BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong penguatan pendidikan anak sejak usia dini melalui program wajib belajar 13 tahun yang diawali dengan pendidikan anak usia dini (PAUD)
Program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat mengajak para orang tua, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut Neli, pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus dimulai dari pembentukan karakter sejak usia dini melalui pola asuh yang tepat dan lingkungan yang mendukung.
Ia mengatakan, momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan, perlindungan, dan pengasuhan yang berkualitas.
“Tema tahun ini mengingatkan kita untuk tidak hanya mencintai anak dengan kata-kata, namun lewat tindakan nyata. Hal itu coba diwujudkan melalui pola pengasuhan yang baik, perlindungan dari berbagai risiko, serta pemberian pendidikan terbaik sejak usia dini,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Neli mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan satu tahun pendidikan pra sekolah melalui PAUD.
Baca Juga : Bupati Tabalong Kukuhkan Pokja Bunda PAUD Periode 2025–2030
Baca Juga : Pokja Bunda PAUD Kalsel Dorong Penguatan Layanan PAUD Berkualitas di Balangan
Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan tahap yang sangat menentukan karena menjadi masa emas perkembangan otak sekaligus pembentukan karakter anak.
“PAUD bukan sekedar tempat bermain tetapi ruang bagi anak belajar mengenal jati diri, belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan rasa keingintahuan,” tuturnya.
“Anak yang memperoleh layanan PAUD yang berkualitas akan lebih siap memasuki bangku sekolah dasar baik dari segi akademik, sosial, maupun emosinya,” lanjutnya.
Selain memastikan anak memperoleh pendidikan sejak dini, Neli menilai pembentukan karakter juga harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, keberhasilan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kebiasaan baik yang ditanamkan secara konsisten sejak kecil.
“Keberhasilan karakter tidak terbentuk dalam satu hari melainkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” terangnya.
“Biasakan anak-anak rajin beribadah sesuai agamanya, hidup sehat, gemar belajar, disiplin, mandiri, peduli terhadap sesama, lingkungan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” sambungnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan karakter tidak lepas dari peran orang tua dan guru sebagai teladan utama bagi anak.
“Keteladanan dari orang tua dan guru adalah kunci utama. Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi apa yang kita lakukan. Jadilah contoh yang baik dalam keseharian anak,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mendampingi penggunaan gawai pada anak. Menurutnya, penggunaan smart phone yang berlebihan tanpa pengawasan dapat memengaruhi perkembangan fisik, kemampuan bersosialisasi, hingga konsentrasi belajar anak.
Karena itu, ia mendorong orang tua untuk memperbanyak interaksi langsung bersama anak serta menghadirkan berbagai aktivitas positif di lingkungan keluarga.
“Gawai atau Handphone saat ini memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Penggunaan gawai berlebih tanpa pendampingan akan mengurangi waktu bermain, interaksi anak dengan keluarga hingga dapat mempengaruhi kesehatan fisik, kemampuan bersosialisasi, dan konsentrasi belajar anak,” tandasnya.(fachrul)
Editor: Amran






