Ayo Bersantai di RPTRA Kolong Jembatan Banua Anyar

RTPRA Kolong Jembatan Banua Anyar, fasilitas seperti ini rencananya mau ditambah

BANJARMASIN, klikkalsel – Bagi orang tua yang ingin mencari tempat santai untuk buah hatinya, tidak perlu jauh-jauh. Di Banjarmasin kini ada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), memanfaatkan lahan di kolong jembatan Banua Anyar Jalan Pangeran Hidayatullah.

RPTRA kolong jembatan Banua Anyar. (david/klikkalsel)

Selain tempatnya dihiasi bermacam bunga, berbagai fasilitas juga disiapkan untuk media bermain anak, mulai dari prosotan, jungkat-jungkit hingga kursi ayun. Bagian jalan taman dicat warna-warni. Saat malam hari, banyak lampu menambah keindahan tempat ini. Juga ada mini panggung untuk anak.

Eit jangan khawatir, apabila anaknya berlarian dan bermain di area RPTRA ini, karena lantai pijakan menggunakan rumput sintetis, jadi tidak sakit apabila terjatuh. Wajar, begitu menarik untuk dikunjungi orangtua yang ingin membawa anaknya bersantai.

RPTRA kolong jembatan Banua Anyar. (david/klikkalsel)

Munculnya tempat kunjungan baru itu, sepanjang siang hingga malam banyak orang tua membawa anaknya untuk menikmati fasilitas bermain. “Tempatnya nyaman, tidak kepanasan dan ada fasilitas bermain untuk anak. Selain itu tempatnya bagus buat foto-foto apalagi malam hari, banyak lampunya,” ujar Resty salah satu pengunjung.

Camat Banjarmasin Timur Ahmad Muzaiyin mengatakan, inisiatif RPTRA dengan memakai lahan kolong jembatan datang dari Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina-Hermansyah.

Ia mengapresiasi, adanya lahan bermain untuk anak di Banjarmasin. Mengingat, ketersediaan tempat bermain gratis sekarang sangat minim.

“Kami menyambut gembira hal ini, karena dengan ini masyarakat memiliki tempat bersantai dan bermain yang nyaman,” ujar mantan Sekretaris Satpol PP Banjarmasin ini.

Bagi dia, adanya ruang terbuka tersebut dapat mempercantik wajah kota. Dengan begitu kolong jembatan yang identik dengan kumuh, kurang tertata dan gersang menjadi hilang. “Selain itu bisa menghindari dijadikan tempat maksiat, dan perbuatan negatif lainnya,” katanya. (david)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.