Bom Meledak Tiga Kali, Tim Pengamanan Pemilu ‘Dor’ Perusuh Hingga Lumpuh

simulasi pengamanan pemilu yang digelar Tim Gabungan Korem 101/Antasari Banjarmasin dan Polda Kalsel.(foto : syarif wamen/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikalsel – Kerusuhan terjadi Taman Kamboja Jalan Anang Adenansi, Jum’at (22/3/2018). Suasana mencekam bergejolak antara massa melawan tim pengamanan pemilu.

Ratusan pengunjuk rasa berhuru-hara menolak keputusan hasil pemilu, setelah tidak menerima dengan perolehan suara calon yang mereka unggulkan. Massa pun mengambil tindakan anarkis. Padahal aparat telah berupaya dengan tindakan persuasif.

Baku hantam pun tak terhindarkan antara massa dengan aparat gabungan TNI dan Polri. Meski aparat sempat memaksa mundur para perusuh tersebut, namun mereka kembali berulah dengan mengerahkan massa yang lebih banyak bermodalkan benda tajam dan tumpul.

simulasi pengamanan pemilu yang digelar Tim Gabungan Korem 101/Antasari Banjarmasin dan Polda Kalsel.(foto : syarif wamen/klikkalsel)

Suasana pun semakian tidak kondusif, beberapa kali tembakan peringatan ke udara dari aparat tidak dipedulikan massa perusuh.
Parahnya, aksi mereka semakin menjadi hingga melakukan penjarahan dan perampokan bank.

Saat perampokan bank terjadi, salah satu karyawan disandera. Dari pantauan ada dua orang pelaku yang beraksi dan memasang bom untuk mencelakai warga. Gegana Brimob Polda Kalsel langsung diterjunkan, untuk menjinakan bom yang belakangan diketahui berjumlah 4 buah, 3 diantaranya sempat meledak. Saat ledakan ketiga terjadi, aparat pejinak bom sempat tepental.

Kejadian tersebut membuat aparat harus menerapkan protap No I\/X\/2010 dengan berintak tegas, keras dan terarah. Untuk melumpuhkan sejumlah perusuh dengan tembakan senjata api.

Sementara itu, untuk diketahui kejadian menegangakan tersebut adalah simulasi pengamanan pemilu yang digelar Tim Gabungan Korem 101/Antasari Banjarmasin dan Polda Kalsel. Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan kerusuhan yang diperagakan tersebut, adalah gambaran ancaman serta gangguan terparah dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

“Ini memberikan keyakinan kepada masyarakat banua bahwa TNI dan Polri, komponen yang lain solid, kompak untuk jalannya atau terselenggaranya pemilu 2019,” tutur mantan Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Badan Intelejen Negara (BIN), Irjen Pol Yazid Fanani kepada awak media.

Dalam pengamanan pemilu 2019 di Kalimantan Selatan, TNI bersama Polri mengerahkan 4.449 personil dari beberapa kesatuan. Ribuan personil tersebut akan disebar ke seluruh TPS untuk melakukan pengamanan, dan bersiaga apabila ada tindakan anarkis.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengimbau dan mengaharapkan kepada seluruh elemen masyarakat, untuk bersama mensukseskan pesta demokrasi. Agar terselenggar aman, sejuk, dan damai. (rizqon)

Editor : Farid