Kategori: Pendidikan

  • Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Digital, Ini Penjelasan PPA

    Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Digital, Ini Penjelasan PPA

    TANJUNG, Klikkalsel.com – Menghadapi era digitalisasi tentunya dalam pengawasan terhadap anak di bawah umur sangat perlu diperhatikan, terutama dalam membangun pola pikir anak.

    Mengingat pesatnya perkembangan zaman saat ini, tentunya gaya dalam mendidik anak juga diperlukan penyesuaian agar anak dijauhkan dari berbagai hal negatif.

    Dalam hal ini Kepala UPTD PPA Tabalong, Rustina Hayani menginformasikan bagaimana cara mendidik anak di era sekarang.

    Ia mengatakan, yang pertama orang tua harus lebih tegas kepada anak, karena kebanyakan anak di masa remaja sedang sibuk mencari identitas diri.

    “Biasanya anak lebih menyukai bergaul dengan orang di luar rumah,” ucapnya, Selasa (18/10/2022).

    Baca Juga : Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispersip Tanah Bumbu Gelar Story Telling

    Baca Juga : Terdapat 9 Kasus Asusila Anak Dibawah Umur, Ini Pesan Kapolres Tabalong Kepada Masyarakat

    Selain itu, orang tua juga perlu mengawasi pergaulan dan memperketat ketika anak, terutama perempuan keluar dimalam hari.

    “Misalnya tidak ada keperluan penting atau mendesak diusahakan tidak keluar. Apabila keluar juga, orang tua harus tahu dengan siapa ia pergi dan jam berapa ia harus di rumah,” katanya.

    Ia juga menjelaskan bahwa pentingnya kesepakatan dalam pola didik antar orang tua, karena apabila masing-masing membuat peraturan berbeda maka akan membingungkan anak.

    “Apabila ibunya begini usahakan ayahnya begitu juga, artinya tujuannya searah,” ucapnya.

    Selain itu diperlukan juga komunikasi terbuka antara anak dan orang tua, sehingga apabila terdapat masalah pada anak, ia akan merasa nyaman bercerita (curhat) dengan orang tuanya bukan malah curhat dengan lawan jenisnya.

    Kemudian pendidikan agama juga sangatlah diperlukan dalam membentengi diri anak pada zaman sekarang, mengingat sekarang sudah bebas bermedia sosial.

    “Sekarang kebebasan bermedia sosial sangat mempengaruhi, selain itu mungkin juga ada konten negatif, sehingga harus ditanamkan sejak dini bahwa segala sesuatu ada konsekuensinya,” ucapnya.

    Ia menambahkan, dosa pahala juga harus ditanamkan sejak dini, sehingga ketika anak ingin berbuat salah maka mereka akan ingat bahwa ada yang mengawasi. (Dilah)

    Editor: Abadi

  • Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispersip Tanah Bumbu Gelar Story Telling

    Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispersip Tanah Bumbu Gelar Story Telling

    BATULICIN, klikkalsel.com – Meningkatkan minat baca masyarakat terutama pada anak usia dini, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar kegiatan story telling di TK Pembina Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Selasa (11/10/2022).

    “Kegiatan ini untuk menstimulasi kegemaran masyarakat sejak dini untuk rajin membaca konsepnya. Diharapkan melalui story telling tersebut meningkatkan kegemaran membaca dan indeks pembangunan inklusif masyarakat di Kecamatan Kusan Hulu meningkat,” kata Kepala Dispersip Tanbu Yulia Ramadhani melalui Kabid Pembina Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca (P2KM) Tri Wahyudi Yuda.

    Baca Juga : Job Fair Kabupaten Tanah Bumbu 2022 Buka 197 Lowongan Kerja

    Baca Juga : JaWara Internet Sehat Gandeng Duta Baca Tanbu Dorong Remaja Cerdas Cakap Digital

    Tri mengungkapkan, ada sebanyak 85 anak TK Pembina Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu yang mengikuti kegiatan story telling atau mendongeng ini.

    “Hari ini Dispersip menyelenggarakan story telling di TK Pembina Desa Wonorejo,” ujarnya.

    Dia menjelaskan, kegiatan story telling merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dispersip Tanbu.

    Adapun narasumber pada kegiatan mendongeng yakni Bunda Alis dari Kampung Dongeng Tanah Bumbu.(adv/rini)

    Editor : Amran

  • Pantau Diklat UKM, WR III Uniska Sebut Organisasi Mahasiswa Dapat Membentuk Karakter

    Pantau Diklat UKM, WR III Uniska Sebut Organisasi Mahasiswa Dapat Membentuk Karakter

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Unit kegiatan mahasiswa (UKM) di sebebuah kampus maupun Universitas dinilai sangat berperan kuat dalam membentuk karakter mahasiswa dikemudian hari.

    Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor III, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB), H Idzani Muttaqin saat menghadiri kegiatan pendidikan Dasar Mapala Uniska di kawasan Kampung Kiram, Kabupaten Banjar, Minggu (16/10/2022).

    “Bagus saja dan baik, yang penting kegiatannya tidak ada kontak fisik apa lagi sampai membahayakan,” ujarnya.

    Menurutnya, pengalaman seorang mahasiswa dalam organisasi kampus nantinya diharapkan akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan hingga dalam dunia kerja nantinya.

    Sebab, tantangan tersebut dapat bersifat teknis yang berkaitan pekerjaan maupun mental dalam menghadapi berbagai tantangan ketika berinteraksi dengan orang lain.

    Baca Juga : Sadar Regenerasi, Pramuka Uniska Jaring Anggota Baru

    Baca Juga : Sukseskan MTQ Nasional, UMKM Uniska Ikuti Expo

    “Dalam hal ini juga pendampingan pembina dan senior dari organisasi tersebut juga sangat diperlukan untuk membantu kami dalam membina mahasiswa tersebut selama menuntut ilmu di Uniska,” jelasnya.

    “Apalagi saat pendidikan yang dikhawatirkan sangat rentan terjadinya kontak fisik antara peserta dengan senior di organisasi yang ditakutkan akan membahayakan si peserta. Tapi sejauh ini dari pantauan kami berjalan lancar dan aman,” sambungnya.

    Terlebih, kata pria yang akrab disapa mahasiswa dengan Bapak Aqin, peran UKM juga sangat penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.

    Seperti mengasah kemampuan mahasiswa dalam berpikir kreatif, kritis dan membuat mereka lebih toleran dalam menerima perbedaan.

    Oleh karena itu, Keberadaan UKM dalam institusi pendidikan khususnya universitas berfungsi penting bagi mahasiswa dalam menemukan perannya dimasyarakat.

    Bahkan, ia menilai mahasiswa yang mengikuti kegiatan diluar kelas (ekstrakulikuler) cenderung lebih sering terlibat dalam kegiatan sosial, lebih peka, peduli dan senang membantu sesama.

    “Saya juga mengamati bahwa kelompok mahasiswa yang aktif dalam kegiatan UKM terlihat lebih mudah bersosialisasi, daya tangkap yang prima dan kesehatan yang baik sehingga sangat diperlukan untuk kehidupan kedepan mereka nantinya,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi

  • Sadar Regenerasi, Pramuka Uniska Jaring Anggota Baru

    Sadar Regenerasi, Pramuka Uniska Jaring Anggota Baru

    Banjarmasin, Klikkalsel.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin kembali menerima anggota baru tahun 2022 yang biasa disebut Kemah Orientasi Kader (KOK) dengan peserta sebanyak 28 orang yang dilaksanakan di Desa Kiram, Air Terjun Janda Beranak 3 sejak tanggal 14 hingga 16 Oktober 2022.

    Kegiatan ini diawali dengan upacara adat dan upacara pembukaan yang dilaksanakan di halaman utama Kampus Uniska Banjarmasin dan dibuka langsung oleh Dr Muhammad Yuliansyah, M.Pd selaku Pembina dari Pramuka Uniska, Jum’at (14/10/22).

    Dalam amanat singkatnya Yuliansyah menyampaikan kepada peserta agar selalu menjaga kesehatan selama berkegiatan dan semoga setelah kegiatan kemah ini dilaksanakan banyak pengalaman yang didapatkan oleh peserta.

    Baca Juga : Buka Rangkaian Kegiatan Kwarcab Tabalong, H Mawardi : Gerakan Pramuka Sebuah Wadah Melatih Generasi Muda

    Baca Juga : Kwarcab Tabalong Gelar Aksi Bhakti Pramuka, Germas Tunas Kelapa dan Adakan Berbagai Macam Lomba Pramuka

    “Semoga selama berkegiatan di sana kalian bisa menjaga kesehatan masing-masing dan semoga setelah mengikuti kemah ini kalian juga bisa menjadi anggota Pramuka dan menjadi generasi yang lebih baik lagi”, ucap pak Yuliansyah

    Sementara itu Ketua Pelaksana kegiatan, Yasmin menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai upaya melahirkan generasi-generasi Pramuka.

    “Penerimaan anggota baru ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahunnya guna melahirkan generasi-generasi hebat selanjutnya”, ujar Yasmin.

    “Sasaran peserta untuk kegiatan ini tidak lain yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang aktif berkuliah di kampus Uniska baik itu yang berkuliah di kampus Banjarmasin maupun Banjarbaru”, lanjutnya

    Ketua Umum Pramuka Uniska, Sofia, juga mengatakan bahwa tujuan penerimaan anggota ini untuk regenerasi keanggotaan agar kiranya Pramuka Uniska ke depannya mampu menciptakan kader-kader tangguh dan berprestasi.

    “Saya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini kedepannya Pramuka Uniska mendapatkan kader yang tangguh dan berprestasi, bukan hanya di bidang perkuliahan saja namun juga dalam bidang organisasi”, tutup Sofia. (Nida)

    Editor: Abadi

  • Rektor UIN Antasari : Moderasi Beragama Cegah Paham Radikalisme

    Rektor UIN Antasari : Moderasi Beragama Cegah Paham Radikalisme

    BANJARMASIN, Klikkalsel.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Prof Dr Mujiburrahman mengatakan, moderasi beragama mencegah paham radikalisme dan terorisme.

    Hal ini disampaikannya di hadapan pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan saat audensi di Aula Zafry Zamzam Gedung Rektorat UIN Antasari, Senin (10/10).

    Menurut Prof Mujib, penguatan pendidikan agama di UIN ini merupakan Tridarma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian sebagai strategi dan materi dakwah dalam mencegah paham intoleransi dan radikalisme.

    Diharapkan melalui pendidikan dan pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan ini sebagai implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk juga pemanfaatan sumber daya manusia dan pemanfaatan sarana serta prasarana.CINDERAMATA – Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi menyerahkan cinderama kepada Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman.

    CINDERAMATA – Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi menyerahkan cinderama kepada Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman.

    Sementara itu, Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi menyebutkan pencegahan terorisme ini harus didukung semua pihak, termasuk Perguruan Tinggi (PT) dalam hal ini UIN Antasari Banjarmasin.

    Baca Juga : FKPT Kembali Gelar Dialog Kebangsaan Guna Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme di Banua

    Baca Juga : Juarai Festival Musik Asik Bang FKPT Kalsel, Nur Halizah, Balahindang dan Bayang Segara & Friend Lanjut ke Tingkat Nasional

    Kemudian, paparnya perlu pelibatan lembaga keagamaan, seperti MUI, Kementerian Agama dan lembaga kemasyarakatan.

    Menurutnya apa yang disampaikan Prof Mujib soal moderasi beragama memang benar.

    Menurutnya moderasi beragama adalah cara untuk beribadah dan menjalankan segala aturan agama dengan moderat. Dalam artian, tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Beragama dengan moderat bukan berarti ibadahnya biasa-biasa saja. Namun lebih ke pemahaman bahwa menjalin hubungan baik dengan manusia juga ibadah.

    Dalam kesempatan itu, Didit nama panggilan Ketua FKPT Kalsel ini menyampaikan MoU atau kerjasama sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme. “MoU ini akan ditindaklanjuti apa saja yg dikerjasamakan,” ujar Didit.

    Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris FKPT Kalsel, Masrani, Kabid Media, Zainal Helmie, Kabid Pemida, Hafiz Ridha, Kabid Perempuan dan Anak Dr Nida dan satgas.RILIS

     

  • Sukseskan MTQ Nasional, UMKM Uniska Ikuti Expo

    Sukseskan MTQ Nasional, UMKM Uniska Ikuti Expo

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Digelarnya pelaksanaan MTQ Nasional ke-29 tahun 2022 di Kalimantan Selatan (Kalsel), tentunya dapat meningkatkan perekonomian terlebih melalui pariwisata religinya yang dapat menarik bagi pengunjung.

    Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Albanjari, Prof Abdul Malik.

    “Tak hanya itu dijadikannya Kalsel menjadi tuan rumah MTQ tentunya dapat meningkatkan SDM yang dilandasi ilmu-ilmu Al-Quran dengan tujuannya untuk mewujudkan masyarakat Kalsel yang religi,” katanya, Senin (10/10/2022).

    Ditambahkannya, sebagai Universitas Islam sangat mendukung dengan event tersebut, sebab secara tak langsung dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat terhadap al Quran dan hadits.

    Baca Juga : FH Uniska Gelar Seminar Perencanaan Karir dan Penandatanganan MoU Bersama UNBL

    Baca Juga : Kopma Uniska Gelar Lomba Kerajinan Daur Ulang Sampah Tingkat Pelajar se-Kalsel

    Saat ditanya adakah wakil mahasiswa Uniska yang mengikuti pelaksanaan MTQ ke-29 di Kalsel? Ia menjawab tidak ada.

    “Memang tidak ada mahasiswa Uniska yang mengikuti MTQ ke-29 ini yang skala Nasional, namun untuk tingkat fakultas Uniska pernah menggelarnya,” ucap Malik.

    Sementara Wakil Rektor IV Uniska, Galuh Nasrullah Kartika Mayang Sari Rofam menambahkan, pelaksanaan MTQ ini pihak Uniska juga mendukung terutama dalam bentuk akademis expo.

    “Dalam pemeran Expo kita juga berpatisipasi dengan menampilkan dari segi prestasi yang diraih dan juga UMKM produk hasil dari kreativitas mahasiswa,” pungkasnya.

    Sebagaimana diketahui, pameran MTQ Nasional Kalsel Expo 2022 dipusatkan di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar. (azka)

    Editor : Akhmad

  • BNPT RI Gandeng Kemendikbudristek RI, Beri Beasiswa Generasi Muda Papua

    BNPT RI Gandeng Kemendikbudristek RI, Beri Beasiswa Generasi Muda Papua

    JAYAPURA, klikkalsel.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) hadir bagi generasi muda Papua.

    Dengan memberikan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) kepada 60 putra-putri Papua di Jayapura pada Jumat (7/10/2022).

    Pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam upaya membangun kesiapsiagaan nasional dalam mencegah generasi muda dari paparan ideologi radikalisme terorisme yang menghalalkan kekerasan.

    Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., berharap, beasiswa pendidikan tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi muda untuk membangun Indonesia khususnya Papua yang maju, damai dan harmonis.

    Baca Juga : Penjelasan BNPT Terkait Tingkat Kerawanan Paham Intoleran dan Radikalisme di Kalsel

    Baca Juga : BNPT dan Al-Azhar Mesir Perkuat Kerjasama Untuk Kenalkan Islam Yang Moderat

    “Kita masuk era demografi di mana usia produktif sangat dominan dan dengan SDM yang terdidik bisa menyongsong Indonesia emas, bisa membawa kemajuan Papua di masa mendatang,” kata mantan Kapolda Papua itu.

    Lebih lanjut, Kepala LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah) Wilayah XIV, Dr. Suriel Mofu, mengapresiasi BNPT RI yang telah hadir untuk Papua.

    Dia optimis program beasiswa ini menjadi modal generasi muda Papua untuk melawan radikalisme terorisme dari hulu hingga ke hilir.

    “BNPT membantu kami mengawal sehingga penerima beasiswa perguruan tinggi meningkat tahun ini, kualitas (sumber daya manusia) jadi modal bangsa ini jadi bangsa yang berkualitas, mereka secara sadar memutuskan melakukan sesuatu yang melawan (radikalisme terorisme),” kata Suriel.

    Selain itu, pada kesempatan kali ini BNPT RI juga menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka mendukung pencegahan radikalisme terorisme di Papua.

    Kegiatan dimaksud diantaranya pengukuhan Duta Damai Dunia Maya Provinsi Papua, deklarasi kesiapsiagaan nasional dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNPT RI dan Bamag Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia. (rilis)

    Editor : Akhmad

  • Minimnya PAUD Negeri Jadi Kendala Meningkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

    Minimnya PAUD Negeri Jadi Kendala Meningkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jumlah sekolah negeri jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Banjarmasin masih berbanding jauh dengan sekolah swasta.

    Hal tersebut dinilai menjadi kendala bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang masih berstatus Honorer.

    Disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PAUD, Disdik Kota Banjarmasin, Edy Junaidi, bahwa perbandingan sekolah PAUD negeri dan swasta terlampau jauh.

    “Dari 142 satuan sekolah PAUD yang terdaftar di sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan), hanya 5 sekolah negeri, sisanya swasta,” ucapnya.

    Menurutnya hal itulah yang menjadi kendala bagi pihaknya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer untuk jatah pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    “Kita perlu dukungan lebih dari pemerintah daerah bagaimana caranya untuk lebih mengoptimalkan skala PAUD yang berstatus negeri di Banjarmasin, agar kita bisa meningkatkan kesejahteraan guru di jenjang pendidikan PAUD ini,” ungkapnya.

    “Karena jumlah PAUD kita sangat sedikit. Jika banyak, otomatis ada pengangkatan status guru yang awalnya honorer menjadi PNS atau PPPK,” tambahnya.

    Baca Juga : Tawuran Remaja Kembali Terjadi di Banjarmasin, Diduga dari Kelompok Pelajar

    Baca Juga : Dewan Banjarmasin Jaga APBD 2023 dari `Proyek Siluman’

    Bahkan, menurutnya hingga sampai saat ini satuan PAUD masih belum tersentuh oleh kuota atau jatah pengangkatan PNS atau PPPK.

    Minimnya jumlah PAUD negeri ini juga menurut Edy menjadi problem secara nasional.

    “Kalau bicara soal kesejahteraan artinya sudah jelas, karena lebih banyak jumlah sekolah yang berstatus swasta otomatis tidak ditanggung oleh pemerintah kota,” bebernya.

    Namun. Ia mengklaim, bahwa saat ini pemerintah Kota Banjarmasin sebenarnya sudah memberi perhatian terhadap tingkat kesejahteraan guru honorer di jenjang PAUD.

    Di tahun 2014 dan 2015, guru honorer PAUD yang negeri maupun swasta hanya mendapat tunjangan penghasilan sebesar Rp 200 ribu per bulan.

    “Sekarang sudah meningkat, di tahun ini sudah mencapai Rp 600 ribu per bulan untuk seribu orang lebih guru honorer PAUD swasta, dan Rp 700 ribu yang diterima oleh 16 orang guru honorer PAUD negeri,” pungkasnya. (fachrul)

    Editor: Abadi

  • FH Uniska Gelar Seminar Perencanaan Karir dan Penandatanganan MoU Bersama UNBL

    FH Uniska Gelar Seminar Perencanaan Karir dan Penandatanganan MoU Bersama UNBL

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebagai Mahasiswa, di samping fokus melakukan kegiatan akademis, melakukan perencanaan karir sejak dini menjadi hal yang penting dilakukan untuk menyiapkan masa depan.

    Hal itu disampaikan Wakil Rektor I Universitas Borneo Lestari (UNBL) Hasan Ismail, pada seminar Kreatif Mahasiswa Dalam Organisasi Untuk Pengembangan Karier di Aula Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Sabtu (1/10/2022).

    “Melihat dari karakter mahasiswa saat ini berbeda dengan dulu, saat ini harus mengerti dengan teknologi yang menyesuaikan perkembangan zaman,” ujarnya.

    Namun, menurutnya tidak semua kemajuan teknologi yang dapat bermanfaat baik untuk mahasiswa seperti perbandingan kuliah online maupun offline yang lebih bermanfaat bagi mahasiswa.

    Sebab, kata Hasan Ismail, mahasiswa saat ini juga tetap memerlukan sentuhan komunikasi dari pengajar untuk menyesuaikan karir kedepannya agar bisa menyesuaikan perkembangan zaman yang harus melek dengan teknologi.

    Baca Juga : Kopma Uniska Gelar Lomba Kerajinan Daur Ulang Sampah Tingkat Pelajar se-Kalsel

    Baca Juga : Pangkalan MA ManBaul Ulum Kertak Hanyar Kembali Jadi Juara Umum USCC Pramuka Uniska

    “Jadi meskipun karir kedepan kebutuhanya harus mengerti teknologi tetapi juga tidak harus melupakan bagaimana mereka menjadi makhluk sosial,” imbuhnya.

    “Karena diskusi, bergaul dan membangung jejaring itu jauh lebih penting untuk menentukan karir kedepannya,” sambungnya.

    Selain memberikan materi tentang Pengembangan Karier, kegiatan seminar tersebut juga menjadi momentum perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) FH Uniska dengan Fakultas Sosial dan Humaniora UNBL.

    Dekan FH Uniska Afif Khalid melakikan penandatangan MoU dengan UNBL di Aula FH Uniska

    Dijelaskan, Hasan Ismail kerjasama ini mengikuti ajaran dalam tridarma perguruan tinggi serta pemanfaatan fasilitas yang mendukung.

    “Sepert kerjasama tempat magang, penelitian dan tenaga pengajar yang berpengalaman di FH Uniska juga bisa mengajar nantinya di UNBL,” jelasnya.

    Sementara itu, Dekan FH Uniska Dr Afif Khalid, mengaku menyambut baik Mou itu dan berharap dari kerjasama tersebut bisa memberikan manfaat baik untuk kedua belah pihak.

    “Kita sangat menyambut baik, semoga dengan MoU ini kita sama – sama bisa memajukan pendidikan,” ujarnya.

    Terlebih, melalui seminar ini mahasiswa juga sudah tidak bingung lagi dalam menentukan karier nya setelh lulus.

    “Jadi mulai sekarang mereka sudah bisa menyiapkan bekal yang diperlukan untuk karirnya,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor : Akhmad

  • Seminar “Stres Kerja”, Berikan Psikoedukasi Kepada Petugas Lapas Narkotika Karang Intan

    Seminar “Stres Kerja”, Berikan Psikoedukasi Kepada Petugas Lapas Narkotika Karang Intan

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Karang Intan menggelar seminar dengan tema “Stres Kerja” dimana dalam seminar tersebut pihaknya mengundang Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi.

    Pemberian seminar terhadap para pekerja ini dikatakan Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Wahyu Susetyo, sebagai bahan kepada para petugas yang rentan stres akibat mengurus banyak warga binaan.

    “Jadi kegiatan tersebut sedikit banyak berguna bagi pelaksanaan tugas yang dilakukan,” ujarnya.

    Lebih lanjut ia mengungkapkan, kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya kegiatan magang yang dilakukan dua mahasiswa psikologi UM Banjarmasin di Lapas Narkotika Karang Intan.

    Sementara itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi, saat seminar menyampaikan bahwa stres di tempat kerja bisa dipicu berbagai hal menyangkut pekerjaan.

    Baca Juga : Diduga Gerombolan Oknum Atlet Arung Jeram Banjarmasin Keroyok Kontingen HSS, Korban: Mereka Kalah Langsung Menyerang

    Baca Juga : Momen Harjad, Dewan Banjarmasin Komitmen Terus Berjuang Demi Kesejahteraan Warga

    Perlu tindakan agar tahapan stres tidak semakin tinggi yang bisa mengarah kepada tindakan yang lebih parah.

    “Stres di tempat kerja bisa terjadi disebabkan berbagai hal yang berhubungan dengan pekerjaan,” ungkapnya.

    “Stres tidak selalu buruk, ada juga stres yang disebabkan hal positif, misalnya ketika kita dapat promosi jabatan, maka juga akan mengalami stres,” tambahnya.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam menghadapi keadaan stres tersebut, diperlukan yang namanya coping stres. Dimana kondisi tersebut mengharuskan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap tingkatan stres yang diderita.

    “Untuk menyesuaikan kondisi itu kita bisa dengan kegiatan yang bisa kita lakukan, selain beristirahat (tidur) lakukan kegiatan lain yang bisa meredakan stres, dan itu diri sendiri yang mengetahui, misal ada orang stres yang suka minum kopi, setelah itu stresnya hilang dan sebagainya,” tandasnya.

    Kegiatan seminar tersebut ditutup dengan penyerahan plakat dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin kepada Lapas Narkotika Karang Intan yang disertai foto bersama.(fachrul)

    Editor : Amran