Banjarmasin

Bangunan di Turunan Jembatan AKT Segera Dibebaskan

Bangunan yang ada di turunan Jembatan AKT akan dibebaskan, karena terkena proyek pelebara Jalan Masjid Jami. (fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, Klikkalsel – Pengguna jalan mengeluh saat melintas Jembatan Antasan Kecil Timur (AKT) penghubung Jalan Sulawesi-Mesjid Jami Banjarmasin, karena kondisi badan jembatan yang tidak ideal.

Para pengguna jalan lebih memilih melintasi jembatan yang lama dibanding jembatan jembatan yang baru, yang dibangun dengan menggunakan biaya pembangunan senilai Rp12 miliar.

Alasan para pengguna jalan tidak ingin melintasi jembatan itu, karena turunan jembatan langsung mengarah ke tembok sebuah bangunan ruko.

Hal tersebut dianggap sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintasi jembatan AKT yang baru di bangun tersebut. Padahal jembatan itu dibangun sebagai jalur alternatif untuk memecah arus kemacetan di kawasan itu.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Gusti Ridwan Sofyani mengungkapkan, pembangunan Jembatan AKT itu sudah direncanakan dengan proyek pelebaran jalan.

Namun, dengan keterbatasan anggaran pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Jadi, halangan tembok dan bangunan di turunan Jembatan AKT akan dibebaskan, karena terkena proyek pelebaran jalan.

Saat ini, pembebasan lahan, sudah dianggarkan sebesar Rp15 Miliar. Sedangkan fisiknya dianggarkan sekitar Rp10 miliar.

“Memang saat ini, kondisinya seadanya dulu, jadi harus dimaklumi dulu karena pembangunannya masih belum rampung seluruhnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Fanani Saifudin juga menyampaikan, pembebasan lahan tersebut masih ditangani oleh pihaknya, dan untuk dana pembebasan lahan tersebut sudah ada di PUPR.

“Nanti setelah pembebasan lahan tersebut sudah selesai, jembatan AKT tersebut akan sama lebarnya dengan jalan depan Mesjid Jami,” pungkasnya. (fachrul)

Editor : Farid

To Top