BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat menjadi perhatian serius Polresta Banjarmasin. Berbagai langkah disiapkan untuk menekan aktivitas tersebut, mulai dari pemetaan lokasi rawan, edukasi kepada masyarakat, hingga memperkuat kerja sama dengan Polres di wilayah sekitar.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik yang sering dijadikan lokasi balap liar. Dari hasil pemetaan itu, strategi penanganan disusun secara menyeluruh dengan mengutamakan langkah pencegahan sebelum melakukan penindakan.
“Kita sudah petakan dan menyiapkan upaya pencegahan lewat edukasi sampai langkah terakhir dengan penindakan,” ujar Riza saat memantau arus lalu lintas di Pos KM 6 atau Pos Batas Kota Banjarmasin, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga berdiskusi langsung dengan personel Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, guna menyerap informasi dari lapangan.
Berdasarkan laporan anggota, mayoritas pelaku balap liar yang beraksi di Banjarmasin diketahui berasal dari luar daerah.
Baca Juga : Kapolresta Banjarmasin Gelar Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama
Baca Juga : Kapolresta Banjarmasin Hadiri Silaturahmi Menko Polkam Bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat se-Kalsel
Temuan itu menjadi dasar bagi Polresta Banjarmasin untuk memperluas pola penanganan dengan melibatkan kepolisian di wilayah tetangga. Sinergi antarsatuan diharapkan mampu menekan pergerakan para pelaku sejak dari daerah asal mereka.
“Kami akan berkerja sama dengan Polres terdekat untuk melakukan pencegahan aksi balap liar ini,” jelas Kapolresta.
Selain memperkuat koordinasi lintas wilayah, Riza juga menginstruksikan, seluruh personel, khususnya Satlantas dan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), agar terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas serta bahaya balap liar.
“Selain penindakan, upaya preventif melalui edukasi harus terus kita lakukan. Sampaikan ke masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Menurut Riza, penanganan balap liar tidak dapat dilakukan hanya dengan penegakan hukum semata, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Bersama kita bisa menghadirkan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” pungkasnya. (airlangga).
Editor : Akhmad






