BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kawasan wisata kuliner Bandarmasih Tempo Doeloe di Kota Banjarmasin yang sempat digadang-gadang sebagai ikon wisata baru kini mulai kehilangan daya tariknya.
Sejumlah kedai kopi dan tempat makan yang sebelumnya ramai pengunjung kini tampak sepi. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa tutup.
Berdasarkan pantauan di kawasan yang dikenal sebagai Kota Lama tersebut, terlihat sejumlah pintu toko tertutup rapat.
Tak sedikit bangunan yang dipasangi spanduk bertuliskan dijual dan disewakan, menandakan usaha di kawasan itu mulai berguguran.
Padahal, beberapa waktu lalu Bandarmasih Tempo Doeloe sempat menjadi magnet baru wisata kota. Deretan kafe, kuliner, hingga ruang nongkrong menjadikan kawasan ini hidup, bahkan hingga malam hari.
Namun saat ini, suasana tersebut perlahan mulai memudar. Bahkan aktivitas pengunjung tidak lagi seramai sebelumnya.
Sejumlah pihak menilai meredupnya kawasan ini tidak terlepas dari ketatnya persaingan usaha. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, kafe dan tempat nongkrong baru bermunculan di berbagai sudut kota.
Salah satu kawasan yang kini menjadi pusat keramaian baru berada di Jalan Hasanuddin H.M, yang dipenuhi kafe dan menjadi titik berkumpul anak muda.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, tidak menampik dengan kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut.
Baca Juga : Pembenahan Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe Mengedepankan Nilai Seni dan Estetik
Baca Juga : Sebagian Besar Objek Usaha di Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe Belum Bayar Pajak
Menurutnya, persaingan usaha kuliner dan kafe saat ini memang semakin ketat dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di kawasan Kota Lama.
“Persaingan usaha sekarang sangat ketat, apalagi banyak kafe baru yang muncul di berbagai titik kota. Itu tentu sangat mempengaruhi aktivitas usaha di kawasan kota lama,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menilai kondisi ini harus menjadi peringatan bagi para pelaku usaha agar terus berinovasi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan tren.
“Mereka yang berusaha di kawasan kota lama harus bisa beradaptasi dan membuat inovasi. Jangan sampai stagnan. Kalau konsepnya tidak berkembang, tentu pengunjung akan mencari tempat lain,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa Pemko Banjarmasin tak tinggal diam dan tak ingin kawasan yang pernah diproyeksikan sebagai destinasi wisata unggulan itu kehilangan daya tarik sepenuhnya.
Menurutnya, saat ini Pemko sedang mempersiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut melalui kolaborasi lintas instansi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan shelter air oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses transportasi sungai menuju kawasan Kota Lama.
“Kami bersama instansi lain akan berkolaborasi untuk kembali menggeliatkan ekonomi di kawasan kota lama. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, harus lintas sektor,” terangnya.
“Shelter air ini bagian dari upaya menarik kembali kunjungan, terutama melalui jalur sungai, sehingga wisatawan lebih mudah datang ke kawasan tersebut,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





