Olahraga

Aldriani Buktikan Perempuan Juga Bisa jadi Petinju

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aldriani Beatrichx Suguro, sudah hampir 15 tahun menggeluti olahraga Tinju Amatir, hingga berbagai kejuaraan nasional sudah pernah dirasakannya.

Saat di Sekolah Dasar, Aldriani Beatrichx Suguro yang akrab disapa Bea, tidak mendapatkan izin dari Ibunya untuk bergelut di bidang olahraga tinju.

Alasannya, dikarenakan ia perempuan yang mana pada saat itu Bea hanya diminta oleh ibunya untuk fokus ke sekolah saja.

Namun, secara diam-diam Bea tetap ngotot mengikuti olahraga ini, karena pada saat itu di sisi lain almarhum bapaknya sendiri paling mendukung untuk ikut tinju karena kemungkinan beliau memang menyukai tinju. Padahal Bea mempunyai alasan tersendiri untuk masuk olahraga tinju.

“Awalnya Bea mau ikut itu untuk menjaga diri saja, tapi lama kelamaan jadi pengen gitu jadi atlet,” ungkapnya kepada klikkalsel.com Senin (28/9/2020).

Sewaktu masih tinggal di Manado, dimana pada saat itu di kompleks sebelah yang ia tingali terdapat pelatih tinju, sehingga seketika membuat saya semakin tertarik mengikuti tinju, yang nama nya dulu sasana Richard Engkeng atau disingkat (RE),

“Ketika ingin masuk di sasana itu pun harus diseleksi terlebih dahulu, saya tertarik dong, makanya saya langsung menawarkan diri untuk ikut tinju,” ujarnya.

Baca Juga : FPTI Banjarmasin Lakukan Seleksi Atlet Lebih Awal

Seiring berjalanya waktu dan beberapa latihan keras yang diberikan disana, sehingga membuahkan hasil yang memuaskan dan ketika ia sudah banyak menabung prestasi Bea pindah ke pemusatan latihan di DKI Jakarta merupakan satu manager di Manado.

“Saya di bawah ke DKI itu sama Richard Engkeng, rata rata atlet dari asuhan Richard Engkeng” ujarnya.

Menurut, Bea arti olahraga tinju buatnya itu, sesuatu banget, yang mana menurut orang orang olahraga tinju itu olahraga yang keras, dan olahraga tinju hanya untuk khusus laki laki. Tetapi sebenarnya perempuan juga bisa.

“Bagi saya olahraga tinju itu seni ada susah susah gampang,” tuturnya.

Bisa bergelut di olahraga tinju sampai sekarang, Bea ingin mencoba membuktikan bahwa perempuan itu bukan orang yang lemah sehingga Bea bisa memotivasi para perempuan untuk menggeluti di bidang yang sama ia tekuni saat ini.

Selain itu, memang menjadi atlet tinju bukan perkara yang mudah. Namun, disini selain menjalin silaturahmi antar petinju juga bisa banyak mendapatkan teman dari berbagai daerah dan provinsi maupun kabupaten lain.

“Dari olahraga tinju ini akhirnya saya tahu bahwa untuk mencapai sesuatu harus butuh perjuangan,kerja keras dan pengorbanan,” ungkapnya.

Kini, Aldriani Beatrichx Suguro, tengah disibukkan dengan berbagai pemusatan latihan untuk persiapan menghadapi PON mendatang.

“saya yakin akan memberikan hasil terbaik,” harapnya.

Adapun prestasi yang sudah ia capai dan beberapa kejuaraan yang diikuti diantaranya. STE Bali 2008 memperoleh medali emas, kejuaraan Walikota Ambon 2008 mendapat medali emas, STE Tomohon 2009 memperoleh medali perak, STE Makasar 2010 memperoleh medali perunggu dimana Bea bermain dalam kelas 54 kg.

Di tahun 2010 Bea mengikuti kejuaraan pattimura di Ambon memperoleh medali emas, pada saat kejurnas Aceh 2010 Bea memperoleh medali emas, dan di PON Riau 2012 lalu ia memperoleh medali perak.

Pra Pon Papua mendapatkan medali emas dan Pra Pon di tahun 2019 Ternate memperoleh medali emas, dan masih banyak lagi medali emas yang tidak disebutkan.

Selain itu, Bea juga pernah mengikuti berbagai kejuaraan Dunia diantaranya. Sea games Myanmar 2013 ia memperoleh medali perak,
Sea games singapura, kejuaraan Dunia AIBA JEJU KOREA 2014, President cup 2015. Asbc wulan chabu Qian’an china 2016, dan Asian Games 2018.(airlangga)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top