BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, meminta polisi segera menangkap pelaku pencurian kotak amal di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Veteran Km 5,5 Komplek Gardu Mekar Indah. Sebab, aksi pencurian di lingkungan tersebut disebut sudah berulang kali terjadi dan membuat warga resah.
Pencurian yang terjadi pada 11 Mei 2026 itu terekam kamera pengawas (CCTV). Pelaku diduga seorang diri dan berhasil membongkar empat kotak amal masjid dengan total uang yang dibawa kabur sekitar Rp3 juta.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Timur dengan nomor laporan polisi LP/B/95/VI/2026/SPKT Polsek BJM Timur/Resta BJM/Polda Kalsel.
“Pantauan warga, terduga pelaku masih berkeliaran. Warga masih berupaya menghindari aksi main hakim sendiri. Makanya dilaporkan kepolisian oleh salah satu tokoh warga setempat,” ucap Gunawan warga setempat yang CCTV rumahnya merekam aksi pelaku, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang menggunakan sepeda sekitar tengah malam. Ia masuk melalui bagian belakang masjid dengan memanjat pagar, lalu mengendap-endap memastikan situasi aman sebelum beraksi.
Baca Juga : Polsek Banjarmasin Utara Tangkap Dua Pelaku Pencurian, TV dan Celengan Digondol
Baca Juga : Pencurian Beruntun di Panti Asuhan Kawasan Basirih Terbongkar, Polisi Amankan Pelaku di Rumah Kontrakan
Pelaku pertama kali mencongkel kotak amal di luar masjid, kemudian membuka paksa jendela samping dan masuk ke dalam bangunan masjid. Di dalam, empat kotak amal kembali dibongkar.
Setelah mengumpulkan uang hasil curian ke dalam plastik, pelaku keluar melalui jendela samping masjid dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda.
Gunawan mengatakan warga berharap polisi bergerak cepat mengungkap kasus tersebut. Sebab, kawasan itu belakangan kerap terjadi pencurian.
“Banyak kejadian pencurian di tempat kami, tabung gas elpiji, ada duit yang hilang juga. Kami berharap polisi menangkap terduga pelaku, karena sudah sangat meresahkan,” tandasnya.
Menurut dia, warga di lingkungan setempat kini telah meningkatkan kewaspadaan. Namun, pelaku diduga cukup lihai memanfaatkan kelengahan saat warga sibuk bekerja pada siang hari maupun ketika sebagian warga terlelap pada malam hari. (rizqan)
Editor: Abadi





