Belum Ada Laporan Cacar Monyet, Dinkes Banjarmasin Tetap Waspada

Kepala Dinas kesehatan, Dr Machli Riyadi. (Foto : Fachrul/Klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Beberapa waktu lalu viral dan bikin resah warga atas sebuah penyakit langka yang disebut cacar monyet atau monkeypox.

Penyakit ini menyerang seorang warga Nigeria yang tengah berada di Singapura.

Akhir-akhir muncul kekhawatiran warga tentang kemungkinan penyakit yang ditemukan pertama kali pada 1958 itu mewabah di Indonesia khususnya Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi ketika dihubungi klikkalsel.com, sejauh ini belum ada laporan terkait penyakit yang viral melalui media sosial ini.

“Kalau di Banjarmasin belum ada laporan yang terjangkit, baik itu dari warga maupun instansi,” ujarnya, Kamis (16/5/2019).

Namun demikian pihaknya telah melakukan kewaspadaan dini melalui Puskesmas dengan mengimbau masyarakat untuk berprilaku hidup sehat dan menjaga pola serta asupan gizi pada makanan agar terhindar dari penyakit, baik itu cacar monyet atau penyakit lain.

“Karena penyakit itu cenderung akan menghinggapi orang yang daya tahan tubuhnya rendah,” jelasnya.

Meski menurutnya penyakit yang menular melalui gigitan monyet binatang pengerat seperti tikus dan tupai ini tidak menyebar antara manusia, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan seorang yang sedang terserang penyakit tersebut menularkan ke orang lain.

Disinggung mengenai tanda dan gejala yang dialami oleh penderita cacar monyet, Machli Riyadi menerangkan penderita biasanya akan mengalami sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, demam dan nyeri otot.

“Hampir mirip dengan cacar pada umumnya,” imbuhnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat yang mengalami gejala demikian dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Sehingga jika memang terkena cacar monyet dapat segera ditangani,” pungkasnya. (david)

Editor : Farid