40 ribu.
“Bahwa zakat fitrah atau zakat al-fitr merupakan salah satu jenis zakat yang diwajibkan kepada setiap manusia, baik lelaki dan juga perempuan muslim. Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, pembayaran zakat fitrah ini dilakukan pada bulan Ramadhan dalam menyambut Idul Fitri,” kata Ali Khaidir, Sabtu (30/3/2024).
Menurutnya, zakat tersebut bertujuan untuk mensucikan harta serta diri manusia setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Namun di luar tujuan tersebut, zakat fitrah juga dapat dianggap sebagai bentuk rasa peduli manusia terhadap orang yang kurang mampu.
“Bagi mereka yang wajib membayar pertama beragama Islam dan Merdeka, menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat dan mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya,” katanya. (azka)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin terus berkomitmen guna mendorong pelaku industri kecil menengah di kota berjuluk Seribu Sungai agar semakin berkualitas.
Salah satunya lewat Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA) bagi IKM Sektor Industri yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan & Peridustrian (Disperdagin), bertempat di Hotel Aria Barito Banjarmasin.
Terasa spesial, sebab program kali ini terselenggara berkat kolaborasi yang terjalin antara Dinas Perdagin bersama kawan kawan dari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalimantan Selatan dengan tajuk Seminar Kewirausahaan Internasional.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kehormatan Saudagar Melayu DMDI mewakili Presiden DMDI Joya binti Abdul Rashid yang juga sekaligus menjadi salah satu narasumber pada kesempatan itu.
Turut hadir, Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus, Ketua TP PKK Banjarmasin Siti Wasilah, Kepala Disperdagin Ichrom Muftezar beserta seluruh tamu undangan dari sejumlah negara dan stakeholder terkait.
Pada acara itu, Saudagar DMDI ingin berbagi pengalaman mereka kepada para peserta seputar dunia wirausaha dan perdagangan Melayu dari dulu hingga kini.
Seperti diketahui, hadirnya sejumlah tamu kehormatan dari DMDI Indonesia maupun Internasional ini sendiri dalam rangka pelaksanaan MTQ Antarbangsa ke-14 dengan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan didapuk sebagai tuan rumah.
Ketum DMDI Indonesia, dalam sambutannya bercerita bahwa kehadiran pelaku Industri kerap tak lepas dari peran entrepreneur (Wirausaha) muda, termasuk soal izin usaha. Menurutnya, Entrepreneur muda sudah sepatutnya terjun dan ikut berkolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait lainnya.
“Bicara soal usaha, kita mesti kawal para pengusaha pengusaha baru kita ini. Bagaimana mereka kita beri wawasan tentang perizinan, wawasan cara meminjam modal, mencari modal, bagaimana mendapatkan modal yang diberikan hibah oleh pemerintah, termasuk pengelolaan modal,” ungkap Said Al Idrus.
Tak hanya itu, Said Aldi Al Idrus juga menbeberkan kunci sukses dalam berusaha. “Pertama kita harus menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Lalu hormati kedua orang tua kita, ketiga jangan maksiat. Insyaallah kalau semua sudah dikerjakan semua akan terasa mudah, saya yakin dan percaya itu,” pesannya lagi.
“Kami akan terus memberikan motivasi tentang kewirausahaan kepada seluruh masyarakat dari 23 negara, di Indonesia Aceh sampai Papua. Motivasi kepada entrepreneur muda kita agar tahu kunci sukses dalam menjalankan usaha dengan baik,” pungkasnya.
Sementara Kepala Disperdagin, Ichrom Muftezar mengatakan, kegiatan tersebut dinilai penting bagi para pelaku IKM agar dapat memahami berkaitan dengan proses perizinan berusaha berbasis risiko secara lebih sistematis dan terawasi.
“Proses perizinan ini tentu sangat penting bagi kemajuan usaha kita semua,” ungkap Ichrom Muftezar disela-sela arahan, pada Sabtu (30/3).
Lebih lanjut, Tezar berharap seluruh alur pengurusan izin OSS-RBA yang akan dipaparkan oleh sejumlah narasumber nantinya agar dapat disimak dengan baik oleh para peserta.
“OSS-RBA ini kan merupakan wujud inovasi yang akan memudahkan dan mempercepat proses izin usaha itu sendiri, terlebih dapat dilakukan secara mandiri,” jelasnya lagi.
“Sistem ini seharusnya bisa menjadi solusi bagi para pelaku IKM yang mungkin selama ini mengalami kendala atau hambatan dalam mengurus perizinan usaha,” sambungnya.
Kemudian, dalam prosesnya, para pelaku IKM ini selanjutnya akan diberikan pendampingan dan pembinaan oleh Dinas Perdagangan & Perindustrian kota Banjarmasin.
“Ulun harap informasi yang diperoleh agar dapat di informasikan kembali kepada lingkungan keluarga, maupun rekan-rekan sesama pelaku IKM untuk ikut mengurus izin usahanya secara online,” tutup Tezar.
Informasi terhimpun, kegiatan yang berlangsung satu hari penuh tersebut diikuti sebanyak 100 IKM binaan Pemerintah Kota Banjarmasin serta 10 IKM dari sejumlah Kabupaten/kota lain di Kalsel.(adv/fachrul)