BANJARMASIN, klikkalsel.com – Proyek pembangunan pintu air dalam Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di kawasan Siring Pierre Tendean mulai membawa dampak pada sejumlah fasilitas publik di sekitarnya.
Salah satunya adalah lapangan basket yang berada di dekat Patung Bekantan yang untuk sementara waktu tidak dapat digunakan masyarakat.
Penutupan dilakukan karena sebagian area lapangan dimanfaatkan sebagai lokasi pendukung pekerjaan konstruksi yang saat ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa penggunaan area tersebut telah melalui mekanisme resmi setelah adanya permohonan dari pihak BWS kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Di dalam surat itu memang ada pemanfaatan salah satu lapangan basket. Sekitar separuh lapangan digunakan untuk menempatkan tiang-tiang dan material proyek karena pekerjaan membutuhkan crane, sementara di lokasi tersebut tidak tersedia ruang lain yang memadai untuk menaruh material berat,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Walaupun yang terdampak hanya separuh lapangan untuk menunjang pengerjaan proyek, Pemko Banjarmasin memutuskan menutup sementara seluruh area lapangan basket.
Hal tersebut dilakukan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya para atlet dan pengunjung yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan alat berat, material konstruksi, serta aktivitas proyek yang berlangsung di sekitar lapangan berpotensi menimbulkan risiko apabila fasilitas tetap dibuka untuk umum.
Baca Juga : Fakta Sidang OTT KPK, Eks Kajari HSU Peras Kepala Disdikbud Rp285 Juta Dengan Modus Usut Proyek PMTAS
“Kalau tetap dibuka, risikonya cukup besar. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan pengguna lapangan selama alat berat dan material proyek masih berada di sana,” tuturnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi fasilitas yang terdampak selama proyek berlangsung.
Selain itu, kontraktor pelaksana bersama instansi terkait juga telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan apabila terdapat kerusakan akibat aktivitas pembangunan.
“Setelah pekerjaan selesai, lapangan akan dipulihkan dan bisa kembali dimanfaatkan masyarakat,” paparnya.
Pemko Banjarmasin pun berharap proyek pengendalian banjir yang menjadi bagian dari NUFReP dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kota.
Ia mengatakan bahwa Disbudporapar juga menyiapkan sejumlah rencana penataan kawasan wisata Siring Pierre Tendean agar semakin menarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah revitalisasi area sekitar Patung Bekantan, termasuk pembenahan air mancur yang selama ini menjadi ikon kawasan tersebut.
Sabil menjelaskan bahwa ke depannya air mancur tersebut dirancang dapat beroperasi secara otomatis dengan jadwal pertunjukan yang teratur sehingga mampu menjadi daya tarik baru di kawasan wisata tepian Sungai Martapura.
“Kami ingin nantinya air mancur bisa berjalan otomatis. Masyarakat dan wisatawan dapat mengetahui jam-jam operasionalnya, termasuk pola pancuran yang ditampilkan sehingga kawasan ini menjadi lebih hidup dan menarik,” tandasnya.(fachrul)
Editor: Amran





