H Yuni Abdi Nur Sulaiman : Kami Selalu Ingin Dekat Masyarakat

Ketua Umum KKB Yuni Abdi Nur Sulaiman, Sekretaris Umum KKB Muliadi Rahman dan Ketua Harian KKB, H Hairudin Noor, ditengah-tengah warga KKB serta jemaah Musholla Al Amanah. (foto : syarif wamen/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) kembali menggelar buka puasa bersama dengan jajaran pengurus.

Kali ini, dengan pengurus KKB kecamatan Banjarmasin Selatan di Musholla Al Amanah, Jalan Mutiara RT 01, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis (23/5/2019).

Ketua KKB Kecamatan Banjarmasin Selatan H Syahril menyambut gembira atas terlaksananya acara silaturahmi dan buka puasa bersama.

Bagi dia, menjadi suatu kehormatan, karena Ketua KKB pusat datang langsung untuk bertatap muka.

“Kami bangga dengan kunjungan ini, karena sekaligus bisa berkenalan dengan jajaran pengurus KKB Pusat,” ujarnya pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Ketua dan pengurus KKB Kecamatan Barat, Tengah, Utara dan Timur.

Pada kegiatan yang dihadiri Sekretaris Umum KKB Muliadi Rahman dan Ketua Harian KKB, H Hairudin Noor, ditengah-tengah warga KKB serta jemaah Musholla Al Amanah, juga dilaksanakan penyerahan bantuan dari KKB Pusat, yang langsung diserahkan Ketua Umum KKB H Yuni Abdi Nur Sulaiman kepada perwakilan pengurus Musholla Al Amanah.

Yuni Abdi Nur Sulaiman, mengatakan warga KKB akan terus menjaga dan menjalin tali silaturahmi.

“Sesuai amanat almarhum abah (H Abdussamad Sulaiman HB), kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, berbaur dan bersama membangun banua kita tercinta,” tuturnya.

Acara ini bentuk dari rasa syukur, membuka diri untuk saling bersilaturahmi dan berbagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Mungkin saja, ini adalah Ramadhan terakhir kita. Mari terus bersyukur dalam keadaan apapun, mari terus berbuat baik dan menebar manfaat bagi sesama, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” katanya.

Sementara Ustadz HM Mobarak dalam tausiahnya mengatakan, semua yang dimiliki di dunia ini adalah pemberian Allah SWT. Seperti sandang, pangan dan papan, semua adalah titipan.

“Maka, sudah sepatutnyalah kita sebagai makhluk untuk mensyukurinya. Kita datang ke muka bumi tanpa mebawa apa-apa, begitu pula kita berpulang nanti tak akan membawa apa-apa pula,” katanya.

Ia menekankan, pentingnya rasa syukur, karena itu  sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan. Penerapan rasa syukur itu, harus memenuhi tiga rukun, yakni dengan hati, lisan dan perbuatan. “Tanpa itu, kita belumlah dapat dikatakan bersyukur,” tandasnya. (wamen)

Editor : Farid